Mbah Suluh











Sabtu. Rasanya sangat senang ketika kami mendengarkan kata-kata itu. Saya yakin teman-teman yang ngantorpun... Selengkapnya
Editorial Mbah Suluh Edisi Sebelumnya Lihat Disini

ANDA BERADA DI: Depan

Selamat Datang di Disperta Kab. Jombang

Pengendalian Hama Terpadu Pada Nematoda Luka Akar Kopi Arabika

Kopi merupakan salah satu komoditas dari sub sektor tanaman perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena ekspor kopi meningkatkan devisa negara dalam jumlah besar dan dalam hal penyedia lapangan kerja. tanaman kopi juga memainkan peran penting dalam regulasi air tanah. Peningkatan produksi skala yang semakin besar menyebabkan perubahan dalam ekosistem tanah sangat menguntungkan bagi perkembangan populasi hama dan penyakit kopi. Salah satu hama yang menyerang tanaman kopi nematoda pada akar kopi. Nematoda menyerang akar kopi telah dipelajari di Jawa sejak akhir abad ke-19. spesies nematoda yang banyak menemukan ada 2 dari Radopholus sp. Dan Pratylenchus coffeae.

 

Efektivitas Komunikasi Kelompok Pada Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu

Kecamatan Bareng cukup unggul dalam produksi lada, karena didukung oleh iklim, potensi lahan, tanaman lada yang luas, tingkat produktivitas belum optimal, dan kinerja petani belum maksimal dalam hal budidaya dan pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Berdasarkan permasalahan ini, sejak tahun 1998 Pemerintah melalui Dinas Perkebunan melaksanakan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan bentuk Sekolah Lapang (SL). SL-PHT merupakan suatu sistem pendidikan nonformal melalui pembe-lajaran orang dewasa yang dilaksanakan di lapang  atau kebun petani dengan materi pe-ngendalian hama terpadu pada tanaman lada, kebun sebagai media belajar, serta dengan pola  belajar lewat pengalaman.

 

Pengendalian OPT Tanaman Lada Kab. Jombang

Lada di Indonesia merupakan komoditas ekspor tradisional yang 95% ditanam dengan sistem perkebunan rakyat, dengan total area lebih dari 120 hektar. Ketika terjadi Perang Dunia II, Indonesia merupakan penghasil lada terbesar di dunia, tetapi saat ini posisi Indonesia sebagai produsen lada tersaingi oleh Vietnam, yang produksi ladanya mencapai dua kali produksi Indonesia (Sinar Tani, 22-28 September 2010 No 3372). Pada tahun 2001, Indonesia hanya mampu memenuhi 27% kebutuhan dunia. Isu nasional akibat penurunan ini antara lain karena tingkat produktivitas tanaman dan produksinya yang rendah, tingginya tingkat kehilangan hasil lada akibat serangan hama dan penyakit, usaha tani yang belum efisien dan masih rendahnya proses alih teknologi ke tingkat petani (Media Perkebunan, Juni 2005).

 

Tekanan Metarhizium Anisopliae Dan Feromon Terhadap Populasi

Tanaman kelapa mempunyai manfaat yang sangat besar dalam kehidupan manusia karena bukan saja buahnya yang berguna bagi manusia, tetapi juga seluruh bagian tanaman mulai dari akar, batang sampai ke pucuk. Tanaman kelapa memberikan sumbangan besar bagi perekonomian rakyat dan  negara. Indonesia merupakan negara produsen kelapa/ kopra terbesar kedua dunia setelah Filipina. Arti penting kelapa bagi masyarakat juga tercermin dari luasnya areal perkebunan rakyat yang mencapai 98% dari 3,89 juta ha total areal kelapa serta melibatkan lebih dari 7,13 juta rumah tangga petani. Ekspor komoditas kelapa mencapai US$ 288,47 juta dengan volume 714.160 ton pada tahun 2004 (Effendi, 2008).

   

Pelayanan Publik

MITRA DINAS PERTANIAN













Pendapat Anda

Permasalahan apa yang sering anda jumpai dalam menjalankan usahatani saat ini ?
 

Interaktif





















  • Prestasi

  • INFO



Juara 1 Lomba Situs Web Kementrian Pertanian RI
Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2016
Penghargaan Khusus Tahun 2014 Sebagai Juara 1
untuk 3kali Berturut-turut
SKPD Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota Se-Indonesia

  • Pasar

  • Pupuk

  • Biaya


DistribusiData Harga Eceran Komoditas Pasar Per 28 Agustus 2017

Padi GKP : Rp. 4.300,-
Padi GKG : Rp. 5.100,-
Jagung Pipilan Kering : Rp.4.900,-
Kedelai Lokal : Rp 6.500,-
Bawang Merah : Rp. 14.000,-
Bawang Putih Import : Rp. 18.000,-
Cabe Merah Besar : Rp. 15.000,-
Cabe Rawit : Rp 12.000,-
Kentang : Rp. 14.000,-
Tomat : Rp. 5.000,-

©Disperta Kab. Jombang

DistribusiData Pupuk Per September 2016

Distribusi Pupuk Urea : 19704-Sisa : 14372
Distribusi Pupuk Petroganik : 5364-Sisa : 3308
Distribusi Pupuk Phonska : 13649-Sisa : 1017
Distribusi Pupuk SP36 : 2069-Sisa : 1017
Distribusi Pupuk ZA : 13448-Sisa : 8619

Dalam Ton

©Disperta Kab. Jombang

Biaya ProduksiStandart Biaya Usaha Tani

Biaya Tenaga Kerja (L): Rp.50.000/Hari
Biaya tenaga Kerja (P) : Rp.40.000/Hari
Sewa Lahan : Rp. 17.500.000/Ha
Benih : Rp.10.000 - 13.000/Kg
Biaya Traktor : Rp. 1.050.000/Ha
Biaya Pengairan HIPPA : Rp.245.000/Ha
Biaya Pengairan Pompa : Rp.15.000/Jam

Dalam Ton

©Disperta Kab. Jombang

Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini157
mod_vvisit_counterKemarin507
mod_vvisit_counterMinggu Ini4398
mod_vvisit_counterMinggu Lalu6142
mod_vvisit_counterBulan Ini17454
mod_vvisit_counterBulan Lalu24673
mod_vvisit_counterTotal684646