ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan BUPATI JOMBANG : MASKOT PEMBANGUNAN TERDAPAT DI JATIM

BUPATI JOMBANG : MASKOT PEMBANGUNAN TERDAPAT DI JATIM

E-mail Cetak PDF

Selang 3 hari setelah dipilih secara aklamasi sebagai ketua KTNA Jatim, Bupati Jombang, Drs. H Suyanto, MMA didaulat untuk menjadi pembicara utama dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) yang diseleggarakan oleh LPPNU (lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama) Wilayah Jawa Timur. Semiloka yang diselenggarakan bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Pimpinan Daerah (Fospida) itu juga menampilkan beberapa pakar, diantaranya Prof. Dr. Muhammad Maksum Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dihadapan utusan LPPNU Kabupaten Kota se Jawa Timur, LSM – LSM pegiat pertanian, Bappeda dan Dinas Pertanian se Jawa Timur. Bupati Jombang berbagi pengalaman pembangunan pertanian sehingga Jombang mendapatkan penghargaan dari JPIP award dengan kategori utama “ Daerah paling menonjol di bidang inovasi pertumbuhan ekonomi”
Selain menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan, Suyanto juga mengingatkan tentang ketahanan pangan yang menghawatirkan. Bupati Jombang mengatakan, sebelumnya Indonesia dikenal dengan keanekaragaman pangannya. Disamping beras, saat itu beberapa daerah di Indonesia juga mengkonsumsi berbagai bahan pangan lain. Penduduk Madura mengkonsumsi jagung, warga Ambon dan Nusa Tenggara menkonsumsi sagu, warga papua menjadikan ubi sebagai makanan pokoknya. Sayang sekali, lanjut Suyanto pendidikan waktu itu, mengajarkan empat sehat lima sempurna dengan makan 3 kali nasi. Dan, jargon-jargon pembangunan melahirkan citra negative, bahwa jagung, ketela, sagu, gaplek, tiwul adalah makanan kelas dua, makanan orang miskin.
Dengan hanya satu bahan pangan tunggal, beras. Luas lahan dan produksi yang turun, sementara jumlah penduduk terus meningkat ketahanan menjadi salah satu isu yang serius. “Harus ada upaya serius untuk mengembalikan ketahanan pangan, bukan hanya dengan festival makanan alternative” tegas Suyanto.
Upaya membangun ketahanan pangan juga harus dilakukan melalui penyadaran melalui pendidikan. Sejak dini anak-anak harus sudah dikenalkan dengan berbagai makanan. Bahwa makanan penghasil energi bukan hanya nasi dari beras. Jagung dan berbagai umbi-umbian juga memiliki kandungan nutrisi yang baik. ”salah satu upaya membangun ketahanan pangan juga harus dilakukan melalui kurikulum pendidikan” lanjut suyanto.
Selain menyikapi tentang isu ketahanan pangan, Bupati Jombang juga menghawatirkan munculnya fatwa haram terhadap rokok. Suyanto mengungkapkan, Jangan-jangan ada skenario global dari pihak-pihak yang khawatir terhadap ancaman produksi tembakau dari Indonesia. Karena itu, hal ini harus bisa disikapi dengan bijak bagaimanapun ada jutaan petani yang nasibnya bergantung pada produksi tembakau. ”Saya berharap teman-teman di LPPNU dan LSM-LSM di Jawa Timur bisa melakukan advokasi pada mereka, petani tembakau yang nasibnya terancam” imbuh Suyanto.
Dalam paparannya Suyanto, juga mengingatkan tentang pentingnya konservasi lingkungan. Tata ruang yang sudah dibuat sejak zaman belanda harus diperhatikan lagi, kalau memang perlu dilakukan perubahan jangan sampai merusak prinsip-prinsip konservasi lingkungan. Termasuk, pembangunan dan industrialisasi jangan sampai mengorbankan lahan-lahan sawah yang subur.

 

Add comment