ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi BUDIDAYA BUAH BLIMBING DALAM POT

BUDIDAYA BUAH BLIMBING DALAM POT

E-mail Cetak PDF

Di tengah terus menurunnya luas lahan pertanian, masyarakat mulai memikirkan alternative untuk melakukan kegiatan budidaya sebagai sarana mencukupi kebutuhan pangan yang beragam, bergizi dan berimbang.  Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot) yang sering dilakukan untuk menambah keindahan suasana, ternyata mampu mencukupi kebutuhan buah skala rumah tangga. Selain mudah dalam perawatan karena memang setiap hari bisa terpantau,Tabulampot juga akan menyediakan buah segar yang setiap saat bisa dinikmati.  Beberapa keuntungan lain yang diperolah adalah kualitas produksi yang terkontrol serta dengan konsumsi segar, kandungan gizi yang ada tetap terjaga.

Sangat mudah sebenarnya dalam melakukan budidaya Tambulampot, hanya ketekunan dan kemauan yang diperlukan selain teknis budidaya yang memang agak berbeda dengan kegiatan budidaya di lahan.  Prinsipnya sama, tanaman akan tumbuh subur ketika kebutuhan akan unsurnya terpenuhi secara optimal.  Jenis tanaman yang dipilih tentunya harus sesuai dengan suhu lingkungan, sehingga tanaman bisa berkembang secara optimal.  Bibit yang ditanam pun diharapkan unggul dan sehat, ditunjang dengan media tanam yang subur baik secara fisik, kimia dan biologi dalam arti media gembur, porous, memiliki kandungan unsure lengkap yang dibutuhkan tanaman serta terdapat mikroorganisme yang mendukung penyerapan unsure oleh tanaman.

Seperti yang dilakukan Bu Rosyidah yang melakukan budidaya Tabulampot Blimbing di pekarangan depan rumahnya.  Dengan lahan 3,5 x 8 M, beliau merawat tanaman buah kesayangannya itu ketika senggang.  “ Kebetulan saya hoby mas, jadi tidak begitu mengganggu kesibukan”, ujar Petugas Gizi Puskesmas Jelakombo Kecamatan Jombang itu.  Media diberikan dengan perbandingan 1 : 1 antara tanah dan Bokashi tanpa penambahan pupuk kimia, karena memang beliau menginginkan buah yang benar-benar sehat untuk dikonsumsi.  Hanya dengan penyiraman tiap hari, mengingat musim kemarau masih berlangsung, sudah cukup memberikan perawatan.  Terkadang saya menambahkan pupuk organik tambahan ketika tanaman belimbang sedang pembungaan.  Penyiraman jika ada, Beliau memberikan air beras yang sangat sayang untuk dibuang sia-sia,

Untuk bibit dipilih yang unggul dengan perlakuan yang disesuaikan.  “Tanaman belimbing saya biasanya untuk pembungaan pertama kali, saya potong dulu bunganya, agar pertumbuhan selanjutnya lebih bagus, dan pembungaan selanjutnya akan lebih berkualitas dalam menghasilkan buah. Ketika tanaman sudah mulai sebesar ibu jari, saya bungkus dengan plastic agar terlindung dari hama yang sering menyerang. Tambah Ibu dua anak itu. (RDP - Unit TI Kab. Jombang)

 

 

 

Terakhir Diupdate ( Kamis, 13 September 2012 15:04 )  

Comments  

 
#1 nuns 2012-08-27 10:27
ass, menarik buahnya, tapi apa bisa maksimal besar buahnya jika dalam satu batng terdapt banyak buah?
Saya punya pohon buah belimbing, namun tdk bisa besar krn terserang lalat buah. hmmmmm....menyebalkan, gmn ya mengantisipasi serangan lalat buah?
 
 
#2 DispertaJombang 2012-08-28 14:09
Terima kasih mbak nuns atas pertanyaannya
jumlah dan ukuran buah sangat tergantung dengan
1. Kesuburan media, karena akan mensuply nutriai yang dibutuhkan
2. Jumlah daun, karena berpengaruh dalam fotosintesis
3. varietas, karena sangat berpengaruh pada sifat genetis

Memang untuk skala komersial buah akan tumbuh optimal jika kurang lebuh 2-3 buah tiap tangkai dengan ukuran lebih dari 1 meter

Lalat buah bisa dilakukan pencegahan dengan membungkus dengan plastik atau dengan perangkap yang dijumpai di toko - toko pertanian
 
 
#3 chang 2013-03-28 12:31
Kebetulan istri saya sangat suka bercocok tanam, tulisan ini pasti akan membantu sekali. Terima kasih.
 
 
#4 henny 2014-09-11 19:59
Mau tanya antara tanah dan bokashi? Bokashi itu terdiri dari campuran pupuk apa? Mohon penjelasan ibiw
 
 
#5 DispertaJombang 2014-09-15 08:43
Terima kasih mbak henny atas pertanyaannya

Secara alami tanah terdiridari 25% air, 44 - 48% mineral, 25% udara dan 2- 5% bahan organik. Sedangkan bokashi merupakan pupuk organik yang dikeringkan dalam tanah untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Rata2 sekarang BO tanah dibawah 2%, Jawa Timur rata2 1,4%. Hal ini yang membuat tanah tidak subur/produktif. Bokashi (Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hidup) terdiri dari berbagai bahan organik yang diuraikan dengan bakteri. Intinya dari sisa - sisa makhluk hidup yang diuraikan. Campuran bokashi tidak dibutuhkan, tergantung potensi bahan organik yang ada di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Beberapa teknik pembuatannya bisa anda lihat di : Download/Teknologi Pertanian.
 

Add comment