ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan GAPOKTAN ANDALAN PERTUMBUHAN EKONOMI PEDESAAN

GAPOKTAN ANDALAN PERTUMBUHAN EKONOMI PEDESAAN

E-mail Cetak PDF

Ada dinamika menarik dalam perjalanan pembangunan pertanian Kabupaten Jombang diawal 2012.

Sebelumnya, mungkin kita lebih sering mendengar  poktan, poktan dan poktan untuk menyebut dinamika kegiatan pertanian.   Berbagai sekolah lapang mulai SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu), SLPHT (sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu), SLI (Sekolah Lapang Iklim) selalu berhubungan dengan Poktan. Berbagai bantuan pun lokusnya selalu berada dalam Poktan.  Selanjutnya, dimana Gapoktan ? Hampir tidak terdengar kecuali terkait program PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan), itupun lebih banyak pada kegiatan simpan pinjam.

Kini bentuk nyata Gapoktan sebagai unit bisnis petani mulai terlihat. Pertama, dari program kemitraan antara Gapoktan dengan Bulog. Melalui kemitraan ini telah berjalan 25 Gapoktan yang bermitra dengan Bulog. Telah terealisasi sejumlah   3,859 ton setara beras (8 mei 2012), senilai Rp   Rp 25,4 Milliar  diterima Gapoktan dalam waktu 3 bulan (Maret, April, Mei 2012).

Yang kedua, berjalannya konsep tunda jual tingkat kelompok di Gapoktan Pojokkulon, Kecamatan Kesamben. Disini PUAP bukan sekedar untuk simpan pinjam. Dalam dua musim Gapoktan mampu mengakses dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp 750.000.000, dimana secara nasional serapan KUR untuk pertanian sendiri masih terlalu kecil. Gapoktan Pojokkulon juga berhasil menyalurkan dana tersebut secara tepat untuk kegiatan usahatani. Selain itu, Gapoktan Pojokkulon mampu meningkatkan harga gabah  dengan tunda jual dimana nilai tambah yang terjadi langsung bisa dimanfaatkan kembali oleh anggota dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.

Tentu bukan sekedar capaian angka-angka dan banyaknya kegiatan yang menarik dari fenomena diatas. Dibalik angka-angka itu terkandung fenomena. Salah satu isu paling mendasar adalah tentang pertumbuhan ekonomi. Dengan ukuran, penambahan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan investasi. Sebagaimana diketahui, selama ini sebagian besar hasil panen petani banyak yang ditebaskan. Bahkan, banyak juga yang ditebas oleh tengkulak dari luar Jombang. Dipanen langsung dibawa keluar daerah oleh tengkulak. Dengan begitu, kita menjadi kehilangan sejumlah kegiatan ekonomi riel. Seperti, kegiatan memanen, kegiatan merotok padi, pekerjaan pengeringan gabah, pekerjaan prosesing dari gabah menjadi beras dan proses packing / pengemasan beras. 

Dengan kemitraan antara Gapoktan – Bulog, berbagai kegiatan riel diatas mulai panen sampai pengemasan beras bisa tetap dipertahankan berputar diantara petani Jombang. Sebagai gambaran. kegiatan pengemasan dibutuhkan biaya Rp 15/kg,  sementara bongkar muat membutuhkan biaya Rp 30/kg. Kalau setoran Gapoktan ke Bulog mencapai   3,859,607 kg setara beras, maka ada uang berputar senilai Rp   57,894,108  hanya untuk kegiatan packing beras dan Rp  115,788,217 untuk kegiatan bongkar muat saja. Nilai tersebut akan hilang apabila padi dtebaskan dan dibawa keluar.

Yang terjadi di Gapoktan Pojokkulon juga merupakan satu gambaran bagaimana pertumbuhan ekonomi berbasis kelembagaan petani diwujudkan. Panen, prosesing semuanya dilakukan oleh petani melalui Gapoktan. Nilai tambah juga dikembalikan kepada Gapoktan. Kedepan seluruh kegiatan ekonomi petani di Pojokkulon sudah direncanakan akan dipegang oleh Gapoktan. Inilah sebuah gambaran nyata mewujudkan pertumbuhan ekonomi melalui kelembagaan petani. Melalui kebangkitan Gapoktan ada sesuatu yang fundamental yaitu perubahan perilaku petani. Dari yang semula hanya bercocok tanam bergeser menjadi pelaku usaha (agribisnis). Para petani juga semakin percaya diri berhadapan dengan perbankan dan mitra dagang. Tentu akan semakin dahsyat manakala dukungan seluruh dinas terkait bisa disinergikan dalam satu langkah yang harmonis. Untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Jombang. “Terwujudnya Masyarakat Jombang yang agamis dan sejahtera berbasis agribisnis.“

(Akhmad Jani - Redaktur Humus)

Artikel terdapat di Humus Edisi 23, Download disini

 

 

 

Terakhir Diupdate ( Senin, 11 Juni 2012 15:04 )  

Add comment