ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi RHYNCHOPHORUS SPP, KUMBANG YANG MEMATIKAN TANAMAN KELAPA

RHYNCHOPHORUS SPP, KUMBANG YANG MEMATIKAN TANAMAN KELAPA

E-mail Cetak PDF

Kelapa yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Cocos nuciferaadalah salah satu pohon tropis yang masuk kedalam suku aren-arenan. Tanaman kelapa diperkirakanberasal dari pesisir Samudera Hindia, hingga kini penyebarannya sudah menyebar ke seluruh pantai tropika dunia. Pohon kelapa merupakan salah satu pohon yang bisa hidup. Hingga puluhan tahun lamanya, tanaman yang banyak tumbuh diarea pantai ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan curah hujan 1300-2300 mm/tahun atau bahkan lebih, daerah dengan ketinggian 600m diatas permukaan air laut, serta daerah dengan intensitas sinar matahari yang cukup.

Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari akar sampai daun, dari produk non-kuliner maupun kuliner/makanan, dan juga produk industri sampai produk obat-obatan. Sebagai bahan komoditi yang bernilai ekonomi tinggi, berbagai strategi telah diupayakan untuk meningkatkan produksi kelapa nasional. Namun fakta di lapang sering menghadapi hambatan, terutama adanya kecenderungan terjadinya perubahan siklus serangga hama kelapa.

Keberadaan OrganismePengganggu Tanaman (OPT)merupakan salah satu penyebab buruknya pertumbuhan tanaman ini sehinggamenyebabkan tanaman ini rusak dan mati. Rhynchophorus ferrugineus merusak akar tanaman muda, batang dan tajuk, pada tanaman dewasa merusak tajuk, gerekan pada pucuk menyebabkan patah pucuk, liang gerekan keluar lendir berwarna merah coklat.

Rhynchophorus spp merupakan salah satu hama kumbang kelapa yang berbahaya karena serangan awal kumbang ini sulit dideteksi dan hanya diketahui jika tanaman kelapa telah terinfeksi dan rusak berat.Ciri: imago, berbentuk kumbang dengan masa perkembangan 11-18 hari. Ciri khas nya adalah tinggal di kokon sampai keras. Gejala: merusak akar tanaman muda, batang dan tajuk, pada tanaman dewasa merusak tajuk, gerekan pada pucuk menyebabkan patah pucuk, liang gerekan keluar lendir berwarna merah coklat.

Inang utama hama ini adalah kelompok palem-paleman. Bila di Asia hama ini banyak menyerang tanaman kelapa, di dunia R.ferrugineuslebih dikenal sebagai hama utama pada tanaman kurma (Phoenix dactylifera). Kisaran inangnya meliputi kelapa, kurma, sagu dan palem hias (Malumpy dan Moran, 2007).Penggerek yang tersembunyi di dalam jaringan palem ini dilaporkan menyerang 15% wilayah tanaman kelapa di daerah tropis Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Gejala Serangan

Pada tanaman yang berumur antara 0 -1 tahun, kumbang dewasa (baik jantan  maupun  betina)  melubangi  bagian  pangkal  yang  dapat  mengakibatkan
kematian  titik  tumbuh  atau  terpuntirnya  pelepah  daun  yang  dirusak.  Pada tanaman  dewasa  kumbang  dewasa  akan  melubangi  pelepah  termuda  yang belum  terbuka.  Jika  yang  dirusak  adalah  pelepah  daun  yang  termuda  (janur) maka  ciri  khas  bekas  kerusakannya  adalah  janur  seperti  digunting  berbentuk segitiga.  Stadium  hama  yang  berbahaya  adalah  stadium  imago  (dewasa)  yang berupa  kumbang  (Suhardiyono,  1995).Serangga  dewasa  dapat  menyebabkan kerusakan dengan  melubangi  pangkal  daun  tombak  dan  jaringan  leher  akar, pohon  muda  akan  mati  jika  titik  tumbuhnya  dirusak,  kerusakan  pada  daun tombak  biasanya  mengakibatkan  malformasi.  Serangan  yang  berulang-ulang akan  menyebabkan  pertumbuhan  terhambat  dan  saat  menjadi  dewasa  menjadi terlambat.

Masa   paling   kritis   adalah   dua   tahun   pertama   setelah   tanam dilapangan.  Tanaman  menjadi  lebih  tahan  terhadap  serangan Rhynchophorus ferrugineusjika kanopi telah saling menutup.

Rekomendasi Pengendalian

Kumbang  moncong (R ferrugineus) tidak  bisa  terbang  jauh,  kisaran penerbangan  200  yard  dari  tempat  pembibitan.  Metode  pengendalian  adalah berburu  pada  tempat-tempat  pembiakan,  membunuh  kumbang  dalam  tahap muda,  larva,  kemudian  pastikan  bahwa  tidak  ada  kumbang  lain  yang  dapat berkembang  biak  di  sana.  Kumbang  betina  bertelur  pada  semua  jenis  vegetasi yang  membusuk,  pupuk  kandang,  kompos,  dan  terutama  di  batang  kelapa  mati (Piggot, 1964).Upaya    terkini    dalam    mengendalikan   kumbang    moncong    adalah penggunaan  perangkap  feromon.PPKS saat  ini  telah  berhasil  mensintesa feromon  agregat  (dengan  nama  dagang  Feromonas)  untuk  menarik  kumbang jantan  maupun   betina.   Feromon   agregat   ini   berguna   sebagai   alat   kendali populasi   hama   dan   sebagai   perangkap   massal.   Pemerangkapan   kumbang moncong  dengan  menggunakan  ferotrap  terdiri  atas  satu  kantong feromon sintetik (PPKS, 2010).

Penulis : IRIANTO BUDI SANTOSA, SP - POPT KABUPATEN JOMBANG

 

Add comment

Security code
Refresh