ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi SERANGAN PENYAKIT LANAS PHYTOPTHORA NICOTIANAE PADA TEMBAKAU

SERANGAN PENYAKIT LANAS PHYTOPTHORA NICOTIANAE PADA TEMBAKAU

E-mail Cetak PDF

Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani karena aspek jualnya yang relative tinggi.Tembakau merupakan tanaman semusim, tetapi di dunia pertanian termasuk dalam golongan tanaman perkebunan dan tidak termasuk golongan tanaman pangan.Tembakau (daunnya) digunakan sebagai bahan pembuatan rokok.Spesies yang sering dibudidayakan adalah Nicotiana tobacum dan Nicotiana rustika.Nicotiana tobacum, daun mahkota bunganya memiliki warna merah muda sampai merah, mahkota bunga berbentuk terompet panjang, habitusnya piramidal, daunnya berbentuk lonjong dan pada ujung runcing, kedudukan daun pada batang tegak, tingginya 1,2 m.

Nicotiana rustika, daun mahkota bunganya berwarna kuning, bentuk mahkota bunga seperti terompet berukuran pendek dan sedikit bergelombang, habitusnya silindris, bentuk daun bulat yang pada ujungnya tumpul, kedudukan daun pada batang agak terkulai.Tembakau tumbuh pada daerah dengan curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, suhu optimalnya antara 21-32o C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

Dalam budidayanya, tembakau memiliki beberapa masalah yang serius terkait dengan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sehingga tidak jarang mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Salah satu masalah paling serius yang dapat menyebabkan kegagalan sektor perkebunan tembakau adalah penyakit lanas tembakau.

Situasi iklim diatas sangat penting karena dapat menjadikan faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit lanas. Penyakit lanas merupakan penyakit pada tembakau yang disebabkan oleh jamur Phytopthora nicotianae var. nicotianae. Penyakit ini dapat merajalela jika kelembaban sangat tinggi, dan penyakit akan berkembang dengan sangat cepat dan tanaman tembakau segera menjadi busuk jika kelembaban tinggi (Semangun, 2000). Kelembaban yang tinggi akan membantu pembentukan spora dan meningkatkan infeksi. Infeksi hanya dapat terjadi kalau pada permukaan buah terdapat air. Ini dapat terjadi dari air hujan, tetapi dapat juga terjadi karena pengembunan uap air pada permukaan buah (Purwantara dan Pawirosoemardjo, 1990).

Dikarenakan kondisi iklim pada saat ini tidak menentu, sehingga serangan terhadap penyakit ini tidak dapat diprediksikan. Curah hujan cukup tinggi. Musim tanam tembaku tahun ini, banyak petani yang mengeluh karena tanaman yang baru ditanam mati akibat terkena curah hujan yang tinggi dan munculnya penyakit layu pada tembakau, salah satunya antara lain penyakit lanas. Sehingga dari sini petani menanam ulang hingga berkali-kali (Administrator, 2013). Jamur P. nicotianae merupakan salah satu patogen penyakit pada tembakau yang menyebabkan penyakit lanas (penyakit dengan gejala layu). Menurut Semangun, 2000. Penyakit ini dapat timbul pada pertanaman tembakau di berbagai umur, baik itu di pembibitan maupun di lapangan. Gejala penyakit ini antara lain : Pada bibit warna daun mula-mula berwarna hijau kelabu kotor Di pembibitan, penyakit ini dapat meluas dengan cepat, sehingga gejalanya tampak seperti disiram air panas Pada tanaman yang lebih tua, biasanya gejala pembusukan hanya terbatas pada leher akar. Bagian yang busuk berwarna coklat kehitaman dan agak berlekuk. Semua daun kemudian layu mendadak. Jika bagian pangkal batang dibelah, maka empulur tampak mongering dan mengamar. Jika tidak segera dipetik, maka lanas akan menjalar ke batang. Kelayuan terjadi.

Patogen penyebab penyakit lanas tembakau adalah cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan yaitu suatu spesies mirip penyakit hawar daun kentang (Phytophthora infestans). Jamur ini hidup di dalam tanah dan dapat berpindah ke tanaman tembakau.Penyakit ini tersebar di seluruh kebun tembakau Deli, dan pada umumnya serangan berat terjadi pada musim hujan yang relatif cukup tinggi. Gejala serangannya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu :

Tipe 1 tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati, pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat.

Tipe 2 daunnya terkulai kemudian menguning tanaman layu dan akhirnya mati

Tipe 3 bergejala nekrosis berwarna gelap terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun normal.

Cara pencegahannya adalah melakukan sanitasi misalnya pembersihan secara rutin termasuk mencabuti dan membakar semua tanaman yang terserang akan memperkecil resiko semakin luasnya penyebaran patogen. Sebaiknya tanaman yang terserang tersebut tidak dibuang pada parit/selokan karena air dapat menjadi media penularan penyakit. Memperbaiki drainase dan rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan.

  • Pengaturan kondisi lingkungan juga termasuk dalam strategi perlindungan tanaman tembakau dari lanas. Sebaiknya bibit ditanam tidak terlalu rapat dan diupayakan agar kelembaban udara di dalam naungan tidak terlalu tinggi. Penggunaan jarak tanam yang terlalu rapat akan menyebabkan sirkulasi udara kurang baik, kelembaban udara menjadi tinggi dan akan menjadi penyebab timbulnya segala macam penyakit.
  • Di areal pertanaman tembakau, upayakan areal tidak terlalu lembab atau basah serta hindari mengalirnya air dari petakan tanaman yang sakit/terserang
    Untuk kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung dengan adanya serangan penyakit ini perlu untuk diwaspadai dan ditindak lanjuti.

Pengelolaan penyakit lanas pada tembakau :

  1. Penanaman varietas yang tahan
  2. Pergiliran tanaman
    Penyebab penyakit lanas tidak dapat bertahan lama di dalam tanah, terutama jika tanah terendam air. Sebaiknya tanah hanya ditanami tembakau 1 kali dalam 2 tahun.Diantara kedua musim tersebut ditanami tiga kali padi sawah yang dapat mematikan P. nicotianae di dalam tanah.
  3. Mengurangi kelembaban pembibitan
  4. Tanaman yang sakit sebaiknya di cabut, tetapi pencabutan harus dilakukan secara hati-hati supaya tanah yang berpenyakit tidak berhamburan
  5. Mendesinfestasi tanah yang berpatogen
  6. Pemakaian pupuk organik yang tidak berpatogen
  7. Penggarapan tanah dan pengairan.
  8. Analisis Lanas yaitu suatu tindakan untuk mengetahui adanya penyakit lanas di dalam tanah.


Analisis lanas air

Untuk mengetahui adanya Phytopthora sp. di dalam air. Caranya yaitu daun tembakau yang sehat dimasukkan ke dalam keranjang, direndam dalam air sumur, sungai atau kolam yang diperiksa.

Daun-daun ditaruh dalam kaleng tertutup atau di dalam kantong plastik. Diantara daun tembakau diberi daun pisang atau lembaran plastik

Setelah 24 jam daun-daun diperiksa dan dihitung jumlah bercak lanas yang ada. Besar kecilnya jumlah bercak yang terdapat pada daun dapat dipakai untuk membandingkan banyaknya patogen dalam air.

Analisis lanas tanah dan pupuk.

  • Dipakai untuk memeriksa adanya jamur lanas di dalam tanah yang akan ditanami tembakau, atau di dalam pupuk organik yang akan dipakai.
  • Tanah dan pupuk diberi air sehingga menjadi bubur encer.
  • Bubur dilumaskan pada permukaan daun tembakau sehat
    Daun tembakau dimasukkan ke dalam kaleng tertutup dan dilapisi daun pisang.
  • Setelah 24 jam daun dicuci dan dimasukkan kembali ke dalam kaleng.Penghitungan bercak dilakukan setiap 24 jam ( Semangun, 2000).

Penulis : IRIANTO BUDI SANTOSA, SP - POPT KABUPATEN JOMBANG

 

Add comment

Security code
Refresh