ANDA BERADA DI: Depan Berita Lembaga Binaan Dinas TRANSPLANTER, JAWABAN ATAS PERMASALAHAN BURUH TANAM

TRANSPLANTER, JAWABAN ATAS PERMASALAHAN BURUH TANAM

E-mail Cetak PDF

Ketersediaan tenaga tanam semakin terbatas dari tahun ke tahun membuat pemerintah melalui Badan Litbang Pertanian menciptakan inovasi untuk mendukung aktivitas penanaman padi yang cepat dan efisien. Rice transplanter Jajar legowo merupakan mesin  penanaman padi, keberadaan mesin padi ini menjadi solusi ketika tenaga kerja tanam sulit untuk diperoleh. Tertundanya penanaman padi akan berdampak serius, seperti luas cakupan garapan dan indeks pertanaman padi akan rendah hingga resiko gagal panen akibat keterlamatan tanam. “Transplanter ini solusi yang tepat bagi petani disaat buruh tani sulit didapat, tapi perlu diadakan pelatihan bagi petani agar mereka dapat menggunakan transplanter ini dengan baik sehingga mesin ini tidak rendah produktivitasnya” jelas Sutiyah selaku PPL Poktan Gebang Kec. Plandaan Kabupaten Jombang.

Dengan adanya bantuan transplanter ini, diharapkan petani dapat memanfaatkan dengan optimal dan mengatasi permasalahan terkait sulitnya tenaga kerja. Selain itu, perwakilan dari kelompoktani akan dilatih sebagai operator transplanter atau alat mesin pertanian lainnya agara terampil dalam mengoperasikan alat mesin pertanian. Ini juga dapat dijadikan sumber pendapatan bagi petani.

Mesin transplanter dapat membantu petani untuk menanam padi, dimana mesin ini dapat memperkirakan jarak yang tepat antar padi untuk tumbuh. Transplanter sendiri dirancang dapat menerapkan jarak hingga 20 x 20 cm dibanding jarak tanam yang ditanami oleh tenaga tanam yaitu sebesar 30 x 30 cm. Jarak tanam dengan transplanter akan menghasilkan jarak tanam yang presisi, sehingga memiliki efek yang baik tumbuhan. Seperti, lebih banyak tanaman yang ditanam, tanaman dapat tumbuh lebih tinggi, lebih tahan hama dan mudah dalam perawatan tanaman.

Persemaian yang dilakukan dengan transplanter terdapat dua jenis, yaitu bibit disemai di lahan (washed root seedling) dan bibit disemai di dapog. Sedangkan, cara pengoperasian mesin transplanter tergolong mudah dan dibedakan menjadi dua, yaitu transplanter tipe berjalan (walking type) dan transplanter tipe mengendarai (riding type). Dalam menggunakan alat transplanter memiliki beberapa persyaratan teknis di antaranya olah tanah sempurna, lahan macak-macak dan persemaian sistem dapok.

Transplanter tipe berjalan (walking type) operator ikut berjalan tepat di belakang mesin penanam. Persediaan benih padi dapat diletakkan pada rak yang telah tersedia di transplanter sehingga bila kekurangan pada tray penanam dapat langsung diisikan. Penanaman dapat dilakukan dengan satu orang namun dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh satu orang lagi agar mempercepat proses pengisian benih. Pada transplanter tipe mengendarai (riding type) sistem pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong, yang membedakan hanyalah operator dapat mengendarai mesin tanam sehingga memudahkan dan meringankan operator tanpa harus berjalan. Dalam pengoperasiannya dibutuhkan tenaga pembantu untuk meletakkan benih pada tray ketika saat menanam.

(ADAF)

 

Add comment

Security code
Refresh