ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

“JOSMO” Senjata Petani Berburu Pengerat

Tikus adalah hewan pengerat yang mempunyai kemampuan berkembang biak sangat cepat. Periode bunting pada tikus adalah 21hari dengan sex rasio 4-12 ekor/kelahiran, dan tikus betina dapat kawin 48 jam setelah melahirkan. Dengan demikian selama 1 tahun sepasang tikus dapat berkembang biak sebanyak kurang lebih 1.000 ekor. Jadi bisa

 

Mekanisasi Pertanian Merevolusi Budaya Bertani

Sering kali kita dengar dalam diskusi-diskusi yang membahas tentang pendapatan petani yang masih rendah.  Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor.  Salah satunya adalah kepemilikan lahan yang masih relatif sempit sehingga usaha tani tidak bisa dilakukan dengan efisien.  Salah satu kuncinya adalah dengan penguatan kelembagaan petani. Hal ini akan mempermudah pengadaan sarana dan prasarana pertanian, kegiatan budidaya pertanian serta penanganan pasca panen dan pemasarannya.

   

Budidaya Tanaman Semangka

Tanaman semangka merupakan salah satu komoditas unggulan di Kab. Jombang.  Sekitaran sungai brantas terasuk Kecamatan Kesamben, telah dikenal sebagai sentra pengasil semangka dan garbis di Jombang. Semangka (Citrullus lanatus ) sebenarnya merupakan buah asal Afrika yang mudah dibudidayakan di Indonesia.  Komoditas ini masih satu kerabat dengan melon, mentimun, dan labu-labuan.  Sama seperti kerabatnya, semangka kaya akan kandungan air sehingga cocok dikonsumsi di daerah tropis yang suhu udaranya cenderung panas.  Daging buah semangka dapat dinikmati secara langsung maupun dibuat jus, sementara bijinya sering diolah menjadi kuaci. Kulitnya pun sebenarnya dapat dikonsumsi menjadi acar maupun kripik. Tak hanya segar namun buah ini juga memiliki rasa yang nikmat. Semangka juga memiliki kandungan gizi yang tak kalah tinggi dibandingkan buah lain. Tak heran, semangka termasuk salah satu buah yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

   

Penanganan Pasca Panen Tembakau

Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso tepatnya di Kelompoktani Ganggang dengan Petani Abdul Qonip dengan luasan 29 Ha merupakan salah satu sentra tanaman tembakau di Kabupaten Jombang.  Mengolah hasil tembakau tidaklah semudah dan sesederhana seperti hasil panen tanaman lain seperti padi, jagung ataupun sayuran lainnya. Diperlukan waktu panjang, ketelatenan dan juga kesabaran. Berikut beberapa langkah dari petani dan penggarap  sebelum mereka bisa meraup untung dari hasil panen tahunan tembakau ini. Hal utama yang mempengaruhi kualitas tembakau adalah pemupukkan.  Langkah awal ini dilakukan sesaat sebelum menanam benih dan sesudah benih ditanampemupukkan, dengan cara melubangi tanah sekitar pohon, lalu menaburkan pupuk ke dalam lubangnya Kira-kira 3 bulan, dimulailah panen pertama pada daun tembakau. Memanen daun tembakau tidaklah mudah, haruslah bertahap dari daun paling bawah hingga daun paling atas, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Dari memanen daun pertama sampai daun terakhir dibutuhkan waktu antara 4sampai dengan 4,5 bulan. Karena dalam satu batang pohon, daun tembakau dibagi dalam beberapa grid atau tingkatan. Tiap tingkatan itu menandakan kwalitas daun(petani tembakau menyebut totol) dan biasanya itu terlihat dari warna dan teraba dari aromanya. Untuk aroma memang hanya orang tertentu saja yang bisa menentukan apakah aromanya cukup atau kurang. Dan semakin keatas, kwalitas daun akan semakin tinggi dan hargapun semakin mahal.

   

Resep Prol Tape Khas Turipinggir

Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh pelaku utama dalam budidaya tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Namun berbeda dengan yang dilakukan Kelompoktani Turipinggir Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh, pelaku utama selain didapatkan dari budidaya tanaman, juga dilakukan upaya diversifikasi pangan melalui pembuatan produk olahan dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada dan melimpah.