Pertemuan PPHT Jagung Kelompok Tani Jogoroto

P_20160727_095436Jogoroto. Penerapan pengendalian hama terpadu Jagung di Poktan Jogoroto memasuki pertemuan pertama setelah kegiatan penanaman. Pertemuan ini diselenggarakan di rumah anggota KT Jogoroto dan dihadiri oleh seluruh anggota kelompok, PPAH Ngembe-Desa Ngumpul, POPT-PHP Bpk Kayadi, PPL Bpk Yusuf dan mahasiswa STPP. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada Blok III tanggal 26 Juli 2016 dengan umur tanaman 10 HST varietas Bisi 18. Perlakuan dengan aplikasi Bokhasi, Agens Hayati Trichoderma dan PGPR . Tidak ada gejala penyakit bulai yang ada. Hanya terlihat bekas serangan ulat dan belalang dan penyakit bercak daun yang masih dibawah ambang pengendalian.

Dari hasil diskusi dari beberapa petani, pertumbuhan tanaman yang direndam larutan Trichoderma dan PGPR memliki pertumbuhan yang lebih cepat. Perendaman dilakukan dengan menghilangkan pestisida yang menempel pada benih dengan dicuci sebelum direndam agen hayati selama 4-6 jam. Hal tersebut dapat memberikan motivasi pada petani lain yang belum tanam. “Aplikasi Trichoderma untuk mencegah bulai setidaknya dilakukan 3 kali sebelum umur 30 hari” info dari Bpk Kayadi selaku POPT.

Pada pertemuan ini juga diperkenalkan Asap Cair produksi PPAH Ngembeh. Seperti yang diketahui asap cair dapat digunakan sebagai pestisida yang dapat dibuat sendiri. Tindak lanjut dari pertemuan ini yaitu dilakukan melanjutkan kegiatan pengamatan, pembuatan bokhasi dan Agens Hayati di pertemuan selanjutnya. (red-Taruna)

Leave a Reply