ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan BANK INDONESIA KONGKRITKAN DUKUNGAN TUNDA JUAL TINGKAT KELOMPOK

BANK INDONESIA KONGKRITKAN DUKUNGAN TUNDA JUAL TINGKAT KELOMPOK

E-mail Cetak PDF

Kesepakatan bersama antara Bank Indonesia wilayah IV dengan Pemerintah Kabupaten Jombang tentang penguatan ketahanan pangan melalui program tunda jual dan pemberdayaan gabungan kelompok tani segera direalisasikan oleh kedua belah pihak. Tahap berikutnya adalah dibuatnya Surat Perjanjian Kerjasama (SPK), yang menjelaskan secara lebih rinci wujud dukungan tunda jual di Gapoktan.

Surat perjanjian itu sendiri, melibatkan dua SKPD yang mewakili Pemda Jombang, yakni Dinas Pertanian dan Kantor Ketahanan Pangan. “Saya senang, karena prosesnya cukup cepat sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Akhir Juli sudah ada bentuk kongkrit dari MoU dan bulan Agustus sudah mulai bisa direalisasi. Biar Masyarakat segera bisa merasakannya,” terang M Jufri. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Sementara itu, Ir Supriyanto Kepala Bidang Penyuluhan mengatakan telah menentukan tiga Gapoktan sebagai Pilot Project kerjasama dengan BI. “Sebagaimana komitmen awal, kerjasama dilakukan untuk penguatan ketahanan pangan melalui program tunda jual di kelompok,  pilihan kita adalah pada Gapoktan yang sudah melakukan kegiatan tunda jual,” terang Supriyanto.

“Berdasarkan identifikasi yang telah kami lakukan dan kesiapan Gapoktan beserta petugasnya. Kita rencanakan Pilot Project akan kita tempatkan di Gapoktan Pojok Kulon Kecamatan Kesamben, Gapoktan Kayen Kecamatan Bandar KedungMulyo dan Gapoktan Sumbergondang Kecamatan Kabuh,” kata Supriyanto.

Siti Senorita selaku perwakilan kantor BI menerangkan, yang sudah disampaikan ke BI pusat untuk dapat bantuan  memang yang sudah melakukan tunda jual. “Jadi, model seperti di Jombang inilah yang memang diharapkan benar-benar bisa menjadi pola untuk pengembangan ekonomi di pedesaan,” terangnya.

Priyatna, Analis Muda BI Wilayah Surabaya menerangkan, adanya kepastian pasar dan kepastian harga dalam sistem tunda jual dikelompok yang menjadikan pola ini menarik untuk dikembangkan.

Dalam perjanjian kerjasama disebutkan, lima kegiatan yang akan dibantukan ke Gapoktan diantaranya berupa  Bantuan Teknis, Pendampingan, Bantuan Sarana Produksi dan Alat Mesin Pertanian, Bantuan Sarana Program Tunda Jual dan Bantuan Lainnya yang sekiranya dibutuhkan.

Berdasarkan pantauan di Lapangan, memang banyak sarana yang masih belum dimiliki oleh Gapoktan untuk menjalankan agribisnis. Terutama lantai jemur. Hampir semua Gapoktan masih sangat kekurangan sarana untuk melakukan pengeringan gabah tersebut. Selain itu, sarana prosesing dalam bentuk RMU, perontok, mesin pengering juga sangat diperlukan untuk penguatan tunda jual.

Tidak hanya berupa sarana dukung juga diberikan dalam bentuk bantuan teknis. Priyatna menjelaskan bantuan teknis yang diberikan bisa berupa pelatihan, magang atau studi banding  Gapoktan. “sebagaimana peran BI, tentu pelatihan yang bisa dilakukan misalnya tentang perbankan, manajemen keuangan atau pemasaran,” kata Priyatna.

Ir. Hadi Purwantoro Kabid Usaha Tani menyampaikan harapannya tentang sarana yang akan dibantukan, supaya dibicarakan dulu secara langsung bersama Gapoktan.  “Kalau kita yang menentukan nanti bisa tidak sesuai dengan harapan masyarakat, jadi sebaiknya ada musyawarah langsung di Gapoktan,” kata Hadi Purwantoro.

Tunda Jual model nJombang telah mendapat pengakuan dari pihak luar sebagai pola pengembangan ekonomi berbasis pedesaan. Selanjutnya, tinggal komitmen bersama antara petani, Poktan-Gapoktan, Petugas untuk terus mengembangkannya. (AJM)

(Sumber : buletin Humus Edisi 26 Tahun 2012)

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh