COMBINE HARVESTER ATASI KESULITAN TENAGA KERJA PANEN

Cetak

Pertanian adalah potensi utama Desa  Bangsri, Kecamatan Plandaan.  Delapan puluh persen lahan desa merupakan persawahan. Karena itu sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Guna mewujudkan sektor pertanian yang baik, perlu di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu upaya untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Bangsri yaitu dengan pemakaian mesin panen (Combine Harvester).
Selama ini, saat panen raya, sering terjadi kekurangan tenaga pemanen. Selain itu, panen secara manual juga menyebabkan tingginya angka kehilangan hasil karena bulir gabah banyak yang rontok.  Kehilangan hasil panen mencapai loses 5-10%. Ini merupakan kerugian serius bagi petani sehingga perlu adanya penanganan segera melalui penggunaan alat mesin pertanian berupa mesin pemanen padi modern sejenis combine harvester.

Kelompok Tani di desa Bangsri mulai memahami pentingnya  penggunaan alat  mesin panen. Meskipun di Gapoktan Bangsri belum memiliki combine harvester, meraka mempunyai inisiatif untuk mendatangkan dari desa lain. Sudah dua tahun ini petani di desa Bangsri mulai memanen dengan mesin pemanen combine harvester. Salah satunya bapak Suradi Kepala desa di Desa Bangsri sekaligus anggota poktan Sembung.

Sudah dua tahun ini Suradi memanen padi menggunakan combine.  Menurut pengakuannya dia sangat terbantu dengan alat ini. Selain mengurangi biaya tenaga kerja pemanen, panen bisa dilakukan tepat waktu karena tidak perlu mencari tenaga pemanen. “Allhamdulillah setelah pakai combine saya bisa hemat biaya sampai 50 persen,” kata Bpk. Suradi. Untuk pengerjaan seluas 2 hektar hanya memerlukan waktu sehari saja dengan operator sebanyak 3 orang. Hemat kan, “kata Suradi.

Karena itu dia mengajak petani yang lain untuk memanfaatkan bantuan combine harvester dari pemerintah. Ternyata manfaatnya sangat besar bagi ekonomi masyarakat, khususnya petani di desa Bangsri. Akan tetapi masih ada masyarakat yang kurang menyukai keberadaan combine.  Mereka beranggapan dengan adanya mesin panen akan mengurangi pendapatan para pekerja panen. Hal ini memang sangatlah bertolak belakang dengan manfaatnya. Akan tetapi bagaimanapun juga semua pasti ada plus minusnya, tinggal petani sendiri lah yang bisa memilih. Admin TI-Plandaan.