ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan LANJUTKAN DAN KEMBANGKAN OLEH IR. JUFRI, MSI. PLT. KEPALA DINAS PERTANIAN

LANJUTKAN DAN KEMBANGKAN OLEH IR. JUFRI, MSI. PLT. KEPALA DINAS PERTANIAN

E-mail Cetak PDF

Estafet kepemimpinan Dinas Pertanian telah  bergerak.  Ir. Jufri, MSi telah ditunjuk oleh Bupati Suyanto selaku PLT (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas pertanian Kabupaten Jombang menggantikan Drs. Suhardi, MSi yang telah menyelesaikan masa baktinya pada bulan Juli 2012.

Sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas, tentu Ir.  Jufri dituntut untuk mampu menjaga keberlanjutan program, mengingat Jombang telah dikenal baik sebagai daerah yang memberikan perhatian besar pada pembangunan sektor pertanian. Berbagai program seperti penguatan SDM petani dan petugas, penguatan kelembagaan petani, gerakan organik, kontrak kerja PPL, tunda jual di tingkat kelompok dan integrasi pembangunan hulu hilir telah dilakukan dan mulai dirasakan di masyarakat dan membuahkan prestasi di berbagai tingkatan.  Jufri menandaskan, akan tetap melanjutkan apa yang sudah dirintis periode kepemimpinan sebelumnya. “Bagaimanapun apa yang telah dirintis pimpinan terdahulu telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, saya bersama tim punya kewajiban besar untuk melanjutkannya,” terang Jufri saat berbincang dengan Humus di ruang kerjanya.

Selain melanjutkan program sebelumnya, hal Kedua yang akan dilakukan adalah, mengembangkan titik-titik keunggulan. Kabupaten Jombang dikenal banyak memiliki potensi keunggulan bidang pertanian baik komoditas maupun kelembagaan pertanian. Sebagai contoh, Kabupaten Jombang memiliki sistem kelembagaan Poktan-Gapoktan yang mantap. Satu dusun satu Poktan, satu desa satu Gapoktan dengan basis hamparan. Semua Poktan Gapoktan mendapatkan legalitas dalam bentuk SK Bupati. Namun ketika ditanya mana Poktan yang unggul, unggulnya di bidang apa seringkali masih kesulitan untuk menunjukkan. “Kedepan kita ingin lebih fokus dalam mengembangkan kelembagaan Poktan Gapoktan supaya hasilnya bisa dilihat dengan nyata dan bisa menjadi contoh bagi yang lain. Seperti di Pojok Kulon yang memiliki ciri khas keunggulan di bidang tunda jual, tentu di kelompok yang lain juga punya keunggulan. Inilah yang berusaha kita dampingi dan kita angkat agar lebih berkembang dengan cara mengembangkan titik-titik percontohan,” terang Jufri.

Ketiga, Pemerataan. Di Kabupaten Jombang telah berkembang berbagai potensi pertanian. Baik komoditi, kelembagaan maupun SDM pertanian. “Dengan berkembangnya potensi-potensi tersebut, kita ingin masing-masing potensi bisa mendapatkan dukungan secara proporsional. Sehingga tidak ada satu yang lebih dominan daripada yang lain. Misalnya, saat ini di Jombang telah berjalan kemitraan Bulog dengan Gapoktan. Kita ingin masing-masing Gapoktan mendapat perhatian yang sama. Demikian juga dengan kelembagaan yang lain. Kita akan berusaha menata supaya semuanya punya kesempatan yang sama untuk berkembang,”kata Jufri.

Apabila melihat situasi di lapangan, kita mengenal ada pembedaan secara geografis, utara brantas dan selatan brantas. Atau pembedaan dari sisi potensi  wilayah, dikenal ada wilayah unggulan atau wilayah potensial juga ada wilayah marjinal atau wilayah pinggiran yang dipandang kurang potensial. Tentu, dengan adanya prinsip pemerataan semua wilayah harusnya mendapatkan perhatian secara proporsional.

Keempat, Mengintensifkan komunikasi dan  koordinasi dengan dinas terkait. Dinas pertanian tidak bisa berdiri sendiri. Sebagai contoh, dalam pembinaan Poktan Gapoktan, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan MoU (kesepakatan) untuk melakukan pembinaan dan pendampingan secara bersama-sama antara Dinas pertanian, Dinas peternakan perikanan, Dinas kehutanan Perkebunana dan Kantor Ketahanan pangan. M Jufri menyampaikan ,“Melalui MoU yang sudah ada kita berusaha mengoperasikannya untuk lebih meningkatkan pembinaan Poktan gapoktan. Termasuk dengan SKPD lain semisal perindagpasar koperasi dan lain-lainnya.”

Kelima, singkronisasi di internal Dinas Pertanian terutama antar bidang. Banyak sekali kegiatan yang sudah dilakukan di Dinas baik yang sifatnya keproyekan maupun non keproyekan. Kita berusaha beban dan tanggung jawab bisa dibagi secara merata antar bidang. Supaya tidak ada satu bidang yang terlalu berat beban tanggung jawabnya. “Saya kira, saat ini kita tinggal melanjutkan apa yang sudah dirintis sebelumnya. Tentu tetap mengacu pada visi misi baik visi misi dan dokumen perencanaan yang sudah ada. Yang tidak kalah penting  bagaimana kita semua bisa bekerja dengan enak dan nyaman,” kata Ir. Jufri, Msi selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian

(Humus Edisi 27 Tahun II 2012)

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh