ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian GIAT PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI POKTAN COLO

GIAT PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI POKTAN COLO

E-mail Cetak PDF

Poktan Colo adalah salah satu Poktan yang berada di Desa Sumberingin Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Poktan Colo termasuk salah satu Poktan yang cukup diandalkan sebagai penunjang kebutuhan tanaman pangan dan perkebunan di Wilayah Kecamatan Kabuh. Adapun pola tanam yang dilaksanakan di Poktan Colo ini hanya 2 kali tanam selama

1 tahun. Yaitu padi-tembakau. Hal ini dikarenakan sistem pengairannya tadah hujan. Poktan Colo hanya bisa menanam padi 1 kali saja dalam 1 tahun yaitu pada MP (musim penghujan) dan tembakaupada MK I (musim kemarau I). Dan setelah tanaman tembakau selesai dipanen selanjutnya sawah dibiarkan bero.

 

Dalam rangka mengamankan tanaman padi Kelompok Tani Colo Desa Sumberingin Kecamatan Kabuh yang diketuai oleh Tamin berkoordinasi dengan Penyuluh WiBi yakni Deny Murtanti untuk melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) OPT tikus secara massal. Kegiatan gerdal ini diikuti oleh Ketua Gapoktan, Ketua Poktan, sebagian anggota poktan, dan didampingi oleh petugas. Adapun petugas yang turut hadir mendampingi yakni Tim Penyuluh BPP Kabuh, perwakilan Babinsa dan Babinkamtibmas.

 

 

 

 

Tikus sawah termasuk hama utama pada tanaman padi. Kerusakan tanaman dan kehilangan hasil produksi akibat serangan hama ini sangat merugikan bahkan bisa sampai mengakibatkan gagal panen / puso. Petani dibuat resah tak berdaya akibat serangan binatang pengerat ini. Kasus kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh serangan  hama tikus selalu menjadi permasalahan  tersendiri yang dihadapi petani. Serangan hama tikus ini bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa fase vegetatif hingga masa generatif.

Petugas Penyuluh pertanian dari BPP Kabuh selalu memberikan saran kepada Poktan untuk memilih pengendalian yang murah dan mudah. Yaitu  dengan cara pengaturan pola tanam, pemilihan bibit unggul yang tahan, tanam serentak, waktu tanam tepat, gropyokan, penggunaan umpan beracun, emposan, serta melestarikan keberadaan burung hantu (Tyto alba) dengan memperbanyak pendirian pagupon.

Terlihat sekali semangat dari petani saat melakukan gerdal bersama dan mereka saling bekerja sama dengan baik dengan cara dilakukan pembagian tugas. Hal ini bisa dilihat dari kekompakan mereka saat memburu tikus baik di lubang-lubang tikus pada galengan (pematang) sawah maupun di sekitar sumber air. Ada petani yang bertugas mengaplikasikan emposan dan ada yang bertugas berjaga di lubang-lubang sekitar jika sewaktu-waktu tikus-tikus yang bersembunyi keluar lubang karena terkena bau asap emposan. Selain itu juga ada petani yang bertugas untuk memasang umpan racun ke lubang-lubang tikus.

Dengan adanya gerdal ini diharapkan populasi hama tikus bisa terkendali. Sehingga tanaman di persawahan Poktan bisa lebih aman hingga panen. Sedangkan tikus-tikus yang sudah mati pada saat dilakukan gerdal dikumpulkan dan dibakar dalam satu lubang. Deny Murtanti, SP.

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh