ANDA BERADA DI: Depan Berita Tips dan Inovasi

Tips dan Inovasi

Teknologi Pengendalian Ramah Lingkungan Penggerek Buah Kakao

Cocoa pod borer (CPB) Conopomorpha cramerella (Snellen) adalah salah satu hama utama kakao di Indonesia. Persentase serangan CPB dapat mencapai lebih dari 90%, yang mengakibatkan hilangnya hasil sekitar 64,9% menjadi 82,2%. Hama ini sangat khas dan sulit untuk mendeteksi karena imago betina bertelur mereka pada buah kakao muda dan gejala akan muncul ketika polong itu siap panen. Telur diletakkan di permukaan buah kakao kulit, yang kemudian menetas dan larva instar pertama yang menembus ke polong.

 

Pengaruh Pupuk Kalium Terhadap Infeksi Tobacco Mosaik Virus

Salah satu penyakit virus yang menyebabkan kerugian yang cukup besar adalah Tobacco Mosaic Virus (TMV). Menurut Semangun (1991), mosaik tembakau dapat menurunkan produksi hingga 60%. Serangan virus pada tembakau dapat mengurangi jumlah produksi dan berpengaruh terhadap mutu daun tembakau yang dihasilkan. Besarnya kerugian tergantung dari jenis virus yang menyerang, jenis tembakau dan waktu terjadinya infeksi (Saleh et al., 1992).

   

Kerusakan Tanaman Kakao Akibat Penyakit Kanker Batang & Hawar Benang

Beberapa penyakit yang sering terdapat pada tanaman kakao yaitu busuk buah, kanker batang, antraknosa, upas, dan penyakit-penyakit lain seperti penyakit-penyakit akar, belang daun, tunas bengkak, penyakit sapu, busuk buah monilia, dan vascular streak dieback. Salah satu penyakit yang baru dilaporkan di Indonesia pada awal tahun 2011 adalah penyakit hawar (thread blight) yang disebabkan oleh jamur Marasmius sp. yang dikenal dengan nama hawar ekor kuda. Kecamatan Wonosalam merupakan salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Jombang yang penduduknya banyak mengusahakan tanaman kakao, tetapi sampai sekarang belum diketahui jenis penyakit yang biasanya selalu ada pada kebun kakao pada Kecamatan Wonosalam serta berapa besar intensitas kerusakannya.

   

PHT Dalam Mengendalikan Nematoda Luka Akar Kopi

Kopi merupakan salah satu komoditas dari sub sektor tanaman perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional karena ekspor kopi meningkatkan devisa negara dalam jumlah besar dan dalam hal penyedia lapangan kerja. tanaman kopi juga memainkan peran penting dalam regulasi air tanah. Peningkatan produksi skala yang semakin besar menyebabkan perubahan dalam ekosistem tanah sangat menguntungkan bagi perkembangan populasi hama dan penyakit kopi. Salah satu hama yang menyerang tanaman kopi nematoda pada akar kopi. Nematoda menyerang akar kopi telah dipelajari di Jawa sejak akhir abad ke-19. spesies nematoda yang banyak menemukan ada 2 dari Radopholus sp. Dan Pratylenchus coffeae.

   

Faktor Teknis Terhadap Perkembangan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi

Isu yang penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi adalah serangan hama (OPT) dan belum pengembangan kelembagaan petani. Salah satu penyebab kehilangan hasil pada tanaman kopi kerusakan yang disebabkan kopi penggerek (PBKo) Hypothenemus hampei (Coleoptera: Scolytidae), yang menurunkan produksi hingga 40-50% dan 30-40% penyusutan. musim buah kopi pada 2016 diperkirakan akan menghasilkan produksi kopi dan kopi glondongan OSE dengan penuh. Hal ini diperlukan untuk memberikan pengertian kepada para petani dari hama buah kopi penggerek (PBKo), dari hasil pemantauan keadaan buah kopi penggerek hama (PBKo) bulan Januari 2016 telah ditemukan meskipun kesadaran yang relatif ringan dan belum dari hama ini sangat penting.