ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi PENGENDALIAN TERPADU HAMA PENGGEREK CENGKEH DI JOMBANG

PENGENDALIAN TERPADU HAMA PENGGEREK CENGKEH DI JOMBANG

E-mail Cetak PDF

Peran  komoditas  cengkeh  saat  ini  tidak  hanya  sebagai  komponen  utama  rokok,  akan tetapi  telah  banyak  digunakan  di  berbagai  industri  lainnya  seperti  makanan,  obat  dan kosmetik.  Bunga  cengkeh  (Syzygium  aromaticum)  selain  mengandung  minyak  atsiri,  juga mengandung senyawa kimia yang disebut eugenol, asam oleanolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin dan gom. Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh.  Penurunan produksi cengkeh akibat serangan hama dapat mencapai 10-25%. Serangan hama dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, produksi menurun bahkan kematian tanaman. Untuk mengurangi kehilangan hasil akibat serangan hama dan penyakit maka upaya pengendaliannya sangat diperlukan.

Beberapa hama yang menyerang tanaman cengkeh yaitu penggerek, perusak pucuk dan perusak  daun.  Di  antara  hama-hama  yang  menyerang  tanaman  cengkeh,  jenis  penggerek merupakan  hama  yang  paling  merusak  dan  sering  dijumpai  menyerang  tanaman  cengkeh. Penggerek  tanaman  cengkeh,  yaitu  penggerek  batang,  penggerek  cabang,  dan  penggerek ranting. Penggerek batang merupakan jenis hama yang umum ditemukan dan paling merusak. Akibat gerekan larva menyebabkan distribusi hara dan air terganggu.

Penggerek Batang Cengkeh

Penggerek     batang     cengkeh     adalah Nothopeus   spp.   dan Hexamitodera   spp. (Coleoptera:    Cerambycidae).     Ada     dua  spesies Nothopeus  yaitu N.  hemipterus  Oliv. (stem   borers)   dan   N.fasciatipennis   Watt. (ring  borers).  bentuk,  perilaku  maupun  cara hidupnya  hampir  sama.  Larva  adalah  fase yang  paling  berbahaya .  Bentuk langsing,  berwarna  putih  pucat.  Stadia larva Nothopeus  sp.  rata-rata  248  hari,  sedangkan Hexamitodera sp. hidup lebih lama. Fase pra pupa  20  hari,  Pupa  warnanya  putih,  panjang 2.5-3 cm. Lama stadia 22-26 hari. Imago baru keluar  melihat  dunia  luar  3  minggu  setelah menjadi kumbang di dalam lubang gerek. Kumbang betina hidup antara 10-18 hari, sedangkan jantan antara 5-22 hari Keperidian 14 - 90 butir telur/betina. Gejala kerusakan akibat serangan penggerek batang pada pohon cengkeh adalah adanya lubang-lubang gerekan berukuran 3 - 5 mm .Lubang gerekan ditemukan di batang  pohon cengkeh pada ketinggian 0,3 hingga 5 m dari permukaan tanah. Jumlah gerekan aktif per pohon 1 – 49 lubang gerekan. Pada permukaan lubang tersebut biasanya terdapat cairan kental sisa-sisa gerekan dan kotoran serangga yang mengalir ke bawah.Hexamitodera  spp.  (wood  borer)  yang  terkenal  adalah  H.  semivelutina  Hell.  Batang cengkeh  yang  terserang  Hexamitodera  spp.  seringkali  lubang  gerekan  bersifat  melingkar/menggelangi  batang  sehingga  hama  ini  dikenal  juga  sebagai  penggerek  batang  melingkar.

Kerusakan berat akibat serangan Hexamitodera sp. adalah mahkota pohon tidak rimbun, daun-daun hampir 70% rontok dan sebagian cabang, daun dan ranting mati, daun berubah dari warna hijau kekuningkuningan. Kerusakan pernah mencapai 75% dari suatu areal perkebunan yang luas. Pohon yang digerek hidupnya merana dan lama kelamaan mati. Apabila ada angin kencang pohon dapat tumbang. Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara hama penggerek Hexamitodera spp. dengan jamur patogen Ceratocystis polychroma.Ada dua spesiesNothopeusyaituN. Hemipterus Oliv. (stem borers) dan N.fasciatipennis Watt.(ring borers). Batang yang terserang Nothopeus spp. jika dibelah melintang akan tampak lubang-lubang gerekan yang tidak teratur .Selain cengkeh hama ini juga menyerang tanaman inang lainnya yaitu tanaman jambu bol(Eugenia malaccensisLinn.), salam (Eugenia polyanthaWight), juwet/duwet (Eugenia cuminiMerr.)

Penggerek Cabang

Dua jenis penggerek cabang yang banyak menyerang tanaman cengkeh adalah Xyleborus sp.,dan Ardela sp.

Hyleborus spmerupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam. Kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina. Gejala serangan yang tampak adalah adanya lubang-lubang gerekan berukuran kira-kira 1 mm pada permukaan kulit cabang. Akibat serangan hama ini, cabang-cabang tanaman menjadi lemah, mudah patah, tunas-tunas mati, daun dan ranting mengering dan akhirnya cabang mati.

Serangga ini berupa ngengat. Ngengat jantan berwarna cokelat keputihan, sedangkan yang betina berwarna merah muda keputihan. Larva berwarna putih keabu-abuan.Gejala serangan pada cabang-cabang tanaman terdapat lubang-lubang gerekan ber-diameter 12,5-25 mm. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus. Jumlah lubang gerekan pada setiap cabang dapat mencapai 2-3 buah. Serangan hama ini menyebabkan tanaman menjadi lemah.

Penggerek Ranting

Hama penggerek ranting yang banyak dijumpai menyerang tanaman cengkeh yaitu Coptocercus biguttatus Dinov. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan

Gejala Serangan

Pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1,8 mm. Serangan hama ini mengakibatkan ranting dan daun mengering atau meranggas.Hama ini umumnya menyerang tanaman yang kondisinya lemah atau tanaman yang tidak dipelihara dengan baik.

Pengendalian

Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya serangan hama dan pengendalian penggerek memerlukan teknik tersendiri, karena larva berada dalam batang. Beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam upaya pengendalian hama terpadu penggerek batang cengkeh adalah:Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia, Cengkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

  • Penggunaan varietas tahan
  • Monitoring hama secara teratur
  • Melakukan pengendalian secara:
    • Mekanis: memusnahkan telur penggerek dengan mencari secara langsung atau menutup lubang gerekan dengan pasak kayu atau tanah liat.
      Kimiawi: menggunakan insektisida sintetik yaitu dioleskan pada batang, diinjeksikan ke batang, dan ditaburkan pada tanah insektisida sistemik berbahan aktif carbofuran (misalnya Furadan 3 G) dengan dosis 115-150 g/pohon dan interval 3 bulan sekali.
    • Hayati/biologi dengan menyuntikkan suspensi jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana pada lubang gerekan dapat dapat digunakan untuk mengendalikan hama ini.
    • Pestisida nabati.
    • Minyak cengkeh juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama cengkeh.

Penulis : IRIANTO BUDI SANTOSA, SP - POPT KABUPATEN JOMBANG

 

Add comment

Security code
Refresh