Sumber Daya

Untuk mendukung  terlaksananya kegiatan pelayanan pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jogoroto di dukung dari berbagai aspek pendukung antara lain :

A. Sarana yang ada di Balai Penyuluhan Kecamatan

  1. Sarana Pusat Informasi;
  2. Alat bantu penyuluhan untuk memperlancar penyampaian informasi;
  3. Peralatan administrasi untuk memperlancar dan merapikan administrasi balai;
  4. Alat transportasi untuk memperlancar operasional Balai Penyuluhan Kecamatan dan membantu serta memperlancar tugas penyuluh;
  5. Buku dan hasil publikasi sebagai   bahan   bacaan   materi penyuluhan bagi penyuluh; dan
  6. Meubeulair yang tersedia.

B. Prasarana yang ada di Balai Penyuluhan Kecamatan

  1. Prasarana kelengkapan gedung;
  2. Prasarana percontohan;
  3. Prasarana programa;
  4. Prasarana dan alat peraga untuk memperlancar operasional Balai dan tugas penyuluh;
  5. Prasarana administrasi untuk memperlancar operasional; dan
  6. Sumber air bersih, penerangan, dan pagar lingkungan.

 

C. Aspek Sumber Daya Manusia yang ada di Balai Penyuluhan Kecamatan

  1. Kelembagaan tani yang telah tumbuh/terbentuk;
  2. Petani Berprestasi / Andalan;
  3. Jumlah penyuluh (PNS dan THL-TB PP) yang bertugas;
  4. Penyuluh yang Berprestasi / Andalan; dan
  5. Kemitraan usaha yangsudah terbentuk dari dukungan Balai Penyuluhan Kecamatan.

D. Aspek Manajemen Operasional Balai Penyuluhan Kecamatan

 

 

 

 

  1. Keberadaan struktur organisasi Balai Penyuluhan Kecamatan;
  2. Pembagian tugas pokok dan fungsi;
  3. Adanya programa   penyuluhan   kecamatan     yang   disusun   oleh Penyuluh;
  4. Keberadaan jadwal latihan yang akan diselenggarakan Balai Penyuluhan Kecamatan;
  5. Keberadaan jadual kunjungan penyuluh; dan
  6. Keberadaan jadual supervisi petugas/penyuluh.

E. Aspek Aktivitas di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Kecamatan

  1. Bentuk media penyampaian dan penyebaran informasi teknologi;
  2. Fasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha yang ada;
  3. Kaji terap/ percontohan yang telah dilaksanakan;
  4. Model usahatani yang dikembangkan;
  5. Rekomendasi dan akses sumber teknologi yang telah dilakukan;
  6. Fasilitasi   kerjasama peneliti,   penyuluh,   pelaku   utama,   dan pelaku usaha oleh Balai Penyuluhan Kecamatan;
  7. Rembug tani koordinasi dan musyawarah yang dilaksanakan;
  8. Mimbar Sarasehan yang telah dilaksanakan;
  9. Menumbuhkembangkan kepemimpinan kewirausahaan dan kelembagaan kelompoktani yang telah dilakukan;
  10. Perakitan materi/ media dan alat bantu spesifik lokal yang telah dilakukan;
  11. Keberadaan layanan terpadu informasi melalui Cyber Extension;
  12. Keberadaan klinik konsultasi agribisnis;
  13. Pemutakhiran data kelembagaan dan ketenagaan penyuluhan; dan
  14. Supervisi, evaluasi, dan pembinaan kinerja penyuluh.