ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

Mekanisasi Pertanian Merevolusi Budaya Bertani

Sering kali kita dengar dalam diskusi-diskusi yang membahas tentang pendapatan petani yang masih rendah.  Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.  Salah satunya adalah kepemilikan lahan yang masih relatif sempit sehingga usaha tani tidak bisa dilakukan dengan efisien.  Salah satu kuncinya adalah dengan penguatan kelembagaan petani. Hal ini akan mempermudah pengadaan sarana dan prasarana pertanian, kegiatan budidaya pertanian serta penanganan pasca panen dan pemasarannya.

 

Budidaya Tanaman Semangka

Tanaman semangka merupakan salah satu komoditas unggulan di Kab. Jombang.  Sekitaran sungai brantas terasuk Kecamatan Kesamben, telah dikenal sebagai sentra pengasil semangka dan garbis di Jombang. Semangka (Citrullus lanatus ) sebenarnya merupakan buah asal Afrika yang mudah dibudidayakan di Indonesia.  Komoditas ini masih satu kerabat dengan melon, mentimun, dan labu-labuan.  Sama seperti kerabatnya, semangka kaya

   

Penanganan Pasca Panen Tembakau

Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso tepatnya di Kelompoktani Ganggang dengan Petani Abdul Qonip dengan luasan 29 Ha merupakan salah satu sentra tanaman tembakau di Kabupaten Jombang.  Mengolah hasil tembakau tidaklah semudah dan sesederhana seperti hasil panen tanaman lain seperti padi, jagung ataupun sayuran lainnya. Diperlukan waktu panjang, ketelatenan dan juga

   

Resep Prol Tape Khas Turipinggir

Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pelaku utama dalam budidaya tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Namun berbeda dengan yang dilakukan Kelompoktani Turipinggir Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh, pelaku utama selain didapatkan dari budidaya tanaman, juga dilakukan upaya diversifikasi pangan melalui pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada dan melimpah.

   

Budidaya Bawang Merah Di Area Tadah Hujan

Hj. Mat Ali atau yang akrab disapa Aba Carik (Sekdes) adalah petani pionir bawang merah di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Beliau layak disebut sebagai pionir petani bawang merah karena beliaulah orang pertama yang mencoba bertanam bawang merah, sehingga pada akhirnya banyak petani disekitar desa Purisemanding yang bertanam bawang merah. Menurut cerita beliau, awal mula bertanam bawang merah karena beliau mengalami kecelakan yang parah sehingga salah satu kakinya harus diamputasi, karena keadaan beliau yang tidak memungkinkan untuk terjun langsung ke lahan, akhirnya atas dorongan saudaranya agar mencoba tanam bawang merah, yang tidak harus terjun dilahan akan tetapi bisa dibantu oleh tenaga kerja.