ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi TOMCAT

TOMCAT

E-mail Cetak PDF

Baru baru ini masyarakat dihebohkan dengan serangan Tomcat.  Mendengar namanya, orang terbayang makhluk berukuran besar dan ganas.

Apalagi berita yang diekspose media, makhluk ini banyak menyerang manusia.  Tak urung, masyarakat pun dibuat resah. Bebarapa Kabupaten/ Kota di Jawa termasuk di Jombang mulai dibikin resah oleh Tomcat. Pemerintah harus mengadakan rapat khusus dan pejabatpun juga harus mengeluarkan pernyataan menyikapi fenomena Tomcat.

Tapi setelah dibuktikan, ternyata Tomcat adalah sejenis serangga yang biasa tinggal di sawah dengan nama latin Paederus fuscipes Curtis. Berukuran panjang tidak lebih dari 1 cm, dengan kombinasi warna merah hitam menjauhkan makhluk kecil ini dari kesan ganas. Justru kita harus berterimakasih dengan makhluk ini. Serangga kecil ini merupakan sejenis pemangsa hama ulat grayak, kutu daun (aphis) pada kedelai dan hama wereng pada padi serta beberapa jenis herbivore (pemakan tumbuhan) lain. Dengan demikian, Tomcat termasuk musuh alami atau serangga predator (pemangsa) hama tanaman sehingga bisa disebut sebagai sahabat bagi petani.

Kalau saja Tomcat berbahaya, tentu seharusnya para petani di sawah terlebih dahulu yang banyak diserang tapi dari pemberitaan yang banyak di serang justru warga kota dan perumahan. Mungkin si Tomcat sengaja ingin mencari perhatian. Seperti temannya Tom & Jerry yang jauh lebih tenar tiap hari tampil di TV. Karena itu, Sutami Koordinator petugas POPT (Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Kabupaten Jombang menjelaskan Tomcat yang banyak ditemui di rumah-rumah adalah kejadian yang wajar. Setelah tanaman padi habis dipanen serangga ini akan berpindah dari sawah. Dia akan tertarik kepada cahaya sehingga akan masuk ke rumah-rumah atau pemukiman.

Terkait terjadinya rasa gatal ketika terpapar Tomcat, kejadian sesungguhnya adalah bukan karena serangga ini menggigit atau menyengat manusia. Tetapi karena orang yang dihinggapi Tomcat kaget kemudian memukulnya maka Si Tomcat mengeluarkan cairan pederin dari tubuhnya. Cairan ini juga merupakan senjata mematikan bagi Tomcat untuk melawan musuh-musuhnya. Diantaranya adalah hama yang menyerang tanaman.

Jadi, sekali lagi kita tidak perlu risau dengan Tomcat. Tapi juga tetap perlu waspada karena apabila dia hinggap di tubuh kita kemudian salah memperlakukan yang terjadi adalah rasa gatal panas dan melepuh pada kulit.

Tips menghadapi Tomcat :
•    Mengurangi penerangan lampu dan menutup rapat jendela dan pintu (diberi kasa).
•    Hindari duduk dibawah penerangan lampu.
•    Pasang kelambu.
•    Gunakan lotion anti serangga.
•    Apabila serangga menempel dikulit jangan digencet, diusir dengan lidi atau ditiup.
•    Lestarikan keseimbangan ekosistem. Hindari berburu kodok di sawah, hindari penggunaan pestisida secara tidak bijak.

HUMUS EDISI 22

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh