ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

Resep Prol Tape Khas Turipinggir

Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pelaku utama dalam budidaya tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Namun berbeda dengan yang dilakukan Kelompoktani Turipinggir Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh, pelaku utama selain didapatkan dari budidaya tanaman, juga dilakukan upaya diversifikasi pangan melalui pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada dan melimpah.

 

Budidaya Bawang Merah Di Area Tadah Hujan

Hj. Mat Ali atau yang akrab disapa Aba Carik (Sekdes) adalah petani pionir bawang merah di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Beliau layak disebut sebagai pionir petani bawang merah karena beliaulah orang pertama yang mencoba bertanam bawang merah, sehingga pada akhirnya banyak petani disekitar desa Purisemanding yang bertanam bawang merah. Menurut cerita beliau, awal mula bertanam bawang merah karena beliau mengalami kecelakan yang parah sehingga salah satu kakinya harus diamputasi, karena keadaan beliau yang tidak memungkinkan untuk terjun langsung ke lahan, akhirnya atas dorongan saudaranya agar mencoba tanam bawang merah, yang tidak harus terjun dilahan akan tetapi bisa dibantu oleh tenaga kerja.

   

Tumpangsari Tanaman Hias Dengan Sayur Dan Toga

Pemanfaatan pekarangan rumah memang sangat tergantung kreatifitas pemiliknya.  Hal ini tentunya juga dilakukan dalam upaya mencukupi kebutuhan dan keinginan pribadi.  Masyarakat yang senang tanaman hias, akan memenuhi halaman rumah dengan berbagai tanaman hias kesukaannya.  Bagi sebagian masyarakat yang lain, justru tanaman sayur dan buah atau biofarmaka (TOGA) menjadi pilihan bijak dalam menunjang ekonomi keluarga.  Dengan penataan sesuai selera, akan diciptakan suasana rumah yang nyaman dan asri sesuai kebutuhan pemiliknya.

   

Budidaya Aglaonema

Bisnis tanaman hias, tidak kalah prospeknya dengan tanaman pangan.  Jika tanaman pangan menjanjikan keuntungan yang konstan dan kontinyu, lain ceritanya dengan bisnis tanaman hias.  Dengan sentuhan promo dan bidikan pangsa pasar yang tepat sasaran, ternyata mampu membawa para pelakunya mengumpulkan pundi-pundi  rupiah lebih cepat dan besar.  Secara reflek seolah kita juga diingatkan dengan gemparnya tanaman Anthurium “Gelombang cinta” yang banyak menyita perhatian para pelaku agrobisnis.  Banyak jutawan baru terbentuk, namun tidak sedikit yang justru menderita kerugian karenanya. Fluktuatifnya harga tanaman hias yang sulit terkontrol, menjadikan usaha ini dihindari oleh para pemain pemula.  Namun jika kita jeli mengamati, usaha ini sangat prospektif dikembangkan dimasyarakat kita terutama dalam segmen pasar menengah keatas. 

   

Pengendalian Hama Terpadu Pada Nematoda Luka Akar Kopi Arabika

Kopi merupakan salah satu komoditas dari sub sektor tanaman perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena ekspor kopi meningkatkan devisa negara dalam jumlah besar dan dalam hal penyedia lapangan kerja. tanaman kopi juga memainkan peran penting dalam regulasi air tanah. Peningkatan produksi skala yang semakin besar menyebabkan perubahan dalam ekosistem tanah sangat menguntungkan bagi perkembangan populasi hama dan penyakit kopi. Salah satu hama yang menyerang tanaman kopi nematoda pada akar kopi. Nematoda menyerang akar kopi telah dipelajari di Jawa sejak akhir abad ke-19. spesies nematoda yang banyak menemukan ada 2 dari Radopholus sp. Dan Pratylenchus coffeae. Sejak awal abad ke-20 Indonesia merupakan produsen terkenal dari kopi Arabika di pasar dunia. Tapi akhir-akhir ini menurun hasil produksi dan kualitas kopi disebabkan sebagian oleh hama dan penyakit. hama penting yang menyerang akar dan sering ditemukan di perkebunan kopi adalah nematoda parasit. Nematoda parasit dominan adalah Pratylenchus coffeae.