ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

HIDROPONIK ALTERNATIF BERKEBUN DILAHAN SEMPIT

Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya.

Hidroponik sendiri memiliki pengertian suatu budidaya menanam dengan mamakai (memanfaatkan) air tanpa memakai tanah dan menekankan penumbuhan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Kebutuhan air pada tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan kebutuhan air pada budidaya dengan memakai media tanah. Hidroponik memakai air yang lebih efisien, jadi sangat cocok diterapkan pada daerah yang mempunyai pasokan air yang terbatas.

 

Penanggulangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi, menjadi salah satu momok bagi sebagian petani. Tidak hanya merugikan, namun hama dan penyakit yang menyerang bisa berdampak pada gagal panen.

(sumber gambar : pixabay.com)

Seperti halnya serangan hama wereng yang terjadi di kecamatan Jombang, Bandarkedungmulyo, Diwek, Gudo, Kesamben dan Perak. Serta baru-baru ini serangan hama tikus bulan januari kemarin di daerah Sumobito.

   

Cara Sederhana Menghalau Hama Pada Tanaman Kelengkeng

Siapa yang tidak tau buah kelengkeng? Buah yang memiliki rasa manis dan berbentuk bulat ini tergolong dalam famili Sapindaceae dan ordo dari Sapindales dengan nama latin Dimocarpus logan L. Meskipun berukuran kecil buah kelengkeng memiliki kandungan gizi yang tinggi, diantaranya vitamin A, vitamin B, B1, B2, B3, vitamin C, kalsium, kalium, protein, fosfor, mangan, zat besi, seng, karbohidrat,

   

KENDALIKAN HAMA PENYAKIT TANAMAN DENGAN TANAM REFUGIA

Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman adalah hama dan penyakit. Rata-rata petani menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan hama dan penyakit pada segalam macam tanaman. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan dan terus menerus dapat merusak lingkungan dan mengakibatkan resistan pada hama itu sendiri.

Refugia adalah beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Jenis tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman Refugia diantaranya : 1) Refugia penghasil sayuran (Kacang panjang, kacang tunggak, kecipir, oyong, kedelai) 2) Refugia penghasil bunga; (bunga matahari, kenikir, bunga kertas, bunga tagetes, Arachis) 3) Refugia tanaman liar (tapak dara, Sidaguri, tanaman jengger ayam, orok-orok).
Umumnya tanaman refugia ditanam di pinggir guludan atau diluar pertanaman secara memanjang dan berbunga mencolok. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lebah, semut, dan serangga hama seperti thrips, kupu-kupu sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga dengan warna mencolok serta berbau. Bunga tanaman Refugia berwarna terang dan menghasilkan nektar yang bermanfaat sebagai sumber pakan musuh alami.

Penggunaan musuh alami dalam dunia pertanian untuk menanggulangi dan mengendalikan hama tanaman bukanlah hal yang asing lagi dan sangat dianjurkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan pestida yang berlebihan. Ledakan hama pengganggu tanaman membutuhkan perlakuan dengan cara melakukan penyemprotan pestisida kimia, nabati maupun hayati. Salah satu cara alami, ramah lingkungan dan efisien dalam menganggulangi organisme penggangu tanaman adalah penggunaan tanaman refugia.

Pengendalian hama pada tanaman secara alami dapat dikatakan berhasil tergantung dari sejauh mana kelestarian dari agroekosistem dan peranan tiap komponen yang ada pada suatu lokasi tanaman yang dibudidayakan. Refugia dapat merubah perilaku pelaku utama atau petani menjadi lebih bijaksana dalam penggunaan pestida kimia sehingga tidak selalu mengandalkan pestisida kimia. 

Pemakaian tanaman refugia tergolong ekonomis dan lebih ramah lingkungan. Pemakaian tanaman refugia juga baik bagi kesehatan.  Pemakaian pestisida dalam jangka panjang akan berpengaruh pada petani yang mengaplikasikannya. Apalagi kalau cara pemakaian tidak tepat.
Penggunaan tanaman refugia ini juga akan mengurangi biaya dalam pengendalian hama pengganggu tanaman. Sebagaimana diketahui belanja untuk pestisida tergolong cukup besar apalagi untuk tanaman hortikultura.

Akhir-akhir ini banyak serangan hama wereng batang coklat/WBC, refugia adalah alternatife yang bisa digunakan untuk mengendaliakan hama wereng, karena dengan adanya refugia maka musuh alami hama wereng akan datang. Selain itu petani juga harus sering melakukan pengamatan setidaknya tiga hari sekali, untuk memantau perkembangbiakan hama wereng agar tidak sampai terlambat penangannya.

Adalah Kelompoktani Kramat desa Tanggungkramat Kecamatan Ploso yang di ketuai oleh Kutut Danu Winarko telah menanam refugia disekitar lokasi sawah.  Sudah dilaksanakan sejak tahun 2014.  Dari luasan 46 hektar, sudah kurang lebih 80 persen pada pematang sawahnya ditanamai refugia, yaitu bunga matahari bunga pacar, bunga sruni, serta ditanami kedelai. Poktan Kramat bahkan sudah dapat menyediakan pembenihan refugia, diantaranya bunga matahari, sruni, marigold/bunga gumintir.

Petani di desa Tanggungkramat sangat antusias menanam refugia karena selain keindahan, refugia juga sangat bermanfaat untuk mengendalikan hama pada tanaman padi mereka. “Dengan bertanam Refugia, Alhamdulillah saya bisa mengurangi penggunaan pestisida kimia, karena tidak perlu nyemprot untuk pencegahan hama penyakit,” kata Kutut. Kutut merasa sangat terbantu.  Sebelum ditanami Refugia, dia selalu was-was terhadap serangan hama, utamanya hama wereng. Saat ini sudah tidak lagi. Oleh karena itu Kutut selalu sosialisasikan manfaat bertanam refugia dan selalu memberi contoh anggotanya.  Menanam refugia di sawah untuk mengendalikan hama. (Admin TI-Ploso)

 

 

   

“JOSMO” Senjata Petani Berburu Pengerat

Tikus adalah hewan pengerat yang mempunyai kemampuan berkembang biak sangat cepat. Periode bunting pada tikus adalah 21hari dengan sex rasio 4-12 ekor/kelahiran, dan tikus betina dapat kawin 48 jam setelah melahirkan. Dengan demikian selama 1 tahun sepasang tikus dapat berkembang biak sebanyak kurang lebih 1.000 ekor. Jadi bisa