ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian POKTAN SOOCO I KEMBANGKAN JARWO

POKTAN SOOCO I KEMBANGKAN JARWO

E-mail Cetak PDF

Poktan Sooco I adalah Kelompok tani yang berada di Desa Pengampon Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Poktan Sooco I termasuk salah satu Poktan yang cukup diandalkan sebagai pemasok kebutuhan tanaman pangan dan perkebunan di Wilayah Kecamatan Kabuh.

Adapun pola tanam yang dilaksanakan di Poktan Sooco ini hanya 2 kali tanam selama 1 tahun. Yaitu padi-tembakau atau padi-jagung. Hal ini dikarenakan sistem pengairannya tadah hujan. Poktan Sooco I hanya bisa menanam padi 1 kali saja dalam 1 tahun yaitu pada musim tanam penghujan. Sedangkan untuk tanaman yang ditanam petani poktan Sooco I pada musim tanam kedua/MK I (musim kemarau I) adalah tanaman perkebunan dan palawija. Untuk tanaman perkebunan yang dibudidayakan yaitu tembakau sedangkan tanaman palawijanya yaitu tanaman jagung. Dan setelah tanaman tembakau/jagung dipanen selanjutnya tanah/sawah dibiarkan bero.

Berdasarkan potensi diatas sangat diperlukan sekali terobosan teknologi budidaya untuk bisa meningkatkan produksi padi di Poktan Sooco I. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘Jarwo’.

Jajar legowo atau Jarwo adalah salah satu sistem tanam padi dengan tujuan meningkatkan hasil produksi pertanian (padi) dengan cara meningkatkan jumlah populasi tanaman dan merekayasa jarak tanam seolah-olah tanaman seperti tanaman tepi pematang (pinggir). Prinsip jajar legowo yaitu jumlah populasi bertambah banyak dan ada ruang (legowo) yang memanjang.

Beberapa tahun terakhir sistem tanam jarwo/jajar legowo ini sudah mulai dikembangkan di Poktan Sooco I. Penerapan sistem jarwo di Poktan ini beragam, diantaranya menggunakan pola jarwo 2:1 dan 4:1. Untuk jarakt anam yang digunakan adalah 40 x 20x 20 cm. Varietas padi yang digunakan yaitu Logawa. Dan umur bibit saat ditanam berkisar antara 20 hari setelah semai.

Pola menanam padi dengan sistem jajar legowo yang direkomendasikan oleh Departemen Pertanian RI memiliki manfaat dan keuntungan bagi petani. Manfaat dan keuntungan penerapan sistem jajar legowo antara lain : 1) jumlah populasi tanaman meningkat, 2) memudahkan perawatan dan pemeliharaan, 3) menekan serangan hama dan penyakit, 4) hemat biaya pemupukan, 5) meningkatkan produksi dan kualitas gabah.

Dalam pelaksanaan yang telah dilakukan di Poktan Sooco I ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan pola tanam jajar legowo ini. Salah satunya adalah masalah tenaga kerja. Kelompok buruh tanam belum terbiasa dan belum terlatih dengan sistem jarwo. Selain itu sistem jarwo ini juga membutuhkan jumlah tenaga kerja yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem konvensional serta membutuhkan waktu tanam yang lebih lama juga tentunya.

Dalam berbudidaya memakai sistem tanam apapun tentunya tidak lepas dengan adanya kondisi lahan yang ditanami. Bagaimana kondisi kesuburan lahan tersebut juga menentukan hasil akhir dari sebuah proses budidaya tanaman. Kondisi umum lahan di Poktan Sooco I kandungan Bahan Organiknya masih rendah yaitu kurang dari 2 %. Untuk mengatasi hal tersebut maka harus ada kegiatan pemberian Bahan Organik ke tanah melalui pemberian pupuk organik.

Hal inilah yang dilakukan oleh petani di Poktan Sooco I, yakni mulai menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar pada saat sebelum tanam padi. Pupuk organik yang digunakan ada 2 macam yakni bisa berupa bokashi dan berupa petroganik. Untuk besarnya jumlah pemakaian masing-masing petani berbeda-beda. Ada yang diberi 400-500 kg per luasan 0,5Ha dan ada yang lebih dari jumlah tersebut. Sedangkan untuk pemberian pupuk organik berupa bokashi diberikan sekitar 5-10 sak bahkan lebih dari itu sesuai dengan stok limbah kotoran sapi yang dimiliki petani.

Dalam penerapan teknologi budidaya sistem tanam jajar legowo serta penggunaan pupuk organik, diharapkan semoga hasil produksi pun meningkat. Dengan demikian peningkatan kesejahteraan petani juga ikut meningkat. –SEMOGA- (Deny Murtanti, SP.)

 

 

Add comment

Security code
Refresh