ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi PELESTARIAN BURUNG HANTU ( TYTO ALBA )

PELESTARIAN BURUNG HANTU ( TYTO ALBA )

E-mail Cetak PDF

Beberapa anggota petani dari Kelompok tani Jabaran Desa  KedungPari, pada hari Kamis, tgl 7 Juni 2012 bersama sama

mengadakan gotong royong untuk mendirikan Rumah/ sangkar Burung Hantu. Adapun   Ukuran Kotak    Pagupon/ sangkar Tyto Alba   tersebut   adalah Panjang x lbr x tinggi   = 70 Cm x 90 CM x 60 Cm.  Pintu menghadap utara/selatan, tidak Berhadapan  Matahari.  Pagupon dipasang dengan Penyangga Bambu/ Kayu setinggi 6-8 meter dari permukaan tanah. Dilokasi sawah dekat sarang tikus.

Selain Kelompok Tani Jabaran Desa KedungPari tersebut , maka telah di rencanakan untuk membuat dan mendirikan Sangkar/ Pagupon “Tyto Alba “  Dibeberapa  Kelompok Tani di Desa KedungPari, Ds. Mojowarno, Ds Latsari  ( Wibi Joko S ) dan Beberapa Desa Desa lain dalam layah Kecamatan  Mojowarno, pada Musim Kemarau ( MK I )  Satu 2012. Minimal dalam Satu Poktan direncanakan 1 – 2 Pagupon.  Hal ini   telah disetujui dan disepakati bersama oleh semua Petugas/ PPL bersama  Mantan / POPT  dan Koordinator PPL dalam Rapat Koordinasi seluruh PPL Hari Jum`at tgl 8 Juni 2012.  Dimana Sebelumnya telah disepakati bersama antara beberapa Petani dan Poktan  dan Petugas/PPL Wibi sewaktu mengadakan Pertemuan rangkaian  Kegiatan SLPTT MK I 2012, diantara Materinya adalah Cara Pengendalian Hama Tikus.

Hal tersebut  dilakukan  mengingat  Burung Hantu adalah  termasuk Binatang atau musuh alami dari Hama tikus   dan cara pengendalian yang paling  efektif  dan  efisien,  baik  manfaat untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Karena beberapa petani  di beberapa Kelompok tani terutama di Areal persawahan yang sering Terjadi serangan tikus atau Daerah Endemi Tikus,  yang biasa memasang Umpan Racun untuk Tikus maupun berupaya memasang strum listrik untuk membunuh tikus di areal persawahan. Namun Cara ke dua yaitu ( memakai Strum listrik ) memangEfektif daya bunuhnya terhadap Tikus, tetapi selain membutuhkan biaya tinggi maka Dampak yang paling besar ditimbulkan adalah  Jika  cara memakainya salah/ sembarangan bisa membunuh Hewan lain seperti Ular, Garangan, Kucing bahkan memakan Korban manusia sendiri. 

Sehingga Beberapa Petani dan Poktan telah sadar bahwa cara yang paling aman dan efektif Adalah  melestarikan Burung Hantu ( Tyto Alba ) bebas di Alam dengan menyediakan atau memasang Sangkar/ Pagupon tersebut. Selain Sangkar/ Pagupon Burung Hantu akan segera di pasang dibeberapa Kelompok Tani di Kecamatan Mojowarno, maka akan segera dipasang Papan Larangan (Bener) yang berisikan Gambar-gambar Hewan yang harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya dan PerDa atau PerDes  terutama untuk   Ditujukan bagi Pemburu dari luar, yang tujuannya membuat Jera / tidak melakukan Perburuan lagi.

 

 

 

 

(Joko Sumulyo - Team Unit TI Kec. Mojowarno)

 

 

Add comment

Security code
Refresh