ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan

Program Kegiatan

pemuda

PEMUDA TANI, PELOPOR PERTANIAN MAJU BERBASIS TEKNOLOGI ORGANIK

Visi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang “Menuju Budaya Pertanian Organik 2013” mengarahkan kebijakan pembangunan pertanian pada pemanfaatan teknologi organik.  Salah satu bentuk upaya pencapaian visi ini adalah meningkatkan sumberdaya petani dan aparatur. Tanpa kapasitas SDM yang unggul dari Petugas maupun Petani, sulit kiranya visi diatas akan terwujud.  Untuk itu, melalui Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian Kab. Jombang sejak tanggal 27 Mei 2011 yang lalu melaksanakan Pelatihan Pemuda dan Pemudi Tani.

Dalam Pelatihan yang  rencananya diselenggarakan sebanyak 8 Angkatan ini, berbagai materi yang meliputi pengetahuan manajemen, kepemimpinan, keuangan, dan teknologi pertanian disampaikan dengan harapan akan menjadi bekal bagi para peserta dalam melaksanakan kegiatan pertanian di wilayah masing- masing, tidak hanya bagi usaha (budidaya) nya sendiri tetapi juga sebagai pelopor dan pembina bagi petani disekitarnya.

Adapun agenda pelaksanaan Pelatihan adalah sebagai berikut:

ANGKATANLOKASI PELATIHANTGL PELAKSANAANPESERTA
I di P4S Sedulur Tani, Desa Banjaragung Kec. Bareng. 27 dan 28 Mei 2011 Bareng (13 orang), Mojowarno (13 Orang) dan Ngoro (14 Orang)
II di P4S Sedulur Tani, Desa Banjaragung Kec. Bareng. 29 dan 30 Mei 2011 Bandar KM (14 Orang), Gudo (13 Orang) dan Diwek (13 Orang)
III di P4S Sedulur Tani, Desa Banjaragung Kec. Bareng. 13 dan 14 Juni 2011 Mojoagung (14 Orang), wonosalam (13 Orang) dan Kesamben (13 Orang)
IV di P4S Sedulur Tani, Desa Banjaragung Kec. Bareng. 15 dan 16 Juni 2011 Sumobito (14 Orang), Jogoroto (13 Orang) dan Peterongan (13 Orang)
V P4S Mitra Tani, Dsn. Sumberwinong, Ds. Banjardowo Kec. Jombang 18 dan 19 Juli 2011 Perak (13 Orang), Jombang (13 Orang) dan megaluh (14 Orang)
VI P4S Mitra Tani, Dsn. Sumberwinong, Ds. Banjardowo Kec. Jombang 20 dan 21 Juli 2011 Ploso (14 Orang), Plandaan (13 Orang) dan Ngusikan (13 Orang)
VII P4S Mitra Tani, Dsn. Sumberwinong, Ds. Banjardowo Kec. Jombang 26 dan 27 Sept 2011 Tembelang (13 Orang), Kabuh (13 Orang) dan kudu (14 Orang)
VIII P4S Mitra Tani, Dsn. Sumberwinong, Ds. Banjardowo Kec. Jombang 28 dan 29 Sept 2011 Pengurus Gapoktan PUAP yg telah dilegalisasi (40 Orang)


Materi Pelatihan
1. Managemen Kepemimpinan
2. Teknologi Pembuatan dan Aplikasi Bokashi
3. Teknologi Pembuatan dan Aplikasi MOL
4. Kemitraan produksi  bibit sayuran
5. Agens Hayati
6. Cendawan Mikoriza Plus
7. Managemen Keuangan/Akuntansi
8. Agribisnis dan Teknologi Informasi
(Rudi/Posko)

 
ngusikan

SOSIALISASI LOMBA POKTAN KECAMATAN NGUSIKAN

Dalam rangka lomba poktan tahun 2011, Kecamatan Ngusikan pada tanggal 28 Juni 2011 di Balai Desa Ngusikan mengadakan sosialisasi lomba yang dihadiri 35 orang ketua Poktan se- Kecamatan Ngusikan, beberapa perangkat Desa dan Seluruh PPL Kec. Ngusikan. Koordinator PPL Kec. Ngusikann, Bapak Agus Bambang Riyanto menyampaikan secara rinci dan detail mengenai kriteria penilaian lomba. Selain itu juga disampaikan bocoran hadiah lomba, sehingga menbuat ketua poktan semakin antusias menyambut dan mengikuti lomba.

Pentingnya pembuatan dan penggunaan pupuk organik bokashi serta MOL juga ditegaskan kembali oleh Beliau. Hal ini wajib dilakukan karena berdasarkan hasil uji sampel tanah tahun 2010 yang dilakukan Lab. Tanah Disperta Jombang menunjukkan bahwa kandungan BO rata-rata di wilayah Ngusikan masih dibawah normal. Untuk mendukung terlaksananya kegiatan ini Tim PPL Kecamatan Ngusikan  mulai mempersiapkan diri untuk bekerja lebih solid lagi memberikan pembinaan kepada kelompoktani. Para Petugas Pertanian Kecamatan Ngusikan juga akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa meng-upgrade diri sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas SDM.
(Deny/Ngusikan)

   
bupati

BUPATI JOMBANG TERIMA SETYALENCANA PEMBANGUNAN PEMBERDAYAAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

Sekali lagi prestasi pembangunan Kabupaten Jombang mendapatkan pengakuan di level nasional. Bersama empat Bupati dan Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur, Bupati Jombang Suyanto menerima Setyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan itu sendiri dlakukan di sela kegiatan PENAS ke 13 Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kaltim.

Bupati Jombang menerima penghargaan itu sebagai apresiasi atas  komitmennya dalam membangun sektor pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic dan kemandirian petani dalam memproduksi pupuk organic. “ Penghargaan ini  merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan resmi dari pemerintah atas kerja keras para petani, kelompoktani dan aparatur Kabupaten Jombang,” ujar Suyanto.

Sebagaimana diketahui sejak 2007 Kabupaten Jombang getol membangun pertanian melalui pemberdayaan pertanian organic. Kelompoktani dilatih untuk membuat dan mengaplikasikan MOL (Mikroorganisme LOkal), Pesnab (Pestisida Nabati) dan berbagai bahan-bahan local untuk menyuburkan tanamannya. Selain peningkatan kualitas SDM, pembangunan pertanian berkelanjutan di Jombang juga dilakukan melalui upaya penguatan kelembagaan. Berbagai kelembagaan seperti IPPHTI (Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia) AP3O (Asosiasi Petani Pengembang Pupuk Organik) diperankan maksimal untuk mendorong kegiatan pertanian ramah lingkungan. “ Saya senang sekaligus bangga dengan para petani dan kelompoktani yang mampu memproduksi pupuk yang digunakan. Ini adalah bentuk kemandirian sebagai warga,” terang Bupati Suyanto  beberapa saat setelah menerima penghargaan.

Suyanto berharap apa yang telah dilakukan petani dalam menyediakan sarana produksi dalam bentuk pupuk organic semakin ditingkatkan kualitasnya. Para petugas juga supaya semakin intens dalam melakukan pendampingan kepada kelompoktani. “Penghargaan yang kita terima harus menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja, “ ujar Suyanto.

Penerimaan penghargaan itu sendiri melengkapi sukses Suyanto dan KTNA Jatim memboyong PENAS ke 14 di Jawa Timur pada tahun 2014. “Bukti kita layak mendapatkan penghargaan ini akan disaksikan oleh para peserta PENAS 14 di Jatim Nanti. Mereka akan kita ajak belajar secara langsung di lapang bersama para kelompoktani. Tidak sekedar temuwicara di kelas,“ pungkas Bupati yang juga Ketua KTNA Jatim itu.

   
bupati

BUPATI JOMBANG BOYONG PENAS 14 KE JATIM

Belum genap setahun memimpin KTNA Jawa Timur, Drs. H Suyanto, sukses memboyong PENAS ke 14 di Jawa Timur tahun 2014. Keputusan tersebut merupakan hasil Rembug Utama KTNA Nasional di Tenggarong, Kutai Kertanegara (16/6/2011). Di Kabupaten Terkaya di Indonesia itulah ditentukan Provinsi yang layak jadi tuan rumah PENAS ke 14. Upaya memboyong PENAS (Pekan Nasional) Petani nelayan itu sendiri berlangsung tidak mudah. Jatim harus menyisihkan 32 lain Provinsi. Setelah melalui berbagai persyaratan dan pertimbangan, peserta Rembug Utama Nasional menentukan Provinsi yang layak menjadi tuan rumah diantaranya Provinsi Aceh, Bali, Sumatra Barat dan Jawa Timur.

Karena mekanisme musyawarah mufakat mengalami dead lock, akhirnya keputusan dilakukan melalui voting. Dalam kesempatan inilah Jatim mendapatkan dukungan terbanyak sebagai tuan rumah PENAS ke 14. Menyisihkan nominasi terkuat Provinsi Bali.

Dalam paparannya dihadapan kontingen se Indonesia. Ketua KTNA Jawa Timur itu menawarkan gagasan PENAS model Jatim. Menurutnya, dengan potensi Jatim sebagai lumbung pangan nasional, gudang ternak Nasional, Lumbung Gula Nasional sekaligus sentra agribisnis nasional Jatim akan menjadi tempat belajar sekaligus membangun jaringan bisnis bagi para petani se Indonesia, “Kita akan merubah kesan PENAS sebagai kesempatan untuk jalan-jalan saja,” ujar Suyanto dalam paparannya di depan forum nasional petani nelayan se Indonesia.

Dalam presentasi yang dibatasi 15 menit, Ketua KTNA Jatim itu menambahkan PENAS nantinya tidak akan disentralkan di satu Kabupaten sebagaimana PENAS-PENAS sebelumnya. Pada PENAS ke-14 di Jatim, para peserta PENAS akan ditempatkan dilokasi sesuai minat dan permintaan masing-masing kontingen. “Jawa Timur memiliki banyak daerah dengan keunggulannya masing-masing. Ternak unggas di Kediri, sapi potong di Tulungagung, horti di Malang, pangan di Ngawi-Jombang. Di klaster-klaster inilah para peserta PENAS akan tinggal dan melakukan sekolah lapang, ”ujar Suyanto.
Lebih lanjut, Suyanto menyampaikan pelaksanaan PENAS di Jatim sudah mendapatkan dukungan penuh dari Pak Dhe Karwo Gubernur Jawa Timur termasuk bupati walikota di Jatim. Ajang PENAS yang bisa mendatangkan puluhan ribu tamu se Indonesia itu memang menjadi peluang promosi sekaligus menggerakkan sektor riel tuan rumah PENAS.

Winarno Tohir, Ketua Umum KTNA Nasional mengatakan, Jatim layak sebagai tuan rumah. ” Saya berharap pelaksanaan PENAS bisa direorientasi untuk mengembalikan PENAS sebagai ajang belajar, promosi dan membangun jaringan, ” katanya.



   
jagung

JELANG TANAM JAGUNG

Potensi tanaman jagung di Kecamatan Gudo pada MK II 2011 sekitar 1.688 Ha. Kendala klasik yang dihadapi petani menjelang tanam jagung adalah trauma terhadap munculnya penyakit Bulai pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Perenosclerospora Maydis. Pada dekade 3 tahun terakhir di wilayah Kecamatan Gudo termasuk rentan terhadap serangan penyakit Bulai tersebut. 

Segala upaya telah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dalam mengatasi masalah penyakit Bulai pada tanaman jagung. Pada hari ini 31 Mei – 1 Juni 2011 PT. Dupont selaku produsen benih jagung Pioneer di dukung BPP Kecamatan Gudo mengadakan Launching produk terbaru dari PT. Dupont yaitu P 21 Dahsyat Perlindungan Total dengan warna Seed Treatment biru. Acara tersebut dilangsungkan di Dusun pojok Desa plumbon Gambang kecamatan Gudo.

Menurut Manager Area PT. Dupont wilayah Surabaya bahwa dalam acara ini PT. Dupont mau menunjukkan kepada para petani jagung tentang produk terbarunya dari umur 20, 30, 40, 50 hst hingga menjelang panen. Pada percobaan tersebut dapat dilihat bahwa dengan perlakuan yang sama beda varietas terjadi respon yang berbeda terhadap ketahanan penyakit Bulai. Varietas P 21 Dahsyat Perlindungan Total relatif tahan terhadap serangan penyakit Bulai dibanding Varietas pembanding pada berbagai fase pertumbuhan.

Bapak Ir. Moch. Rony, MM mewakili Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dalam sambutannya kembali mengingatkan kepada para petani akan pentingnya penggunaan Bokashi pada tanaman jagung. Disadari atau tidak kondisi tanah pertanian kita saat ini adalah kritis. Artinya apabila tanah sebagai media tumbuh ini miskin akan bahan organik jangan harap tanaman yang tumbuh diatasnya akan sehat. Dengan kata lain apabila tanaman itu tidak bisa tumbuh sehat maka penyakit akan mudah masuk ke dalam jaringan tanaman. Bokashi sebagai salah satu pupuk yang dapat meningkatkan bahan organik di dalam tanah wajib hukumnya untuk digunakn pada tanaman jagung baik sebagai tutup lubang tanam maupun di alur pada larikan tanaman sebagai pupuk susulan.

Acara Launching Produk ini secara simbolis ditandai dengan pembukaan klobot pada tanaman jagung siap panen yang dilakukan oleh Wakil dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Camat Gudo dan Manager Area PT. Dupont wilayah Surabaya.

Pada kesempatan lain Bapak Suparmo, SP selaku Petugas POPT Kecamatan Gudo berharap kepada PT. Dupont sebagai salah satu stake holder untuk bisa lebih meningkatkan dan saling bekerja sama membina petani terutama dalam pengendalian penyakit Bulai pada tanaman jagung.