ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi Mekanisasi Pertanian Merevolusi Budaya Bertani

Mekanisasi Pertanian Merevolusi Budaya Bertani

E-mail Cetak PDF

Sering kali kita dengar dalam diskusi-diskusi yang membahas tentang pendapatan petani yang masih rendah.  Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.  Salah satunya adalah kepemilikan lahan yang masih relatif sempit sehingga usaha tani tidak bisa dilakukan dengan efisien.  Salah satu kuncinya adalah dengan penguatan kelembagaan petani. Hal ini akan mempermudah pengadaan sarana dan prasarana pertanian, kegiatan budidaya pertanian serta penanganan pasca panen dan pemasarannya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mekanisasi pertanian sebagai upaya penurunan biaya produksi dan peningkatan hasil pertanian.  Tenaga kerja yang semakin sulit ditemukan dalam usaha tani seakan mewajibkan penggunaan alsintan.  Seperti yang dilakukan oleh kelompoktani di Desa Betek Kec. Mojoagung.  Desa ini merupakan salah satu desa yang terletak dikecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang mempunyai Luaas areal sawah sebesar 174 ha yang terdiri dari 157 ha ditanami komoditas padi dengan IP 200 sedangkan 23 ha sisanya adalah tanaman perkebunan.

Permasalahan yang selama ini terjadi dalam budidaya tanaman padi di desa Betek yaitu masalah tenaga kerja dalam melakukan proses tanam padi, kurangnya tenaga manusia sebagai tenaga tanam padi manual akan dapat menghambat program tanam serempak dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah, untuk itu diperlukan mekanisasi pertanian.

Penggunaan mesin pertanian merupakan salah satu cara  yang dapat  untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi dalam melakukan usaha tani, meningkatkan mutu dan nilai tambah produk serta pemberdayaan petani. Pada hakitkatnya penggunaan mesin pertanian  adalah untuk meningkaktkan kerja manusia dalam proses produksi pertanian (Tanaman Padi) dimana setiap tahapan dari proses produksi tersebut dapat menggunakan alat mesin pertanian (Transplanter). Dengan demikian mekanisasi pertanian diharapkan dapat meningkatkan efiseensi tenaga manusia.

Namun demikian, demikian mekanisasi juga menimbulkan dampak yang tidak disukai pada masyarakat desa Betek yang dianggap dapat menggeser tenaga kerja manusia serta terjadi kesenjangan yang dapat mengurang peluang kerja tertutama tenaga kerja perempuan dalam melakukan tanam padi. Dan masyarakat masih mempunyai  anggapan dalam menggunakan mesin-mesin pertanian memerlukan biaya yang tinggi dalam pengadaan dan perawatannya.

Dengan adanya kelembagaan kelompoktani yang ada didesa Betek Kec. Mojoagung yang telah mendapatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah berupa alat tanam padi Transplanter dapat digunakan sebagai sarana peralihan dari tanam padi konvensional (menggunakan tenaga manusia) menuju mekanisasi pertanian menggunakan Transplanter untuk melakukan tanam padi yang ada di wilayah desa betek serta dapat mengatasi kekurangan tenaga tanam pada saat musim tanam raya, sehingga dapat dilakukan tanam secara serempak.

Kuntungan tanam padi menggunakan alat tanam modern (transplater) diantaranya :

  1. Menghemat Biaya
    Dengan menanam padi menggunakan transplanter dapat menhemat biaya dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Tanam dengan menggunakan tenaga manusia dalam 1 ha memerlukan biaya sekitar Rp. 1.700.000,-  dengan lama waktu 1 hari sebanyak 15 0rang tenaga kerja. Sedangkan menggunakan alat tanam padi (Transplanter) membutukan biaya sekitar Rp. 150.000,- s/d Rp. 200.000,- untuk sewa alat tanam dan membutuhkan waktu sekitar  3-4 jam dan 1 orang operator selesai tanam dalam 1 ha.
  2. Menghemat Waktu/ Cepat Selesai
    Dengan menggunakan msein tanam padi (Transplanter) akan dapat mempercepat proses penanaman dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3-4 jam dalam 1 ha. Jika menggunakan tenaga manusia membutukan waktu satu hari dengan jumlah tenaga kerja 15 orang dalam 1 ha.
  3. Meringankan Kerja Petani
    Dengan menggunakan alat tanam padi modern (transplanter) mempunyai keunggulan dan manfaat yaitu dapat meringankan beban dan kerja petani contohnya pada saat pencabutan bibit pada persemaian tanaman padi yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Jika menggunakan alat tanam modern (transplanter) sudah ada berupa kotak seperti nampan untuk melalukan persemaian dengan system kering, pada saat akan tanam tinggal mengambilnya.

Dari uraian diatas dapat diketahuai peralihan dari tanam konvensional dengan mengggunakan tenaga manusia menuju pertanian modern akan dapat mengatasi permasalahan yang ada di desa Betek kec. Mojoagung Kab. Jombang terutama dalam  mengatasi kekurangan tenaga tanam padi pada saat musim tanam padi, dan mewujudkan tanam padi secara serempak. (Ahmad Mujiono, SP, Tim TI Mojoagung)

 

Add comment

Security code
Refresh