ANDA BERADA DI: Depan Berita Lembaga Binaan Dinas

Binaan Dinas

Penyuluh Ujung Tombak Pembangunan Pertanian

Secara harfiah penyuluh berasal dari kata “suluh” yang memiliki arti seberkas cahaya yang menjadi harapan baru ditengah kegelapan. Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, memiliki peranan yang sangat stategis. Mereka dituntut mampu sebagai inisiator, fasilitator, motivator, penghubung, dan

 

TRANSPLANTER, JAWABAN ATAS PERMASALAHAN BURUH TANAM

Ketersediaan tenaga tanam semakin terbatas dari tahun ke tahun membuat pemerintah melalui Badan Litbang Pertanian menciptakan inovasi untuk mendukung aktivitas penanaman padi yang cepat dan efisien. Rice transplanter Jajar legowo merupakan mesin  penanaman padi, keberadaan mesin padi ini menjadi solusi ketika tenaga kerja tanam sulit untuk diperoleh. Tertundanya penanaman padi akan berdampak serius, seperti luas cakupan garapan dan indeks pertanaman padi akan rendah hingga resiko gagal panen akibat keterlamatan tanam. “Transplanter ini solusi yang tepat bagi petani disaat buruh tani sulit didapat, tapi perlu diadakan pelatihan bagi petani agar mereka dapat menggunakan transplanter ini dengan baik sehingga mesin ini tidak rendah produktivitasnya” jelas Sutiyah selaku PPL Poktan Gebang Kec. Plandaan Kabupaten Jombang.

Dengan adanya bantuan transplanter ini, diharapkan petani dapat memanfaatkan dengan optimal dan mengatasi permasalahan terkait sulitnya tenaga kerja. Selain itu, perwakilan dari kelompoktani akan dilatih sebagai operator transplanter atau alat mesin pertanian lainnya agara terampil dalam mengoperasikan alat mesin pertanian. Ini juga dapat dijadikan sumber pendapatan bagi petani.

Mesin transplanter dapat membantu petani untuk menanam padi, dimana mesin ini dapat memperkirakan jarak yang tepat antar padi untuk tumbuh. Transplanter sendiri dirancang dapat menerapkan jarak hingga 20 x 20 cm dibanding jarak tanam yang ditanami oleh tenaga tanam yaitu sebesar 30 x 30 cm. Jarak tanam dengan transplanter akan menghasilkan jarak tanam yang presisi, sehingga memiliki efek yang baik tumbuhan. Seperti, lebih banyak tanaman yang ditanam, tanaman dapat tumbuh lebih tinggi, lebih tahan hama dan mudah dalam perawatan tanaman.

Persemaian yang dilakukan dengan transplanter terdapat dua jenis, yaitu bibit disemai di lahan (washed root seedling) dan bibit disemai di dapog. Sedangkan, cara pengoperasian mesin transplanter tergolong mudah dan dibedakan menjadi dua, yaitu transplanter tipe berjalan (walking type) dan transplanter tipe mengendarai (riding type). Dalam menggunakan alat transplanter memiliki beberapa persyaratan teknis di antaranya olah tanah sempurna, lahan macak-macak dan persemaian sistem dapok.

Transplanter tipe berjalan (walking type) operator ikut berjalan tepat di belakang mesin penanam. Persediaan benih padi dapat diletakkan pada rak yang telah tersedia di transplanter sehingga bila kekurangan pada tray penanam dapat langsung diisikan. Penanaman dapat dilakukan dengan satu orang namun dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh satu orang lagi agar mempercepat proses pengisian benih. Pada transplanter tipe mengendarai (riding type) sistem pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong, yang membedakan hanyalah operator dapat mengendarai mesin tanam sehingga memudahkan dan meringankan operator tanpa harus berjalan. Dalam pengoperasiannya dibutuhkan tenaga pembantu untuk meletakkan benih pada tray ketika saat menanam.

(ADAF)

   

PETANI BURU “DEN BAGUS”

“Den bagus” si pengerat alias tikus (Rattus argentiventer) merupakan salah satu jenis hama yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi petani. Serangan hama tikus yang semakin luas, membuat petani di Kabupaten Jombang melakukan kegiatan berburu tikus  atau lebih dikenal dengan sebutan gropyokan sebelum masa tanam. Sebagaimana yang terjadi di areal persawahan milik Poktan Pojokrejo Dsn. Ngembul  Ds. Kesamben Kecamatan Kesamben yang terancam diserang “den bagus”. Oleh karena itu pada hari Sabtu, 25 Januari 2020 dilakukan Gropyokan “den bagus” untuk mengurangi populasi hama tikus. Kegiatan ini melibatkan kelompoktani, PPL Kec. Kesamben dan Kepala Dusun. Dalam Gropyokan tikus menggunakan metode penembakan dengan mendatangkan regu tembak sebanyak 20 orang dari Kecamatan Peterongan.

Gropyokan “den bagus” dilakukan dengan mengusik lubang yang dijadikan tempat bersembunyi tikus lalu menembak tikus yang keluar dari lubang. Kegiatan ini harus dilakukan secara serentak guna menghindari perpindahan tikus ke tempat lain, gerak cepat.” Terang Muslikin PPL Pojokrejo.

Dari hasil perburuan tikus di Dsn. Ngembul Ds. Kesamben Kecamatan Kesamben didapatkan 1.708 ekor dengan nilai per ekornya sebesar Rp. 1.500,-. Dapat diasumsikan sebanyak 1.708.000 ekor tikus akan hilang dalam kurun waktu satu tahun kedepan, dengan perhitungan sepasang tikus beranak 8-15 ekor anak per kelahiran. Dimana umur reproduksi tikus sangat singkat yaitu sekitar 21 hari dan mampu kawin kembali 2 hari setelah melahirkan (post partum oestrus). Dalam kondisi tersebut,anak tikus dari kelahiran pertama sudah mampu bereproduksi sehingga seekor tikus betina dapat menghasilkan total sebanyak 80 ekor tikus baru dalam satu musim tanam padi. Dengan kemampuan reproduksi tersebut, tikus sawah berpotensi meningkatkan populasinya dengan cepat jika daya dukung lingkungan memadai.

Selain melakukan gropyokan “den bagus”, pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Melakukan tanam serempak, tujuannya membatasi ketersediaan pakan padi pada masa generatif agar tidak terjadi perkembangan hama tikus secara terus-menerus.
  2. Sanitasi habitat, tujuannya membersihkan semak-semak yang dijadikan sarang oleh tikus. Sanitasi habitat ini melingkupi pematang sawah, parit, tanggul dan saluran pengairan.
  3. Pengemposan atau fumigasi, tujuannya untuk membunuh tikus beserta anak-anaknya dalam lubang sarang.
  4. Rotasi tanaman atau pergiliran tanaman, tujuannya untuk memutus rantai serangan hama tikus. Jika selama masa tanam padi-padi-padi, maka dapat dirubah padi-padi-jagung atau yang lainnya.
  5. Jarak tanam, tujuannya jarak tanam yang lebar dapat mengurangi intensitas serangan hama tikus.
  6. Menggunakan “josmo”, pengendalian ini dengan cara menggunakan belerang yang dimasukkan ke dalam sarang tikus lalu disemburkan api dari gas LPG.
  7. Menggunakan musuh alami, seperti ular, burung hantu, kucing, anjing , dan lain-lain.
  8. Pengendalian secara kimia, cara ini dilakukan ketika populasi tikus sangat tinggi dan tidak memungkinkan dikendalikan secara mekanik.

(ADAF)

   

SEDAPNYA USAHATANI KEMANGI

Kita semua tak asing lagi dengan tanaman kemangi. Yaitu tanaman yang daunnya biasa dimakan mentah sebagai lalapan. Kemangi  memiliki aroma daun yang khas, kuat tetapi lembut tidak menyengat. Selain biasa dimakan sebagai pelengkap lalapan, daun kemangi juga bisa digunakan sebagai salah satu pelengkap bumbu pepes. Sebagai lalapan, biasanya kemangi disajikan dengan aneka sayur lalapan lainnya antara lain mentimun, kubis, dan selada.

   

GELIAT USAHA, KELOMPOK WANITA TANI GAPOKTAN GALENGDOWO

Akhir tahun 2018 lalu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Galengdowo, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, turut berpartisipasi dalam mendukung pencapaian Anugrah Pangan Nusantara (APN) Kategori Pembina untuk Kepala Desa Galengdowo sebagai Juara 1 di Tingkat Propinsi Jawa Timur.