ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi JOSSMO SENJATA PENGENDALI HAMA TIKUS

JOSSMO SENJATA PENGENDALI HAMA TIKUS

E-mail Cetak PDF

jossmoJossMo adalah sebuah hasil kreatifitas inovasi teknologi Sentrong sebagai alat untuk mengendalikan hama Tikus.

Bapak Suparmo, SP selaku POPT Kecamatan Gudo yang menggagas JossMo berencana untuk memasyarakatkan alat pengendali tikus tersebut di wilayah-wilayah yang tanamannya sering di serang hama tikus seperti Desa Bugasur Kedaleman, Sukopinggir, Sukoiber, Gudo dan Kedungturi.Sebagai upaya untuk merealisasikan rencana tersebut, jajaran Petugas Pertanian (Mantan, POPT, Koordinator PPL dan PPL ) Kecamatan Gudo melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan kelompok tani tentang alat pengendali tikus JossMo pada tanggal 2 Agustus 2011. Dari hasil pertemuan tersebut beberapa kelompok tani secara swadaya memesan JossMo untuk mengendalikan hama tikus di wilayah masing-masing. Untuk peluncuran JossMo tersebut dipusatkan di poktan Kedaleman dengan melibatkan anggota poktan Kedaleman, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Camat Gudo dan Perangkat Desa Bugasur Kedaleman.

Pada hari Kamis, 11 Agustus 2011 pagi itu bersiap anggota poktan Kedaleman untuk melakukan pengendalian hama tikus. JossMo sejumlah 9 buah disiapkan untuk kegiatan tersebut. Bapak Achmad Sjarifudin, SH selaku Camat Gudo menyambut positif adanya kegiatan pengendalian hama tikus dengan alat JossMo. Beliau menyampaikan perlu adanya suatu kajian tentang efektifitas dan efisiensi dari alat JossMo tersebut untuk pengendalian hama tikus. Senada dengan bapak Camat Gudo, Bapak Ir. Much. Rony, MM selaku Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Dinas pertanian Kabupaten Jombang juga merasa perlu di kaji lebih detail lagi secara teknis penggunaannya supaya tujuan akhir hama tikus terkendali bisa tercapai dengan menggunakan JossMo.    Bagi petani Kedaleman adanya alat JossMo merupakan suatu berkah tersendiri di bulan suci Ramadan ini apabila alat tersebut efektif untuk mengendalikan hama tikus. Perlu diketahui poktan kedaleman setiap musim selalu melakukan gerakan pengendalian hama tikus dengan gropyokan maupun menggunakan Alpostran. Tetapi setiap musim tanam hama tikus masih menjadi masalah karena poktan kedaleman merupakan suatu wilayah yang bisa ditanami padi 3 kali dalam satu tahun.

Suparmo, SP selaku POPT Kecamatan Gudo mengatakan pada petani bahwa dalam pengendalian hama tikus menggunakan JossMo di samping tiap lubang tikus di beri belerang, waktu pembakaran tiap lubang juga perlu waktu yang agak lama ( minimal 1 menit per lubang ) supaya hama tikus yang ada di dalam lubang bisa benar-benar mati terkena asap belerang yang terbakar maupun panas api yang dikeluarkan alat.
(Ach Djazuli, Gudo)

 

 

 

Comments  

 
#1 opick 2012-08-06 23:33
gak efektif membahayakan pemakai dan tdk ramah lingkungan, itu kalau di lubang ada tikus kalau gak ada percuma selain itu biayanya terlalu banyak, seharusnya kita sadar bahwa rantai makanan di lingkungan itu sudah terputus. kalau menurutku mendingan setiap pojok sawah kita tanami kamboja metode zaman dulu. dan beralih memakai pupuk organik cair maupun padat.
 

Add comment

Security code
Refresh