ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan PENINGKATAN KAPASITAS HORTI

PENINGKATAN KAPASITAS HORTI

E-mail Cetak PDF

Para penyuluh pertanian masih perlu banyak pembekalan terutama tentang teknis budidaya hortikultura. Dinamika di petani berjalan begitu cepat, apalagi mereka langsung bersinggungan dengan industri benih, pupuk dan obat-obatan pertanian yang tentunya membawa paket teknologi yang sangat spesifik. Karena itu para petugas lapangan akan tertinggal kalau tidak ada upaya pembekalan teknis tentang teknologi budidaya hortikultura.

Hal itu mengemuka saat kepala Dinas Pertanian melakukan pembinaan langsung ke lapangan bersama jajaran kepala Bidang dan sekretaris Dinas. Terutama saat tiba di BPP Sumobito, harapan peningkatan kapasitas teknologi Budidaya Hortikultura sangat diharapkan. “Kami masih sangat memerlukan tambahan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya horti. Kalau soal komoditas pangan mungkin sementara sudah cukup, tapi khususnya horti, para petani telah berkembang begitu cepat,” terang Arifin Mantri Tani Kecamatan Sumobito kepada Kepala Dinas Pertanian Ir. Syamto, MMA.

Hal senada disampaikan Gatot FA, Koordinator PPL Kecamatan Sumobito. “para petani horti telah menjadi ajang perang dagang dari para pelaku pasar terutama industry benih dan obat-obatan. Oleh karena itu mau tidak mau kita harus ikut masuk kesana sebagai bahan untuk masuk dan melakukan pembinaan kepada petani, “ katanya.

Komoditas hortikultura memang sangat enjanjikan. Akan tetapi tidak banyak kelompoktani yang berani secara intensif masuk menggelutinya kalau tidak memiliki tradisi yang kuat sebagai petani horti. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya informasi dan semakin terbukanya hubungan baik antar petani dan petani dengan perusahaan peluang untuk perluasan komoditas hoortikutura ternyata semakin tak terbendung.

Sebagai respon dari kebutuhan petugas di lapangan, terutama tentang peningkatan kapasitas teknologi budidaya hortikutura saat itu juga Kepala Dinas yang didampingi oleh sekretaris Dinas dan Tiga Kepala Bidang. Ir Supriyanto Kabid Penyuluhan, Ir. M Ronny, MMA Kabid Produksi, Didik BP, SP Kabid usahatani langsung memformulasikan langkah untuk menjawab kebutuhan para petugas lapangan.

Beberapa langkah yang akan dilakukan diantaranya, perlunya pemetaan kesesuaian lahan pertanian di Kabupaten Jombang. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan analisa unsure hara dan kondisi agroklimat untuk kesesuaian pengembangan komoditas. “Saya berharap ini bisa dianggarkan tahun 2014 di Seluruh Kecamatan di kabupaten Jombang. Ini akan bermanfaat bagi para petani, bahkan mungkin investor untuk melakukan kegiatan usaha secara intensif di Kabupaten Jombang, “terang Kepala Dinas.

Langkah kedua, sebagai solusi yang segera bisa dilakukan adalah melakukan lokakarya petani. Dalam hal ini khususnya petani hortikultura. “Ini bisa dilakukan melalui bidang penyuluhan baik dengan cara mendatangkan para petani maju atau dari balai hortikultura untuk melakukan pembekalan teknis kepada para petugas pertanian,” tambah abah Syamto.

Dalam kesempatan itu juga, muncul gagasan untuk mengupayakan kegiatan dari APBD untuk dem hortikultura yang langsung ditangani oleh petugas pertanian. “Kita akan segera susun langkah dikantor, agar yang kita bicarakan hari ini bisa segera terealisasi sesuai harapan,” pungkas abah Syamto.

Sesuai komitmen yang telah dibangun sejak awal bahwa Dinas Pertanian dibawah kepemimpnan Ir. Syamto, MMA akan lebih banyak turun ke lapangan menyerap aspirasi dan melihat langsung situasi di lapangan. Termasuk salah satunya upaya mengidentifikasi kelompok-kelompok unggulan, di setiap Kecamatan untuk dibina secara tuntas dari hulu sampai hilir.

Sentra hortikultura Kabupaten Jombang :
•    Kecamatan Kudu : Desa Made dan desa Sumber teguh dengan komoditaskangkung biji dan bayam
•    Kecamatan Ngusikan, Desa Nunggal dan Desa Ngampel komoditas Kangkung
•    Kecamatan Plandaan,  Desa Jipurapah, Pelabuhan dan desa Kampung Baru komoditas Cabe rawit
•    Kecamatan Kabuh,  Desa Marmoyo dan Kedungaji komoditas cabe rawit
•    Kecamatan Sumobito, Desa Brudu komoditas melon
•    Kecamatan Megaluh, di desa Kedungrejo dan Balongbesuk  Komoditas semangka dan melon
•    Kecamatan Ploso, di Desa Tanggungkramat komoditas semangka
•    Kecamatan kesamben, Desa Blimbing dan Desa Jombok komoditas cabe rawit
•    Kecamatan Mojowarno, Desa latsari komoditas bawang merah
•    Kecamatan Tembelang,  di Desa Gabus Banaran komoditas Salak
•    Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Desa Karangasem komoditas waluh, gambas, terong
•    Selain itu, Kabupaten Jombang juga memiliki produk unggulan berupa Durian Bido Wonosalam dan Jambu Gondangmanis Bandar Kedungmulyo.

(Sumber : Majalah Humus Edisi 34 Tahun IV 2013)

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh