ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan BINTEK PEMANFAATAN E-FORM HORTIKULTURA JAWA TIMUR

BINTEK PEMANFAATAN E-FORM HORTIKULTURA JAWA TIMUR

E-mail Cetak PDF

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementrian Pertanian melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknik (Bintek) pemanfaatan E-Form Hortikultura kultura Provinsi Jawa Timur di Hotel Utami Sidoarjo pada tanggal 20-21 Agustus 2013. Acara ini dihadiri oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Bapak Ir. M. Tassim Billah, MSc.

Apresiasi yang tinggi diberikan oleh Bapak Tashim dengan banyaknya peserta dari Kota / Kabupaten di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jombang yang mengirimkan petugas pengelola data, Saudara Faisal ar Rozi, S.Kom. Bimbingan Teknis  Hortikultura  ini dimaksudkan agar instansi dalam lingkup Kementerian Pertanian mampu menyajikan data hortikultura yang baik sehingga mendukung kegiatan pendataan komoditas hortikultura dan juga sebagai data ketersediaan yang baik, informatif, akurat dan update.

Sampai saat ini banyak daerah di Kabupaten/Kota yang belum bisa memberikan informasi data secara akurat dan update, padahal data ini sangat dibutuhkan masyarakat. Terkait  realita dalam waktu beberapa minggu terakhir ini ketersediaan  produk komoditas hortikultura mengalami fluktuasi harga dan kuantitas.

Dalam bintek ini petugas mempelajari E-Form hortikultura  untuk melihat,meng-entry,mengedit data komoditas hortikultura yang ada di masing-masing wilayah kerjanya. Bintek ini akan dilakukan secara kontinyu untuk menindaklanjuti adanya pergantian petugas yang bisa memungkinkan terjadi kesalahan pengisian data.

Keputusan dari Dirjen Hortikultura  Kementrian Pertanian yang menginginkan adanya data komoditas hortikultura  dari daerah,  informasinya bisa sampai ke pusat dengan akurat dan cepat. Ketidakstabilan harga komoditas hortikultura saat ini berpangkal karena adanya kebijakan yang tidak tepat seperti import bawang putih dibatasi sehingga harganya bisa meledak membumbung tinggi. Namun disisi lain adanya pembatasan itupun juga berdampak baik karena pemerintah  menginginkan harga tepat yang bisa menguntungkan petani. Oleh karena itu pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui suply yang ada di lapangan sehingga mampu mewujudkan win-win solution untuk konsumen/masyarakat dan petani. Adanya data yang akurat tersebut, kemudian direkap dan dianalisa agar diketahu  kelebihan atau kekurangan suply hortikultura sehingga dapat menetapkan kebijakan yang tidak ‘njomplang’ hanya mendukung salah satu pihak. Selain itu jika data ini ada maka dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti instansi/dinas kabupaten/kota, pengusaha, pedagang dan petani dalam menentukan langkah menjalankan kegiatannnya.
(Faisal ar Rozi, S.Kom - Unit TI Dinas Pertanian Kab. Jombang)

 

 

 

 

 

Comments  

 
#1 jeffi 2013-09-27 08:56
mas faisal to......iki mbak jevy kab.pasuruan
 

Add comment

Security code
Refresh