ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi PENGARUH SERANGAN HAMA KWANGWUNG PADA KETERSEDIAAN BENIH KELAPA DI JOMBANG

PENGARUH SERANGAN HAMA KWANGWUNG PADA KETERSEDIAAN BENIH KELAPA DI JOMBANG

E-mail Cetak PDF

Kelapa merupakan tanaman tropis yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari penyebaran tanaman kelapa di hampir seluruh wilayah Nusantara. Kelapa merupakan tanaman perkebunan dengan areal terluas di Indonesia, lebih luas dibanding karet dan kelapa sawit, dan menempati urutan teratas untuk tanaman budi daya setelah padi. Kelapa menempati areal seluas 3,70 juta ha atau 26% dari 14,20 juta ha total areal perkebunan.

 

Sekitar 96,60% pertanaman kelapa dikelola oleh petani dengan  rata-rata pemilikan  1  ha/KK,  dan  sebagian  besar  diusahakan  secara monokultur (97%), kebun campuran atau sebagai tanaman pekarangan.Kelapa  (Cocos nucifera L.)  merupakan  komoditas  strategis  yang  memiliki  peran sosial,  budaya,  dan  ekonomi  dalam kehidupan  masyarakat  Indonesia.  Manfaat tanaman  kelapa tidak  saja terletak pada daging  buahnya  yang dapat  diolah menjadi santan, kopra, dan minyak kelapa, tetapi seluruh bagian tanaman kelapa mempunyai manfaat yang besar (Anonim, 2010). Namun  demikian  upaya  pengembangan komoditas  kelapa  dihadapkan  pada berbagai  kendala  antara  lainproduktivitas  kelapa  yang  masih  rendah  karena penggunaan bibit asalan

Sistematika Menurut Klasifikasi Botani  Hama Kwangwung (Oryctes rhinoceros L.) Menurut Anonim ( 2009) Dalam Kalshoven (1981) Adalah Sbb:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Scarabaeidae
Genus : Oryctes
Spesies : Oryctes rhinoceros L.
Daur Hidup Hama Kwangwung (Oryctes rhinoceros L.)

Oryctes  rhinoceros L.  Merupakan  serangga  yang  mengalami  metamorfosis sempurna  yang  daur  Hidup  dari  ordo ini  melewati  masa  perkembangan  dengan  tipe holometabola yaitu melewati tahap telur, larva, pupa dan kemudian imago. Imago ini yang kemudian kembali melakukan perkawinan dan bertelur serta meletakan telurnya di  tanaman  demikian  siklus  ini  berjalan  terus  menerus  secara  berkesinambungan.Berdasarkan hasil pengamatan pada Ordo Coleoptera yakni kumbang kelapa (Oryctes rhinocerosL) secara umum morfologi hama serangga ini terdiri dari kepala (Caput), dada  (Toraks),  dan  perut  (Abdomen). Telur  serangga  ini  berarna  putih,  bentuknya mula-mula  oval,  kemudian  bulat  dengan  diameter  kurang  lebih  3  mm.

Telur-telur ini diletakkan  oleh  serangga  betina  pada  tempat  yang  baik  dan  aman  (misalnya  dalam pohon  kelapa  yang  melapuk),  setelah  2 minggu  telur-telur  ini  menetas. Rata-rataekunditas  seekor  serangga  betina  berkisar  antara  49-61  butir  telur,  sedangkan  di Australia berkisar 51 butir telur, bahkan dapat mencapai 70 butir. Stadium telur berkisar antara 11-13 hari, rata-rata 12 hari. Sedangkan menurut, telur-telur menetas setelah 12 hari. Larva  yang  baru  menetas  berwarna  putih  dan  setelah  dewasa  berwarna  putih kekuningan, warna bagian ekornya agak gelap dengan panjang 7-10 cm. Larva deasa berukuran panjang 12 mm dengan kepala berwarna merah kecoklatan. Tubuh bagian belakang lebih besar dari bagian depan. Pada permukaan tubuh larva terdapat bulu-bulu  pendek  dan  pada  bagian  ekor  bulu-bulu  tersebut  tumbuh  lebihrapat.

Stadium larva  4-5  bulan bahkan  adapula  yang  mencapai  2-4  bulan  lamanya  (Nayar,  1976). Stadium larva terdiri dari 3 instar yaitu instar I selama 11-21 hari, instar II selama 12-21 hari  dan instar  III  selama  60-165  hari. Kumbang  O.rhinoceros  pada  bagian  atas berwarna hitam  mengkilat,  bagian  bawah  coklat  merah  tua.  Panjangnya  3-5  cm. Tanduk  kumbang  jantan  lebih  panjang  dari  tanduk  betina.  Pada  kumbang  betina terdapat bulu yang tumbuh pada ujung abdomennya, sedangkan pada kumbang jantan bulu-bulu tersebut hampir tidak ditemukan.

Mekanisme Serangan Hama Kwangwung

Kumbang  dewasa terbang  ke  tajuk kelapa  pada  malam  hari  dan  mulai bergerak  ke  bagian  dalam  ketiak pelepah  daun  yang  paling  atas.  Kumbang  menyerang  pucuk  dan  pangkal  daun  muda yang  belum  membuka  dengan  cara  menggerek  dan    memakan    helaian    daun    sehingga  mengakibatkan    daun    terpotong-potong/  tergunting    membentuk    huruf    “V”    bila    telah  terbuka.Hama    ini  juga    merusak sporadis,  akibatnya  produksi  menurun  dan  serangan  berat menyebabkan  tanaman  mati.  Serangan  hama  ini  dapat  berlangsung  sepanjang  tahun    dan  populasinya  dapat  dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor  diantaranya  tempat berkembang biak dari hama  tersebut seperti timbunan  kulit  buah kopi/kakao,  ampas  tebu,    timbunan    limbah  penggilingan    padi,    timbunan pupuk    kompos,    pupuk  kandang  dan  timbunan  serbuk gergaji.

Potensi Ketersediaan Benih di Kabupaten Jombang

Bahwa pada Kecamatan dengan jumlah populasi yang sudah  ditetapkan keragaan  pohon  kelapa  yang  ada  masih  memenuhi  standart  BPT kelapa bahkan  dapat  dipilih  sebagai  calon  PIK sehingga  mampu  memenuhi  potensi produksi  pohon  kelapa  per  tahun. Namun  demikiankarena  adanya  serangan  hama kwangwung  (Oryctes  rhinoceros L.)pada  salah  satu Kecamatan yang  lain  yang ditetapkan juga.Serangan kwangwung tersebut dimulai dari kondisi sekarang sudah tidak dapat dijumpai lagi populasi pohon kelapa yang dahulu ditetapkan kalaupun ada juga sudah terserang oleh kwangwung. Bahkan serangan kwangwung ini sudah menyebar ke desa yang bersebelahan yaitu Desa Watudakon.

Berdasarkan inforamsi yang diperoleh dalam kegiatan monev serangan kwangwung  dimulai  semenjak  BPT  tersebut  ditetapkan  yaitu  tahun  2009.  Desa Watudakon dengan jumlah populasi 3.960 pada tahun tersebut ditetapkan kini tinggal kenangan.  Sungguh  kondisi  yang  tragis hal  ini  disebabkan disamping  di  Desa Watudakon  banyak  menyediakan  tempat  perkembangbiakan  bagi  larva  kwangwung yang  berupa  tumpukan  jerami,  pakan  ternak, ampas    tebu,    timbunan    limbah penggilingan  padi,  timbunan  pupuk  kompos,  pupuk  kandang  dan  timbunan  serbuk gergaji, dll. Serta kurangnya pengetahuan petani mengenai teknik pengendalian hama kwangwung.

Kelapa  merupakan  salah  satu  komoditi  unggulan  nasional.  Penyediaan  benih kelapa  dari  PIK/BPT  merupakan  salah  satu  komponen  untuk  meningkatkan produktivitas kelapa. Oleh karena itu dengan kondisi yang terjadi di Kabupaten Jombang dengan sisa jumlah populasi yang ada disarankan agar:

  1. Dilakukan  penilaian kembali  terhadap  populasi  pohon  kelapa  yang  lain  yang berpotensi dan bukan daerah endemis OPT tertentu.
  2. Kegiatan Monev dan Pengawasan BPT/PIK di Propinsi Jawa Timur dapat dilakukan secara periodik minimal sekali dalam setahun, agar kondisi yang ada dapat diketahui secara langsung di lapangan.
  3. Perlu  ditingkatkan  pembinaan  dan  koordinasi  Dinas  Perkebunan  Propinsi  dan kabupaten kepada kelompok tani dalam usaha taninya.

Penulis : IRIANTO BUDI SANTOSA, SP - POPT KABUPATEN JOMBANG

 

Add comment

Security code
Refresh