ANDA BERADA DI: Depan Berita Lembaga Binaan Dinas P4S SEDULUR TANI SENTRA PELATIHAN TERNAK DI JATIM

P4S SEDULUR TANI SENTRA PELATIHAN TERNAK DI JATIM

E-mail Cetak PDF

seduluruBudidaya pertanian tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ternak. Karenanya, disamping memfasilitasi kegiatan pelatihan pertanian, P4S Sedulurtani juga banyak memfasilitasi kegiatan pelatihan peternakan. Bahkan, P4S Sedulurtani sudah diakui sebagai salah satu tempat pelatihan ternak  terpercaya selain di Loka Penelitian Ternak Grati, Pasuruan. Ini disampaikan oleh, Budi Sarwoto, Kepala Seksi Pembibitan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Sebagai satu komitmen untuk menjadi pusat pelatihan peternakan, sampai akhir November 2010, dilakukan pelatihan pembibitan sapi potong yang didukung oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Peserta pelatihan diambil dari peternak penerima bantuan sapi dari Provinsi tahun 2010. Pelatihan pembibitan ternak itu sendiri dilaksanakan dalam lima angkatan, untuk setiap angkatan berjumlah sekitar 30 orang dari beberapa Kabupaten, diantaranya Jombang, Malang, Lamongan dan Bojonegoro.

Sedangkan, materi yang diberikan adalah : seleksi dan recording. Dalam materi ini para peserta dilatih untuk memilih ternak dengan kualitas diatas rata-rata dari populasi untuk dijadikan bibit. Sedikit membeberkan materinya, menurut Budi Sarwoto, kriteria yang layak untuk dijadikan bibit : tidak cacat, memenuhi syarat kualitatif. Kalau sapi jenis limosin maka harus tidak bertanduk, memiliki scrotum yang simetris, umur bibit sudah mencapai poel 1 (1,5 tahun), tinggi gumba 128 cm. Selain materi tentang seleksi bibit, peserta juga dibekali dengan materi pembuatan pakan ternak (ransum), pengolahan limbah dan permodalan.

Menanggapi jatuhnya harga sapi Budi Sarwoto menjelaskan, hal itu karena masih adanya sapi impor. “Ditengarai, karena adanya permainan dari pengusaha lama” katanya. Karena itu Budi Sarwoto menyarankan, para peternak juga memelihara sapi lokal yang rendah biaya produksinya dengan nilai jual sama. Hasil kajian Loka Penelitian Ternak di Grati, Pasuruan. Secara ekonomis, sapi PO pendapatannya lebih tinggi dari pada sapi persilangan, sementara sapi Madura memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi dibandingkan sapi PO.    “Ini dikarenakan feed conversion yang lebih baik, yakni kemampuan mencerna pakan dengan mutu rendah menjadi daging yang lebih baik, “ ujar Budi Sarwoto.
Dari pengamatan Humus, para peserta nampak sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Sebagaimana dikatakan oleh Kiswadi, salah satu peserta dari Kedungrejo, Dander, Kabupaten Bojonegoro. Pria yang memelihara 32 ekor sapi itu berharap ada pengalaman baru dalam membuat pakan, mengolah limbah termasuk bagaimana manajemen usaha peternakan. ”terus terang melihat apa yang ada di P4S, saya menjadi lebih bersemangat untuk memperbaiki usaha

 

Add comment

Security code
Refresh