ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan

Program Kegiatan

PERGANTIAN ANTAR WAKTU KTNA KABUPATEN JOMBANG 2011

Setelah “ditinggalkan” beberapa pengurus intinya untuk berkiprah di KTNA Propinsi Jawa Timur. KTNA Kabupaten Jombang mengadakan pergantian pengurus antar waktu yang diselenggarakan di Gedung KPRI Dinas Pertanian (15/1/2011). Sebelumnya telah dilakukan berbagai proses konsultasi dan koordinasi untuk memilih pengurus baru yang akan mengendalikan KTNA Kabupaten Jombang. Dengan mempertimbangkan aspek kelangsungan dan mengkonsolidasikan organisasi, akhirnya dipilih Sumrambah sebagai nahkoda KTNA Kabupaten Jombang sampai tahu 2014.
Dalam sambutannya, Sumrambah menyampaikan 5 hal pokok yang akan dilakukan KTNA Kabupaten Jombang. Pertama, menghidupkan kembali kepercayaan diri para petani. Kedua, Membangun kebersamaan dengan Kontak tani di Tingkat Kecamatan, Desa sampai Dusun bersama Poktan dan Gapoktan. Ketiga, memperkuat kelembagaan kelompoktani dan akses informasi, membangun jaringan dengan organisasi lain seperti HKTI, IPPHTI, Dewan Tani, Dinas, APTR, KPTR, KUD. Kelima menggunakan Ilmu pengetahun dan teknologi sebagai dasar membuat gerakan. Politisi muda yang berkiprah di DPRD I Jatim itu, selanjutnya langsung mengajak seluruh pengurus untuk segera menyelenggarakan rapat bersama membahas program kerja KTNA Kab. Jombang.
Selanjutnya, mewakili Dewan Pembina KTNA Kabupaten Jombang, Drs. Suhardi, MSi, mengatakan Kepengurusan KTNA supaya segera mengisi kepengurusan. Hal ini penting mengingat program penguatan kelembagaan kelompoktani yang akan proses dibadanhukumkan sehingga KTNA bisa menjadi pendamping. Drs. Suhardi, MSi menambahkan pengurus supaya banyak berkomunikasi dengan pembuat kebijakan. “Saya yakin KTNA kedepan bisa memberikan warna terhadap kebijakan pertanian Kabupaten Jombang.” terang Kepala Dinas.

 

PIDATO SAMBUTAN KETUA KTNA JATIM DRS. H SUYANTO, MMA

Pembangunan pertanian masih belum optimal, terbukti angka kemiskinan masih tinggi. Meliputi rentan miskin, miskin dan sangat msikin. Berkisar antara 20 %, ada beberapa kabupaten angkanya lebih kecil, sekitar 15 %. Yang ironis adalah, sebagian besar kemiskinan berada pada sektor pertanian dan nelayan. Ini gambaran pembangunan pertanian masih belum sesuai harapan.

   

DINAS PERTANIAN DENPASAR BELAJAR KONTRAK KERJA PPL KE JOMBANG

Kontrak kerja PPL yang baru satu musim digulirkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menarik perhatian Dinas Pertanian Kota Denpasar. Bali yang terkenal dengan kelompok Subak itu ternyata juga mengalami permasalahan dengan dinamika penyuluhan. Sebagai bahan kajian dan perbandingan, mereka memiliih Kabupaten Jombang untuk menggairahkan kegiatan penyuluhan di Kota Denpasar. Sebanyak 20 orang pimpinan dinas pertanian dan PLL kota denpasar menggali mekanisme seputar pelaksanaan kontrak kerja yang diselenggarakan oleh dinas pertanian Kabupaten Jombang.

   

SATU TAHUN HUMUS

Tidak terasa, sudah 12 edisi Humus mengiringi perkembangan pembangunan pertanian di Kabupaten Jombang. Meski baru satu tahun, banyak yang bisa disyukuri dari terbitnya buletin Humus.
Dalam edisinya yang pertama Humus masih dicetak sejumlah 100 eksemplar dalam bentuk 2 halaman kertas F7. Mulai edisi ke 2 humus sudah dicetak dalam ukuran yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk dibawa. Sejak edisi perdana sampai dengan edisi keempat proses cetak humus masih mengandalkan sarana printer yang ada dikantor.