ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan TEMU USAHA GAPOKTAN

TEMU USAHA GAPOKTAN

E-mail Cetak PDF

Sebagai tindaklanjut kegiatan pelatihan dan pendampingan Gapoktan Percontohan, Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyelenggarakan kegiatan Temu Usaha Gapoktan Percontohan. Bertempat di gedung KPRI, 5 Gapoktan bertemu dengan perbankan, Bulog dan Dinas Koperasi dan UMKM. Meski sudah bermitra dengan Bulog sejak tahun 2012, ternyata masih banyak soal kemitraan yang masih perlu dikomunikasikan dengan Bulog. Salah satu diantaranya peluang pengadaan beras premium di UPGB (Unit Pengolahan Gabah Beras) Bulog. Sebagaimana diketahui, selama ini Gapoktan melakukan kemitraan pengadaan gabah beras ke Bulog untuk jenis gabah beras medium. Dengan kelas ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang digunakan sudah dipatok sesuai Inpres Rp 6.600 untuk beras dan Rp. 3.300 untuk gabah.

Umumnya Gapoktan akan berhenti melakukan setoran ke Bulog ketika harga pembelian di pasar umum naik sementara harga pembelian Bulog tetap sesuai dengan HPP. “Kita tidak bisa memaksakan Gapoktan harus  setor ke Bulog. Kalau memang harga di luar bagus Gapoktan bisa menjual ke pasar umum. Tapi Bulog juga tetap bisa membeli panen petani untuk gabah beras kelas premium. Kalau untuk kelas ini kita tidak menggunakan pedoman standart HPP tapi menggunakan harga pasar. Saya berharap Gapoktan bisa masuk ke pola ini, “ kata kepala Sub Divre Surabaya Selatan.

Sementara itu, dari Dinas Koperasi dan UMKM menandaskan pentingnya menguatkan kelembagaan Gapoktan. Lembaga gapoktan yang telah memiliki dasar SK Bupati, memiliki AD ART apalagi berbadan hokum sudah lebih dari cukup untuk menyelenggarakan kegiatan agribisnis dan bekerjasama dengan pihak lain. “Tolok ukur Gapoktan yang baik tidak hanya mampu menyelenggarakan kegiatan bisnis. Tapi sejauhmana mampu melibatkan anggota dalam forum resmi rapat anggota kemudian membuat laporan resmi setiap tahun.

Selain dari Bulog dan dari Dinas Koperasi, kegiatan temu usaha juga dihadiri Bank Jatim Cabang Jombang. Fitri analis dari bank Jatim mengingatkan kepada para pengurus Gapoktan agar memperhatikan administrasi. “Bagaimanapun Bank terikat dengan aturan perbankan,” katanya menanggapi pertanyaan Gapoktan yang berharap kemudahan akses kredit.

Terkait lama proses dan pencairan kredit,  dia menjelaskan waktu yang dibutuhkan adalah dua minggu. “Kalau Gapoktan mengajukannya sudah akhir bulan maka akan diproses pada bulan berikutnya. Karena itu kita berharap jauh hari sebelum melakukan usaha Gapoktan sudah membuat persiapan. Sehingga proses dan waktu pencairan bisa sesuai dengan kebutuhan usaha Gapoktan,” terang Fitri.

Anggota Gapoktan semakin mantap dengan akan diikutsertakannya dalam Temu usaha (Bisnis Gathering) yang akan diselenggarakan oleh Bulog bersama Perbankan.
(Sumber : Majalah Humus Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Edisi 34 Tahun IV 2013)

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh