ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

Pengaruh Hama Kopi Arabika Terhadap Produksi Di Kecamatan Wonosalam

Pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah, bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Hal yang juga penting harus dipenuhi adalah pemeliharaan antara lain: pemupukan, pemangkasan, pohon peneduh dan pemberantasan hama dan penyakit (AAK, 1988). Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan kopi yang terpenting adalah distribusi curah hujan. Kopi memerlukan tiga bulan kering berturut-turut yang kemudian diikuti curah hujan yang cukup.

 

Penyakit Karena Jamur Pada Hama Penggerek Buah Kopi

Di Indonesia kopi merupakan salah satu komiditi ekspor yang mempunyai arti yang cukup penting. Selain sebagai komoditi ekspor, kopi juga merupakan komoditi yang dikonsumsi di dalam negeri. Menurut survei yang pernah dilakukan Departemen Pertanian, rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi sebanyak 0,5 kg/orang/tahun (Najiyati dan Danarti, 2001). Dengan demikian dengan jumlah penduduk Indonesia ± 170 juta, maka diperkirakan setiap tahun diperlukan stok kopi sebanyak 85.000 ton kopi untuk keperluan konsumsi dalam negeri.

   

Varietas Unggul Lada Tahan Penyakit Busuk Pangkal Batang

Berbagai jenis OPT ditemukan pada tanaman lada, baik serangga hama maupun penyakit, dan menjadi kendala penting dalam budi daya lada. Penyakit penting pada tanaman lada adalah busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici Leonian (Mano- hara et al. 2005). Tanaman yang terserang pada pangkal batangnya akan menun- jukkan gejala layu dan akhirnya mati. Serangan pada daun akan menimbulkan nekrosis dan sporangium dengan sporanya (zoospora) terdapat pada permukaan nekrosis. Kerusakan tanaman akibat penyakit BPB mencapai 10 - 15%/tahun (Kasim 1990).

   

Teknologi Pengendalian Ramah Lingkungan Penggerek Buah Kakao

Cocoa pod borer (CPB) Conopomorpha cramerella (Snellen) adalah salah satu hama utama kakao di Indonesia. Persentase serangan CPB dapat mencapai lebih dari 90%, yang mengakibatkan hilangnya hasil sekitar 64,9% menjadi 82,2%. Hama ini sangat khas dan sulit untuk mendeteksi karena imago betina bertelur mereka pada buah kakao muda dan gejala akan muncul ketika polong itu siap panen. Telur diletakkan di permukaan buah kakao kulit, yang kemudian menetas dan larva instar pertama yang menembus ke polong.

   

Pengaruh Pupuk Kalium Terhadap Infeksi Tobacco Mosaik Virus

Salah satu penyakit virus yang menyebabkan kerugian yang cukup besar adalah Tobacco Mosaic Virus (TMV). Menurut Semangun (1991), mosaik tembakau dapat menurunkan produksi hingga 60%. Serangan virus pada tembakau dapat mengurangi jumlah produksi dan berpengaruh terhadap mutu daun tembakau yang dihasilkan. Besarnya kerugian tergantung dari jenis virus yang menyerang, jenis tembakau dan waktu terjadinya infeksi (Saleh et al., 1992).