ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi HIDROPONIK ALTERNATIF BERKEBUN DILAHAN SEMPIT

HIDROPONIK ALTERNATIF BERKEBUN DILAHAN SEMPIT

E-mail Cetak PDF

Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Hidroponik sendiri memiliki pengertian suatu budidaya menanam dengan mamakai (memanfaatkan) air tanpa memakai

tanah dan menekankan penumbuhan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada budidaya dengan memakai media tanah. Hidroponik memakai air yang lebih efisien, jadi sangat cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai pasokan air yang terbatas. Budidaya sayuran menggunakan media tanam hidroponik saat ini tengah dikembangkan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Jl.Soekarno Hatta No 170 Kabupaten Jombang.

 

“Saat ini terdapat 4 hidroponik NFT di Dinas Pertanian, tanaman sayuran yang ditanam untuk saat ini selada dan pakcoy. Untuk tanaman pakcoy dapat dipanen kurang lebih ketika berumur 20 HST (Hari Setelah Tanam) atau 22-30 HSS (Hari Setelah Semai). Tujuannya adalah budidaya dengan sistem hidroponik ini sebagai percontohan agar dapat diterapkan BPP se kabupetan Jombang” terang Pak Priadi selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

“Jika ini dapat diterapkan di BPP setiap Kecamatan dan banyak petani yang berminat untuk budidaya Hidroponik, maka akan diberikan pendampingan” lanjutnya.

Terdapat bermacam-macam budidaya dengan menggunakan sistem hidroponik, diantaranya Hidroponik NFT (Nutrient Film Tehnique), Hidroponik Wick System, Hidroponik Irigasi Tetes, hidroponik Water Culture System, Hidroponik sistem EBB dan Water Flow System hingga Hidroponik Aeroponik. Alat dan bahan yang digunakan dalam budidaya Hidroponik mudah didapatkan di Toko Pertanian, seperti bak air untuk menampung nutrisi, Net Pot, Rockwool, bibit tanaman sayur, dan nutrisi Abmix.

Ada banyak keutamaan yang disajikan dengan sistem hidroponik. Budidaya dengan sistem hidroponik tidak begitu membutuhkan area atau pekarangan yang luas, hal ini sangat cocok untuk diaplikasikan para ibu rumah tangga. Hidroponik tidak merusak tanah sebba tidak memkai media tanah dan tidak memrlukan air yang banyak. Hasil tanama hidroponik bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terhindar dari kotoran dan hama.

Sedangkan kendala yang dihadapi ketika budidaya menggunakan sistem hidroponik antara lain, dana untuk membuat sistem hidroponik terbilang mahal, teknik dan pemeliharaan yang rumit, serta sulitnya memperoleh pasokan alat dan bahan seperti nutrisi AB Mis dan Rockwool.

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan perawatan sistem hidroponuk adalah mengontrol larutan nutrisi untuk tanaman. Menjaga posisi pompa agar selalu terendam air, menyulam tanaman yang telah mati. Budidaya tanaman secara hidroponik tidak membutuhkan pengendalian hama dan penyakit, sebab hama dan penyakit yang menyerang tanaman sangat sedikit. Hal ini adalah salah satu kelebihan dari tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik.

 

Add comment

Security code
Refresh