ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan

Program Kegiatan

JARING ASPIRASI MELALUI REMBUG MADYA KTNA

Rembug Madya KTNA (25/04) yang merupakan forum koordinasi antara jajaran pengurus KTNA Propinsi Jawa Timur, Ketua KTNA Kabupaten Se - Jawa Timur dengan SKPD untuk singkronisasi program pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan perkebunan, yang juga rangkaian kegiatan Pekan Daerah KTNA Jawa Timur 2013. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Bung Tomo dibuka oleh Wakil Ketua I KTNA Jawa Timur dikarenakan Ketua KTNA Jawa Timur Berhalangan hadir (menghadiri undangan Kepresidenan), dihadiri oleh pengurus KTNA Propinsi, Pengurus KTNA Kabupaten Se Jawa Timur,Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait serta tokoh masyarakat. Pada kesempatan ini dibahas sejumlah isu penting sehingga pada acara rembug madya ini dibentuk dua komisi untuk dapat menjaring aspirasi dari KTNA masing-masing kabupaten/kota.

 

GELAR PAMERAN AGRIBISNIS UNJUK GIGI POTENSI KAB/KOTA

Sebagai bagian Rangkaian kegiatan Pekan Daerah KTNA Jawa Timur di gelar pula Pameran Agribisnis yang bertempat di Alun-alun Kabupaten Jombang dari tanggal 22 s/d 25 April. Pameran yang diikuti oleh 38 peserta dari kabupaten/kota se Jawa Timur yang menempati 46 lokasi stand yang disediakan oleh panitia PEDA KTNA Jawa Timur. Pembukaan pameran Agribisnis ini dilakukan Oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang bersamaan dengan membuka PEDA KTNA Jawa Timur, setelah acara pembukaan PEDA KTNA Gubernur Jawa Timur Soekarwo didampingi Bupati Jombang Suyanto melakukan kunjungan ke sejumlah stand di arena pameran agribisnis. Pada pameran agribisnis digelar pula  GPJ (Gelar Potensi Jombang) yang menyuguhkan berbagai UKM beserta produk unggulannya di Jombang serta dinas-dinas di Kabupaten Jombang pun tak mau kalah untuk unjuk gigi pada kegiatan ini.

   

KODIM 0814 JOMBANG DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Saat ini, kecukupan pangan merupakan program prioritas bagi pemerintah.  Hal ini disebabkan begitu vitalnya permasalahan pangan agar ditangani secara serius mengingat urusan panganlah yang menunjang kelangsungan hidup sebuah masyarakat.  Bahkan pangan pula yang menunjang ketahanan dan kedaulatan sebuah Negara.   Ketika masyarakat kekurangan pangan maka kedaulatan sebuah Negara disana akan terancam. Kekurangan pangan bisa disebabkan penurunan kuantitas hasil panen entah disebabkan bencana alam, pengurangan lahan pertanian oleh bangunan perumahan ataupun perang.  Solusi strategis yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan adalah program transmigrasi dan program KB selain terus berupaya meningkatkan produksi hasil pertanian.

   

8,5 TON DARI DEMPLOT 1 HA JAJAR LEGOWO

Panen meluas hingga pelosok desa.  Itulah gambaran perkembangan pertanian saat ini di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.  Tidak terlewatkan Kecamatan Mojoagung yang semala musim tanam tidak menemui kendala berarti.  Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) meskipun masih dijumpai berbagai macam, ternyata juga masih mampu dikendalikan oleh petani.  Hal ini pun tak lepas dari peran semua pihak terkait, Ungkap Ahmad Mujib selaku Petugas POPT Kecamatan Mojoagung.  Selanjutnya, diharapkan kedepan petani bisa memprioritaskan pencegahan dibandingkan penanganan pengendalian OPT.

   

JOMBANG SONGSONG PEKAN DAERAH (PEDA) KELOMPOK KTNA 2013

Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan yang biasa disebut KTNA merupakan organisasi independen berorientasi pada kegiatan social di sector pertanian yang berbudayakan agribisnis, berbasis di perdesaan dan wawasan lingkungan.  Organisasi profesi Petani ini telah lama berdiri dan menjadi mitra kerja dari Pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan pertanian.  Dalam meningkatkan konsolidasi dan koordinasi seluruh anggota KTNA, digelarlah Pekan Daerah (PEDA) yang merupakan event ditingkat Provinsi yang biasanya dilaksanakan 4 tahun sekali menjelang PENAS.  PEDA KTNA tahun 2013 Jawa Timur yang dalam hal ini dipusatkan di Kabupaten Jombang membawa warna baru dari kegiatan PEDA tahun-tahun sebelumnya, dimana event ini tidak lagi tersentral pada satu titik kegiatan, tetapi terpecah pada 13 klaster yang memiliki spesifikasi beragam. Dengan demikian, diharapkan seluruh petani peserta bisa saling belajar, tukar pengalaman sekaligus membangun jejaring usaha yang saling memperkuat.