ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

TOMCAT

Baru baru ini masyarakat dihebohkan dengan serangan Tomcat.  Mendengar namanya, orang terbayang makhluk berukuran besar dan ganas.

 

POMPA AIR MULTI INJEKSI (PAMI)

I.    PENDAHULUAN

Akhir-akhir ini petani dihadapkan pada kondisi iklim yang kurang

   
jossmo

JOSSMO SENJATA PENGENDALI HAMA TIKUS

JossMo adalah sebuah hasil kreatifitas inovasi teknologi Sentrong sebagai alat untuk mengendalikan hama Tikus.

   
jagung

PENYAKIT BULAI (DOWNY MILDEW) PADA JAGUNG

Gejala
1. Adanya garis-garis sejajar tulang daun pada permukaan daun berwarna putih sampai kuning diikuti garis-garis klorotik sampai coklat pada infeksi lebih lanjut.
2. Tanaman kerdil dan tidak menghasilkan.
3. Bila terjadi infeksi terlambat, tanaman masih menghasilkan tetapi bulir-bulirnya terinfeksi patogen.

Penyebab Penyakit
Jamur Peronosclerospora maydis (Racib) Show.  Jamur memiliki miselium yang berkembang dalam ruang antar sel. Konidiafora (penyangga konodia) dibentuk pada mulut daun, dan memiliki percabangan dikotom. Konidia berbentuk bulat, dibentuk diujung percabangan konidiafora.

Pembentukan konidiafora dan pelepasan konidia terjadi pada waktu malam hari. Jamur penyebab penyakit bulai pada jagung tidak dapat diisolasi pada media buatan

Penularan
Penularan Jamur dapat melalui udara atau melalui benih. Infeksi melalui udara ditandai dengan timbulnya gejala pada daun muda yang mengalami klorotik sedangkan daun tua masih berwarna hijau. Tanda-tanda infeksi melalui benih terlihat pada bibit muda yang memperlihatkan klorotik pada seluruh daun dan tanaman cepat mati. Pada permukaan bawah daun yang terinfeksi banyak terbentuk spora dan terlihat seperti tepung putih

Daur Penyakit
Pada malam hari jamur membentuk konodiapora dan kemudian diikuti pembentukan konidia secara serentak. Setelah beberapa saat konidia dilepaskan dan konidia akan mengadakan penetrasi melalui mulut daun (stomata). Sejak penetrasi sampai dengan timbulnya gejala (masa inkubasi) berkisar antara 9 – 11 hari.

Patogen dapat bertahan di dalam biji, tetapi sumber penularan primer berasal daritanaman jagung yang terserang. Penyakit ini merugikan pada pertanaman jagung di dataran rendah, dan tidak diterdapat pada ketinggian diatas 900 m diatas permukaan laut. Perkembangan penyakit sangat dibantu oleh kondisi cuaca lembab dan panas.

Pengendalian penyakit
Pengendalian penyakit bulai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Penanaman secara serempak
2. Menanam varietas jagung yang tahan (resisten) terhadap penyakit bulai,
3. Perlakuan benih sebelum tanam dengan fungisida metalaksil,
4. Mencabut dan memusnahkan tanaman jagung yang sakit,
5. Melakukan perbaikan aerasi dan darinase tanah agar keadaan lahan tidak lembab,
6. Pergiliran tanaman dengan yang bukan sefamili.

(JL/posko)

   
m_plus

PENGGUNAAN DAN MANFAAT MIKORIZA PLUS

CARA PENGGUNAAN
1. Mikoriza Plus ditaburkan secara merata pada permukaan lahan di persemaian sebagai pupuk dasar, kemudian setelah rata, benih disemaikan (semai benih jangan terlalu rapat)
2. Ketika benih berkecambah, spora akan hidup dan menempel di akar. Mikoriza Plus membutuhkan waktu ± 7 hari untuk dapat berkembang aktif dan bersimbiosis dengan akar tanaman,
3. Mikoriza Plus dapat disebarkan pada tanaman yang sudah tumbuh di persemaian minimal ± 7 hari sebelum cabut bibit (Transplanting/Aklimatisasi).
4. Mikoriza Plus juga dapat diaplikasikan di pertanaman dengan cara mencampur 20 kg Mikoriza Plus dengan Bokhasi 2 Kw kemudian disebarkan secara merata di pertanaman.
5. Aplikasi mikoriza Plus dapat dicampur dengan pupuk makro tunggal maupun majemuk seperti (N, P, K, NPK, KCl, Za, Phonska dll)
6. Tidak diperkenankan mencampur Mikoriza Plus dengan pupuk mikro yang memiliki kandungan logam berat di atas 5% seperti (Fe, Zn, Mn, Cu, dls)

DOSIS
1. 20Kg Mikoriza Plus/Ha.  Untuk tanaman di persemaian.
2. 20Kg Mikoriza Plus + 2 Kw Bokhasi/Ha. Untuk di pertanaman.

MANFAAT
1. Menekan kebutuhan penggunaan pupuk kimia terutama N, P dan K secara bertahap hingga 30 %.
2. Meningkatkan rendemen dan hasil Produksi.
3. Memperkuat batang tanaman dan membantu secara aktif dalam pengisian buah.
4. Memperbaiki kapasitas tukar kation (KTK) di dalam tanah.
5. Memperbaiki sifat Fisik, Kimia dan Biologi Tanah.
6. Meningkatkan jangkauan akar dengan dibantu oleh miselia Mikoriza Plus. Sehingga nutrisi yang tidak tersentuh oleh akar mampu di transfer oleh Mikoriza dan disalurkan ke akar tanaman.
7. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap pathogen akar dan kekeringan.
8. Mikoriza plus mampu meningkatkan ketersediaan unsur  Phosphat, menguraikan Phosphat yang berikatan, dan juga unsur hara lainnya.
9. Mikoriza Plus dapat di gunakan untuk Tanaman Padi -Palawija, Hortikultura, Tanaman Perkebunan berbatang Lunak.

LAB. TERPADU DINAS PERTANIAN KABUPATEN JOMBANG
Jl. Soekarno Hatta No 170 Jombang - Jawa Timur
Phone : (0321) 861246, (081) 259703199 Fax : (0321) 875171 E-mail: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Leaflet bisa didownload di sini