ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian TEROBOSAN JOMBANG MANTAPKAN LEMBAGA PENYULUHAN

TEROBOSAN JOMBANG MANTAPKAN LEMBAGA PENYULUHAN

E-mail Cetak PDF

Jombang, Jombang. Dalam sambutannya asisten Ekonomi dan Pembangunan mengatakan, pembentukan UPTD Pertanian Terpadu tidak lepas dari upaya Kabupaten Jombang  ikut menyukseskan program nasional surplus beras  10 juta ton tahun 2014. “Upaya tersebut tidak akan mudah karena berbagai tantangan diantaranya fenomena perubahan iklim, ancaman serangan hama penyakit, degradasi lahan dan alih fungsi lahan pertanian,  karenannya  mantapnya kelembagaan penyuluhan adalah kunci untuk menghadapi tantangan tersebut, “ kata Drs. Hasan MSi.

Kegiatan launching UPTD Pertanian terpadu tersebut juga dihadiri oleh seluruh SKPD lingkup pertanian. Ir. Achmad Baedhowi, MM Kepala Dinas Peternakan Perikanan.  Ir. Syamto, MM mewakili Dinas Kehutanan Perkebunan, Yulien Utarti, SKM, MSi dari Kepala Kantor Ketahanan Pangan.  Selain itu, SKPD  lain yang masih terkait sektor pertanian juga Nampak hadir diantaranya Bappeda dan Dinas pengairan PU dan Bina Marga.

Menyampaikan pesan dari Bapak Wakil Bupati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan berharap dengan terbentuknya UPTD Pertanian Terpadu, petugas di lapangan supaya memiliki pos yang lebih jelas. Tidak kucing-kucingan. “Jangan sampai, kalau dicari di Kecamatan tidak ada, katanya di Lapangan, kalau di lapangan gak ada katanya di Kabupaten, jangan sampai ini terjadi,” katanya.

Melanjutkan sambutannya, Drs. Hasan MSi, berharap kegiatan penyuluhan tidak lagi tersekat diantara beberapa dinas. Kegiatan penyuluhan supaya dilakukan dengan semangat kebersamaan baik pangan dan hortikultura, peternakan-perikanan, perkebunan dan kehutanan bahkan ketahanan pangan. “Segala kegiatan terkait penyusunan rencana kerja, pembinaan SDM tenaga penyuluh, identifikasi potensi, penyelenggaraan kaji terap, pendampingan kelompoktani, fasilitasi kemitraan dan pemberdayaan kawasan pertanian dalam arti luas akan dilakukan oleh lembaga uptd pertanian terpadu, “ papar pejabat yang piawai membuat joke-joke segar itu.

Menyelingi sambutannya, pejabat asal Malang itu tidak lupa membuat geerr semua yang hadir. Dia menceritakan tentang kehebatan para petugas IB (Inseminasi Buatan) dari Dinas peternakan. Kalau para matador dari Spanyol harus berjuang mati-matian untuk menundukkan banteng. “Itu tidak apa-apanya dibandingkan dengan petugas IB anak buahnya Pak Baedhowi. Kalau para petugas IB cukup mengangkat tangannya saja. Tidak hanya tunduk, malah bantengnya langsung ndoprok,” katanya disambut tawa undangan dan pejabat yang hadir.

Acara launching UPTD Pertanian Terpadu juga diisi dengan sambutan dari masing-masing kepala SKPD terkait. Drs. Suhardi, MSi selaku Kepala Dinas Pertanian menandaskan, terbentuknya UPTD supaya tidak dijadikan polemik lagi. Suhardi menyampikan tentang strategi untuk mewujudkan surplus pangan. Diantaranya adalah kultur teknis yang terukur dan perbaikan ekosistem. “Ini adalah hal yang tida bisa ditawar. Sehebat apapun benih yang digunakan kalau Bahan Organiknya rendah maka yang terjadi adalah in efisiensi dalam budidaya,” terang Suhardi.

Strategi lain yang wajib diterapkan adalah penggunaan varietas unggul, gilir varietas, teknologi spesifik lokasi, pengendalian hama secara terpadu, perbaikan irigasi dan pengelolaan pola tanam. “Kalau pola tanam tidak terkendali, maka yang terjadi adalah bencana,” lanjut Suhardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Perikanan Ir. Baedhowi mengucapkan selamat atas terbentuknya UPTD Pertanian terpadu. Baedhowi berharap bisa meningkatkan kerjasama pemberdayaan kelompoktani. Tentang kelembagaan kelompoktani baik Poktan Gapoktan Baedhowi menyampaikan akan tetap mengkajinya agar sesuai dengan kebutuhan dilapangan dan kebutuhan dari program.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan menyampaikan pentingnya pemanfaatan lahan untuk budidaya kayu. Ir. Syamto menyampaikan manfaat budidaya sengon yang bisa mendatangkan pendapatan lebih baik. “saat ini Kabupaten Jombang baru bisa memasok 10% kebutuhan kayu dari PT. SUB,” ini tentu peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para petani kata Syamto.

Sedangkan Kepala Kantor Ketahanan pangan Yulien Utarti, SKM, MSi menyampaikan pentingnya konsumsi susu. Konsumsi susu nasional masih rendah, apalagi konsumsi susu masyarakat Jombang.

Dari acara peluncuran UPTD Pertanian Terpadi tersebut, satu hikmah yang dipetik adalah terjalinnya kebersamaan antar pimpinan SKPD baik pertanian, peternakan-perikananan, Kehutanan Perkebunan dan Ketahanan Pangan. Bahkan dengan SKPD lain seperti Dinas Pengairan dan Bappeda. Hari itu juga, petugas lapangan juga terlihat kompak hampir tidak terlihat sekat antara PPL Pertanian, Petugas peternakan maupun perkebunan. Semoga semangat dan kebersamaan akan terus berkembang untuk kemajuan Petani, Poktan - Gapoktan di Jombang.

(Humus Edisi 24 Tahun III 2012)

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh