Mbah Suluh











Sabtu. Rasanya sangat senang ketika kami mendengarkan kata-kata itu. Saya yakin teman-teman yang ngantorpun... Selengkapnya
Editorial Mbah Suluh Edisi Sebelumnya Lihat Disini

ANDA BERADA DI: Depan

Selamat Datang di Disperta Kab. Jombang

Efektivitas Komunikasi Kelompok Pada Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu

Kecamatan Bareng cukup unggul dalam produksi lada, karena didukung oleh iklim, potensi lahan, tanaman lada yang luas, tingkat produktivitas belum optimal, dan kinerja petani belum maksimal dalam hal budidaya dan pengenalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Berdasarkan permasalahan ini, sejak tahun 1998 Pemerintah melalui Dinas Perkebunan melaksanakan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan bentuk Sekolah Lapang (SL). SL-PHT merupakan suatu sistem pendidikan nonformal melalui pembe-lajaran orang dewasa yang dilaksanakan di lapang  atau kebun petani dengan materi pe-ngendalian hama terpadu pada tanaman lada, kebun sebagai media belajar, serta dengan pola  belajar lewat pengalaman.

 

Pengaruh Hama Kopi Arabika Terhadap Produksi Di Kecamatan Wonosalam

Pertumbuhan dan produksi tanaman kopi sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim dan tanah, bibit unggul yang produksinya tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit. Hal yang juga penting harus dipenuhi adalah pemeliharaan antara lain: pemupukan, pemangkasan, pohon peneduh dan pemberantasan hama dan penyakit (AAK, 1988). Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan kopi yang terpenting adalah distribusi curah hujan. Kopi memerlukan tiga bulan kering berturut-turut yang kemudian diikuti curah hujan yang cukup.

 

Penyakit Karena Jamur Pada Hama Penggerek Buah Kopi

Di Indonesia kopi merupakan salah satu komiditi ekspor yang mempunyai arti yang cukup penting. Selain sebagai komoditi ekspor, kopi juga merupakan komoditi yang dikonsumsi di dalam negeri. Menurut survei yang pernah dilakukan Departemen Pertanian, rata-rata penduduk Indonesia mengkonsumsi kopi sebanyak 0,5 kg/orang/tahun (Najiyati dan Danarti, 2001). Dengan demikian dengan jumlah penduduk Indonesia ± 170 juta, maka diperkirakan setiap tahun diperlukan stok kopi sebanyak 85.000 ton kopi untuk keperluan konsumsi dalam negeri.

 

Varietas Unggul Lada Tahan Penyakit Busuk Pangkal Batang

Berbagai jenis OPT ditemukan pada tanaman lada, baik serangga hama maupun penyakit, dan menjadi kendala penting dalam budi daya lada. Penyakit penting pada tanaman lada adalah busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici Leonian (Mano- hara et al. 2005). Tanaman yang terserang pada pangkal batangnya akan menun- jukkan gejala layu dan akhirnya mati. Serangan pada daun akan menimbulkan nekrosis dan sporangium dengan sporanya (zoospora) terdapat pada permukaan nekrosis. Kerusakan tanaman akibat penyakit BPB mencapai 10 - 15%/tahun (Kasim 1990).

   

Pelayanan Publik

Foto Dinas Pertanian

Photo Photo Photo Photo Photo

MITRA DINAS PERTANIAN













Pendapat Anda

Permasalahan apa yang sering anda jumpai dalam menjalankan usahatani saat ini ?
 

Interaktif





















  • Prestasi

  • INFO

  • Radio Online



Juara 1 Lomba Situs Web Kementrian Pertanian RI
Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2016
Penghargaan Khusus Tahun 2014 Sebagai Juara 1
untuk 3kali Berturut-turut
SKPD Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota Se-Indonesia

  • Pasar

  • Pupuk

  • Biaya


DistribusiData Harga Eceran Komoditas Pasar Per 12 Januari 2017

Padi GKP : Rp. 4.100,-
Padi GKG : Rp. 4.900,-
Jagung Pipilan Kering : Rp.3.700,-
Kedelai Lokal : Rp 6.200,-
Bawang Merah : Rp. 20.000,-
Bawang Putih Import : Rp. 29.000,-
Cabe Merah Besar : Rp. 50.000,-
Cabe Rawit : Rp 90.000,-
Kentang : Rp. 8.000,-
Tomat : Rp. 4.500,-

©Disperta Kab. Jombang

DistribusiData Pupuk Per September 2016

Distribusi Pupuk Urea : 19704-Sisa : 14372
Distribusi Pupuk Petroganik : 5364-Sisa : 3308
Distribusi Pupuk Phonska : 13649-Sisa : 1017
Distribusi Pupuk SP36 : 2069-Sisa : 1017
Distribusi Pupuk ZA : 13448-Sisa : 8619

Dalam Ton

©Disperta Kab. Jombang

Biaya ProduksiStandart Biaya Usaha Tani

Biaya Tenaga Kerja (L): Rp.50.000/Hari
Biaya tenaga Kerja (P) : Rp.40.000/Hari
Sewa Lahan : Rp. 17.500.000/Ha
Benih : Rp.10.000 - 13.000/Kg
Biaya Traktor : Rp. 1.050.000/Ha
Biaya Pengairan HIPPA : Rp.245.000/Ha
Biaya Pengairan Pompa : Rp.15.000/Jam

Dalam Ton

©Disperta Kab. Jombang

Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini703
mod_vvisit_counterKemarin566
mod_vvisit_counterMinggu Ini3197
mod_vvisit_counterMinggu Lalu4841
mod_vvisit_counterBulan Ini22343
mod_vvisit_counterBulan Lalu24296
mod_vvisit_counterTotal615253