ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA KOMODITAS TEBU

Tikus adalah salah satu hama utama yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman perkebunan di Indonesia. Komoditi perkebunan yang sering mendapat serangan tikus antara lain adalah tebu dan kelapa sawit.Berdasarkan laporan Triwulanan Tahun 2013 dari Dinas yang membidangi perkebunan di Indonesia bahwa luas serangan tikus pada komoditi tebu mencapai 1.007,87 ha dengan taksasi kerugian hasil sebesar Rp. 308.983.589,-

 

SERANGAN OPT PADA KOMODITI LADA

Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman rempah yang menjadi komoditas ekspor penting di Indonesia. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu sentra produksi utama lada di Indonesia dan dikenal di pasar internasional melalui produk lada putih dengan sebutan “Muntok White Pepper”. Masalahnya, produksi lada putih terus menurun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Tahun 2002 produksi lada putih Bangka mencapai angka 32.611,94 ton sedangkan pada tahun 2011 hanya mencapai 28 241,51 ton.

   

SERANGAN SEXAVA NUBILA DAN ORYCTES RHINOCEROS PADA KELAPA

Kelapa merupakan komoditas strategis dalam perekonomian bangsa Indonesia, terutama sebagai penghasil minyak nabati dan sumber pendapatan bagi petani serta keperluan ekspor. Dewasa ini dengan adanya krisis minyak bumi, peranan kelapa semakin penting karena dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Menurut Allorerung et al. (2006), kelapa sebagai salah satu sumber energi alternatif pengembangannya diarahkan pada pembukaan areal baru atau rehabilitasi tanaman tua yang tidak terawat pada daerah pulau-pulau terpencil dan lahan pasang surut. Kemudian menurut Michellia (2006), kelapa juga bermanfaat sebagai obat bagi penyakit manusia, hal ini menunjang semangat “back to nature” yang sudah mewabah baik diluar negeri maupun di Indonesia.

   

SERANGAN HAMA PENGHISAP BUAH (HELOPELTIS SP.) BAG. I

Kakao (Theobroma cacaoL.)  merupakan  salah  satu  komoditas  perkebunan yang  memiliki  peranan  cukup  penting  bagi  perekonomian  nasional,  khususnya sebagai   sumber   pendapatan   dan   devisa   negara.   Di   tingkat   dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang membudidayakan tanaman kakao paling luas di dunia,  dan  merupakan  produsen  kakao  terbesar  ketiga  setelah  Ivory  Coast  dan Ghana  dengan  produksi  tahunan  mencapai  700  ribu  ton. Masalah  yang  dihadapi  kakao  Indonesia  adalah  rendahnya  produktivitas tanaman yang masih berada di bawah 900 kg/ha/thn dari rata -rata potensi sebesar 2.000   kg/ha/thn.

   

EFEKTIFITAS PESTISIDA NABATI PADA KOMODITAS KOPI

Saat ini tuntutan konsumen terhadapproduk-produk tanaman perkebunan memiliki kecenderungan dikaitkan dengan aspek kesehatan, pelestarian lingkungan dan aspek sosial. Permintaan produk perkebunan yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya akhir-akhir ini semakin meningkat, termasuk di dalamnya bebas dari residu pestisida kimia. Oleh karena itu strategi pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari tanaman perkebunan yang diusahakan harus menyelaraskan dengan tuntutan konsumen tersebut, apabila produk yang dihasilkan akan unggul dalam kompetisi di pasaran global. Di samping itu, penggunaan bahan kimia pestisida sintetik pada ekosistem perkebunan dalam jangka panjang memiliki dampak negatif yang  cukup banyak, selain dari segi biaya juga cukup mahal.