ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi Budidaya Bawang Merah Di Area Tadah Hujan

Budidaya Bawang Merah Di Area Tadah Hujan

E-mail Cetak PDF

Hj. Mat Ali atau yang akrab disapa Aba Carik (Sekdes) adalah petani pionir bawang merah di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Beliau layak disebut sebagai pionir petani bawang merah karena beliaulah orang pertama yang mencoba bertanam bawang merah, sehingga pada akhirnya banyak petani disekitar desa Purisemanding yang bertanam bawang merah. Menurut cerita beliau, awal mula bertanam bawang merah karena beliau mengalami kecelakan yang parah sehingga salah satu kakinya harus diamputasi, karena keadaan beliau yang tidak memungkinkan untuk terjun langsung ke lahan, akhirnya atas dorongan saudaranya agar mencoba tanam bawang merah, yang tidak harus terjun dilahan akan tetapi bisa dibantu oleh tenaga kerja.

Pada saat itu beliau mencoba bertanama bawang merah hanya seluas 0,21 ha, karena beliau masih belum berani untuk tanam yang luas takut mengalami kegagalan. Ternyata rejeki berpihak kepada beliau, pada saat itu yaitu tahun 2001, bawang merah beliau di beli tengkulak dengan sistem tebasan senilai Rp 11.500.000,- . Sejak saat itu lah beliau merasa bawah tanam bawang merah sangat menguntungkan dibandingkan dengan tanaman lain yang selama ini beliau lakukan. Dengan berjalannya waktu, pada tahun 2006 bapak Mat Ali menanam bawang merah seluas 1,4 ha, dan ternyata berhasil kembali, pada saat itu dengan luasan 1,4 ha bawang merahnya di beli oleh tengkulak senilai 120 juta rupiah, sehingga beliau bisa berangkat haji karena keberhasilan beliau menanam bawang merah.

Mungkin itu cerita sukanya, akan tetapi dalam bertanam bawang merah beliau juga pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan, yaitu pernah gagal panen karena cuacanya yang kurang baik, pernah juga uang hasil penjualan bawang merah di bawa tengkulak sampai berbulan-bulan. Akan tetapi hal itu tidaklah membuat beliau trauma untuk tetap menanam bawang merah, bagi beliau dalam setiap usaha apapun pastilah ada pengalaman suka dan dukanya. Bapak Mat Ali tidaklah pelit dalam membagi pengalamannya dalam bertanam bawang merah, beliau menceritakan tentang cara budidaya bawang merah yang selama ini beliau lakukan.

Benih bawang merah

Varietas benih yang digunakan adalah thailand, alasan memilih varietas ini adalah lebih tahan terhadap serangan hama penyakit dibanding dengan varietas lain, pemasarannya lebih muda karena rata-rata tengkulak lebih memilih varietas ini. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.
Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk tanaman bawang merah milik Bpk Mat Ali menggunakan jarak tanam 12√ó14 dengan dibutuhkan sekitar 9 kw benih per hektar.

Pengolahan tanah dan penanaman

Membuat bedengan dengan lebar 1,8 meter, tinggi 60 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 40 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50 cm. Bedengan dicangkul sedalam 20 cm supaya tanahnya gembur. Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung. Kemudian di berikan SP-36 dan NPK sebagai pemupukan dasar. Biarkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami.
Siapkan benih atau umbi bawang merah yang siap tanam. Benih bawang merah ditanam dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi kedalam tanah.

Perawatan budidaya bawang merah

Penyiraman pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi hingga satu hari sekali.
Pemupukan susulan pertama diberikan setelah tanaman bawang merah berumur 15 HST. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA. Pemupukan susulan kedua selanjutnya diberikan pada umur 45 HST dengan komposisi  ZA, KCl. Pemupukan diberikan dengan membuat garitan disamping tanaman. Penyiangan gulma biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam

Pengendalian hama dan penyakit

Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama dan penyakit. Namun yang paling sering menyerang di tanaman milik Bpk Ali adalah hama ulat dan penyakit layu (mboler).
Hama ulat (Spodoptera exigua.) menyerang daun, untuk menanggulanginya biasanya disemprot dengan insektisida, sedangkan untuk Penyakit layu fusarium atau bahasa jawa = mboler bisa menggunakan fungisidia.

Panen bawang merah

Bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 55-60 hari sejak tanam. Produktivitas budidaya bawang merah milik Bpk Ali biasanya berkisar antara 10-13 ton per hektar. Untuk pemasarannya Bpk Ali langsung memasarkan ke tengkulak dengan sistem tebasan, alasan beliau tidak dipasarkan kering, karena biayanya akan bertambah. Beliau mengeringkan bawang merah hanya sebagai bibit untuk tanam berikutnya. (Umi Mariati, Tim TIK Plandaan)

 

Add comment

Security code
Refresh