ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan Panen Padi Serempak Di Jombang Perkuat Situasi Pangan Daerah

Panen Padi Serempak Di Jombang Perkuat Situasi Pangan Daerah

E-mail Cetak PDF

Musim penghujan sudah mulai tiba efektif sejak sebulan yang lalu.  Sebagian besar petani juga telah melakukan turun tanam padi musim ini.  Tak terkecuali dengan petani Jombang yang telah memulai kegiatan bercocok tanam musim ini secara serempak.  Selain itu, berbagai aktifitas ekonomi masyarakat juga telah mengalami

puncaknya. Persiapan hari raya natal dan tahun baru juga telah mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.  Dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok bulan ini ternyata cukup berpengaruh pada berkurangnya stok dan meningkatnya harga sembako dipasaran.   Sedangkan suplay dari petani cenderung menurun mengingat secara serempak budidaya tanam padi dimulai.

Namun di Kab. Jombang, tidak demikian adanya.  Petani Jombang dengan pengaturan pola dan tata tanam ternyata masih produktif menghasilkan gabah melalui penen padi pada Musim Kemarau ke II tahun ini.  Sebut saja Kecamatan Bandar KM yang melakukan panen raya seluas 175 Ha areal padi mulai dari Desa Pucangsimo seluas 90 Ha, Desa Banjarsari 30 Ha, Gondang manis 55 Ha.  Beberapa wilayah yang ternyata mengalami hal serupa adalah Kecamatan Bareng.  Dimana pada Desa Mojoanyar 22 Ha, Desa Bareng seluas 36 Ha, Tebel 50 Ha, Mojotengah 16 Ha, Nglebak 48 Ha, Pulosari 10 Ha, dan Ngrimbi 20 Ha sehingga total di kecamatan Bareng seluas 202 Ha.  Kecamatan Mojowarno yang dikompulir dari Desa Japanan 50 Ha, Desa Carangwulung Kec. Wonosalam 20 Ha, Kecamatan Ngoro seluas 30 Ha dan Kec. Mojoagung panen di Desa Kedunglumpang 30 Ha.  Sehingga total seluruh kab. Jombang mengalami panen seluas 507 Ha. 

Hal ini bisa dilakukan petani Jombang dengan upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi 300 pada wilayah dengan sistem irigasi teknis.  Pola tanam Padi – Padi – Padi memang sangat beresiko dalam kegiatan budidayanya.  Sehingga hal ini mengharuskan adanya pendampingan dan pengawalan yang intensif dari petugas terkait dilapang.  Mulai sistem Budidaya dengan pemilihan varietas yang adaptif pada lingkungan (Ciherang dan Waiapuburu untuk wilayah Jombang), perlakuan budidaya dengan rekayasa lahan yang tepat seperti tidak menggenang tanaman, dengan parit keliling, jarak tanam yang lebih lebar dan penambahan bahan organik yang cukup serta pengembangan tanaman Refugia pengendali hama penyakit.  Hal ini akan mendukung keberhasilan budidaya tanam padi pada musim kemarau yang panan pada awal musim hujan. 

Desa Banjarsari Kec. Bandar KM pada Minggu tanggal 17 Desember 2017 serempak Petani bersama Kepala Dinas Pertanian Kab. Jombang, Ir. Hadi Purwantoro, M.Si beserta Muspika dan Kepala BPTP Jawa Timur di Karang Ploso - Malang Dr. Chendy Tafakresnanto, MP melakukan panen serempak padi MK II 2017.  Dalam sambutannya, Pak Hadi panggilan akrap dari alumni UPN Surabaya ini meyampaikan bahwa petani saat ini sudah mulai cerdas dalam berinovasi hingga mampu meningkatkan Indeks Pertanaman menjadi 300 untuk komoditas padi.  Dengan rekayasa teknis budidaya untuk beradaptasi pada lingkungan ternyata mampu meningkatkan produktifitas lahan pertanian.  Dr. Chendy menambahkan, penting kiranya mendorong petani untuk terus berinovasi dalam kegiatan budidaya pertanian.  Hal ini sangat berdampak positif bagi ketahanan pangan nasional. 

Situasi pangan di Kab. Jombang dengan luas panen selama bulan januari hingga nopember ini seluas 74.810 ha dengan rata-rata produktivitas 58,90 kw/ha dan produksi padi sebanyak 440.609 ton.  Dengan kebutuhan pangan masyarakat Jombang sekitar 129.510 ton, maka surplus beras yang terjadi sebesar 140.320 ton hingga saat ini. 

Kepala Seksi Pemasaran dan Pengambangan Usaha Dinas Pertanian, Triatmijunto menambahkan, memang dipasaran bisa terjadi kenaikan harga, sembako meskipun stok kita cukup.  Selama kenaikannya wajar, pemerintah masih bisa mentoleransi.  Namun ketika telah dianggap meresahkan masyarakat, hasil koordinasi dengan Kapolri, Menteri pertanian dan Menteri Perdagangan melalui Video Conferent di Polres Jombang beberapa minggu lalu, akan ada pengawalan harga sembako dan operasi pasar jika dibutuhkan melalui pengawalan jajaran kepolisian. 

Pak Hadi menambahkan, diperlukan peran serta seluruh jajaran terkait untuk turut serta mengendalikan harga sembako di Kab. Jombang terutama pada jalur distribusinya mengingat stok pangan sangat cukup diwilayah.  Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa menikmati dan merayakan natal serta tahun baru dengan lancar dan nyaman.

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh