ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi DAHSYATNYA KHASIAT SI CANTIK ROSELLA

DAHSYATNYA KHASIAT SI CANTIK ROSELLA

E-mail Cetak PDF

Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah spesies bunga yang berasal dari benua Afrika, bunga ini banyak manfaatnya di bidang kesehatan dan mudah untuk dibudidayakan. Budidaya tanaman rosella tidak memerlukan tempat yang luas jika dipergunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Produk hasil olahan rosella ini beraneka ragam, selain untuk konsumsi produk herbal juga dapat dipakai untuk selai atau jeli.

Dari informasi Bapak Sutiyo salah satu Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang, di lahan percontohan Balai ini ditanami Rosella merah dan ungu sebagai media pengenalan atau sosialisasi pada petani dan masyarakat agar mengetahui manfaat senyawa metabolis sekunder dari rosella merah sebagai apotik hidup. Dengan begitu maka petani dan masyarakat akan memahami bahwa penggunaan tanaman untuk obat sebenarnya bisa sejajar dan saling melengkapi dengan pengobatan modern utamanya untuk peningkatan imunitas tubuh.

Si cantik yang juga dapat dimanfaatkan untuk penghias halaman rumah dapat dipetik bunganya dan diseduh sebagai minuman hangat yang mengandung beberapa zat yang sangat penting bagi kesehatan. Tiap 100 gr kelopak bunga segar mengandung 260-280 mg vitamin C. Vitamin C tersebut 3 kali lipat dari buah anggur hitam, 9 kali lipat jeruk sitrus, 10 kali lipat lebih besar dari buah belimbing dan 5 kali lipat dibanding vitamin C dalam jambu biji. Selain itu, rosella juga mengandung vitamin D, vitamin B1, B2, niacin, riboflavin, betakaroten, zat besi, asam amino, polisakarida, omega 3 dan kalsium dalam jumlah yang cukup tinggi (486 mg/100 gr). Rasa asam dalam bunga rosella merupakan perpaduan berbagai jenis asam seperti asam askorbat (vitamin C), asam sitrat, dan asam malat yang juga bermanfaat bagi tubuh. Bahan aktif yang juga terdapat dalam rosella adalah grossy peptin, anthocyanin, gluside hibiscin, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan sebagainya. Kandungan seratnya pun cukup tinggi yang berperan dalam melancarkan sistem pembuangan dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah (Erianto, 2009).

Adapun tahapan budidaya hingga pasca panen rosella merah antara lain :

1. Persiapan lahan dapat menggunakan sistem bedengan dan tanpa bedengan (dengan menggunakan pot atau polibag). Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang telah diolah terlebih dahulu (bokashi).

2. Pemilihan benih rosella biasanya dilakukan secara generatif dengan biji. Untuk mengetahui kualitas biji rosella dapat dilakukan dengan merendam biji ke dalam air selama 24 jam. Setelah itu dipilih biji yang baik yang akan ditanam yaitu biji yang terendam dalam air

3. Penanaman sistem penanaman langsung, biji rosella yang telah masak ditanam sebanyak 2-3 butir pada setiap polibag yang telah berisi media tanam. Benih ditanam pada lubang yang berbeda di setiap polibag dan diberi jarak. Setelah bibit berdaun 2-4 helai, maka dilakukan pemilihan satu tanaman yang menunjukkan pertumbuhan terbaik untuk dibudidayakan pada setiap polibag. Jarak tanam untuk tanaman rosella merah dari satu polibag ke polibag yang lain adalah 1 x 1,5 m.

4. Pemeliharaan

a. Penyiraman cukup dilakukan pada waktu pagi hari. Frekuensi penyiraman tanaman juga disesuaikan dengan cuaca dan kelembaban tanah.

b. Penyiangan untuk menghilangkan gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman utama agar tidak mengganggu proses pertumbuhan.

c. Pemupukan dasar yang digunakan adalah pupuk kandang, selanjutnya satu bulan kemudian bisa diberi pupuk dengan kandungan unsur hara terutama unsur Nitrogen, Phosfor dan Kalium.

d. Pengendalian hama dan penyakit tanaman Belalang merupakan hama yang umum menyerang tanaman rosella di Indonesia. Sedangkan penyakit yang menyerang rosella adalah busuk akar yang disebabkan cendawan Phytophtora parasitica. Penyakit ini biasa terjadi karena adanya genangan air pada media. Penggunaan Pestisida organik untuk mengatasi hama penyakit sangat dianjurkan.

5. Panen umumnya tercapai beberapa hari sebelum kapsul berisi biji rosella membuka atau sekitar 15-20 hari setelah bunga mekar. Saat panen kelopak rosella yang paling tepat yaitu sekitar 7-9 minggu setelah bunga muncul. Pemetikan rosella lebih mudah dilakukan pada pagi hari daripada sore hari. Hal ini disebabkan karena kadar air tanaman masih tinggi sehingga tangkai pada kelopak masih segar. Pemanenan rosella dilakukan dengan menggunakan alat (gunting) karena kelopak sulit dipotong dan untuk menghindari kerusakan. Setelah dipanen, buah atau kapsul yang berisi biji dipisahkan dari kelopak. Biasanya biji akan dikeringkan untuk dijadikan benih untuk ditanam kembali dan juga dapat pula dijadikan sebagai produk minuman.

6. Pasca Panen

a. Pencucian Pada proses pencucian sebaiknya menggunakan air bersih yang mengalir agar sisa kotoran yang masih menempel pada kelopak lebih mudah dibersihkan.

b. Pengeringan perlu dilakukan agar dapat mengurangi risiko tumbuhnya jamur pada kelopak rosella apabila disimpan dalam waktu yang lama. Proses pengeringan dilakukan hingga kadar air mencapai 10%. Sebab jika kelopak belum benar-benar kering akan terdapat jamur jika disimpan dalam waktu yang lama. Simplisia dalam bentuk kering ini dapat disimpan sampai jangka waktu 6 bulan, asalkan ruang tempat penyimpanannya sesuai standar ruang penyimpanan (Katno, 2004).

(By nuns)

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh