ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

POKTAN KARANGAN, CUCI LAHAN DARI BAHAN KIMIA

Tahukah anda dengan resiko penggunaan bahan kimia yang berlebih dalam lahan pertanian? Kandungan bahan kimia yang dimaksud adalah bersumber dari penggunaan pestisida maupun sarana produksi lain dari bahan kimia sintetis.  Awalnya, bahan-bahan ini diaplikasikan petani dalam rangka pengawalan tanaman budidaya agar terhindar dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).  Kualitas hasil produksi tanaman dipertaruhkan demi terjaganya produktivitas yang diharapkan terus meningkat.  Beberapa kajian yang dilakukan baik peneliti maupun praktisi menunjukkan adanya korelasi positif antara penggunaan bahan kimia dengan residu yang ada.  Jadi dengan semakin tingginya penggunaan bahan kimia dalam budidaya, akan semakin tinggi pula residu bahan kimia dalam produk pertanian.

 

TANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN PEKARANGAN

Mulanya hanya ingin memanfaatkan lahan disekitar rumah agar terlihat asri dan nyaman dilihat, karena selama ini hanya ditumbuhi rumput liar dan tidak terawat, begitu komentar Pak Agus ketika menjelaskan kondisi lahan disekitar rumahnya di dusun Santeran desa Pesantren Kec. Tembelang. Lahan ini ditanami sejak awal bulan Mei 2013 dengan beberapa jenis tanaman hortikultura seperti tomat, terong, cabai kecil, melon dan kacang panjang dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

   

BUDIDAYA BUAH BLIMBING DALAM POT

Di tengah terus menurunnya luas lahan pertanian, masyarakat mulai memikirkan alternative untuk melakukan kegiatan budidaya sebagai sarana mencukupi kebutuhan pangan yang beragam, bergizi dan berimbang.  Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot) yang sering dilakukan untuk menambah keindahan suasana, ternyata mampu mencukupi kebutuhan buah skala rumah tangga. Selain mudah dalam perawatan karena memang setiap hari bisa terpantau,Tabulampot juga akan menyediakan buah segar yang setiap saat bisa dinikmati.  Beberapa keuntungan lain yang diperolah adalah kualitas produksi yang terkontrol serta dengan konsumsi segar, kandungan gizi yang ada tetap terjaga.

   

PEMBERDAYAAN TEKNOLOGI LOKAL RAMAH LINGKUNGAN

Kudu, Jombang. Sesuai dengan Visi dan Misi Dinas Pertanian Jombang untuk menuju pertanian organik tahun 2013, BPP Kudu senantiasa aktif memberikan dukungan kegiatan demi tercapainya tujuan dan harapan Dinas Pertanian di masa datang. Untuk itu BPP kudu perlu melakukan pembinaan dan pengarahan kepada kelompok tani di kecamatan Kudu demi tercapainya tujuan tersebut. Salah satu bentuk kegiatan pembinaan itu adalah dalam pembuatan pestisida nabati yang di laksanakan pada Hari Senin, 9 Agustus 2012. Kegiatan ini bertempat di rumah salah satu petani di Dusun Ketapang Lor, Desa Kudubanjar, tepatnya di rumah Bapak Rawi Subagyo.

   

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

Jombang, Jombang. Pembangunan pertanian memang tidak bisa di lakukan secara parsial.  Secara holistic mutlak diperlukan dan didukung oleh semua lapisan masyarakat.  Petani sebagai penghasil komoditas pertanian akan kualahan permintaan kedepan jika luas lahan pertanian terus menurun sedangkan penduduk semakin banyak.  Belum lagi ancaman serangan OPT dan fenomena iklim yang mulai terjadi semakian rapat.  Untuk itu perlu upaya efektifitas dan efisiensi pemanfaatan lahan yang kurang produktif sehingga petani juga akan terbantu dalam suplay komoditas pertanian di masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen komoditas pertanian diharapkan juga bisa mencukupi kebutuhannya sendiri sebisa mungkin.  Sehingga diperlukan program yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas pertanian adalah terus menggalakkan pemanfaatan lahan pekarangan.  Hal ini juga di harapkan bisa mengendaliakn fluktuasi harga pasar yang tidak wajar di masyarakat tentang produk pertanian.