ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan DUKUNGAN BANK INDONESIA PERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN AGRIBISNIS GAPOKTAN

DUKUNGAN BANK INDONESIA PERKUAT KETAHANAN PANGAN DAN AGRIBISNIS GAPOKTAN

E-mail Cetak PDF

Empat ketua Gapoktan telah menandatangani surat perjanjian kerjasama untuk menindaklanjuti dukungan Bank Indonesia Wilayah IV kepada pemda jombang tentang ketahanan pangan melalui tunda jual di tingkat kelompok. Keempat Gapoktan tersebut adalah Gapoktan Sumbergondang Kecamatan kabuh yang diwakili oleh Ketua Gapoktan Dasianto, Gapoktan Kayen Kecamatan Bandar diwakili oleh H. Sutrisno, Gapoktan Menturo Kecamatan Sumobito diwakili Sutrisno dan gapoktan Pojokkulon Kecamatan Kesamben yang diwakili oleh Hudi.

Setelah dilakukan penandatanganan, masing-masing  Gapoktan diwajibkan untuk membuat proposal sesuai kebutuhan masing-masing kelompoknya. Ini tentu kesempatan yang tidak boleh terlewatkan oleh Gapoktan, mengingat selama ini umumnya bantuan yang datang tidak sepenuhnya dari usulan langsung berdasarkan kebutuhan kelompok.

Berdasarkan identifikasi sementara, kebanyakan gapoktan mengajukan sarana lantai jemur, gudang dan RMU (Rice Milling Unit) untuk memproses gabah menjadi beras. Untuk Gapoktan Kayen Kecamatan Bandar, berdasarkan musyawarah pengurus akhirnya disepakati untuk mengajukan bantuan berupa mesin pemanen. Pertimbangannya, karena tenaga kerja terbatas saat panen raya,  saat panen bersamaan menyebabkan banyak padi ditebaskan di sawah sementara tenaga kerja untuk panen sulit sehingga hasil panen banyak yang dibeli orang luar. Selain itu, mereka berharap dengan adanya mesin panen bisa meningkatkan pelayan pada anggota dalam penanganan panen, dan menekan tingkat kehilangan hasil. Selain mendapatkan bantuan sarana, keempat Gapoktan tersebut akan mendapatkan bimbingan teknis baik berupa pelatihan maupun magang atau studi banding ke daerah lain.

Surat perjanjian kerjasama tersebut juga ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian Ir. Jufri, MSi dan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Yulien Utarti, SKM., MSi. Hal ini tentu merupakan salah satu bentuk komitmen tentang kebersamaan pembinaan Poktan Gapoktan sebagaimana tertuang dalam MoU antara empat SKPD lingkup pertanian.

Selanjutnya, untuk penguatan modal Gapoktan akan mendapatkan mediasi atau  lingkage ke bank untuk sumber pembiayaan. Tentu harapannya adalah skema permodalan yang tidak memberatkan petani. Sebagaimana kegiatan tunda jual yang sudah berjalan di gapoktan Pojokkulon salah satu kunci sukses adalah berjalannya fasilitasi permodalan untuk anggota Gapoktan yang digunakan untuk modal usahatani. Selanjutnya, anggota mengembalikan ke Gapoktan dalam bentuk gabah saat panen.

Apakah pola yang ada di gapoktan Pojokkulon akan sepenuhnya diadopsi ataukah akan ada modifikasi sesuai kondisi Gapoktan setempat. Tentu semuanya harus segera dilakukan pembahasan mengingat persiapan musim tanam untuk MP (Musim Penghujan)  2012/2013 sudah dilakukan pada bulan Oktober 2012.

(Humus Edisi 27 Tahun III 2012)

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh