ANDA BERADA DI: Depan Berita Program Kegiatan SEMILOKA BUPATI JOMBANG BERSAMA KTNA JATIM

SEMILOKA BUPATI JOMBANG BERSAMA KTNA JATIM

E-mail Cetak PDF

Sebagai pengantar pelaksanaan Rembug Paripurna daerah yang diselenggarakan di Kabupaten Jombang. KTNA Jawa Timur menyelenggarakan Semiloka (Seminar dan Lokakarya) untuk membedah pemikiran Drs. H Suyanto, MMA yang akan didaulat sebagai Ketua Umum KTNA Jatim 2010 – 2015. Dalam paparannya dihadapan seluruh delegasi KTNA kabupaten kota se Jawa Timur dan dihadapan para petugas pertanian serta se kabupaten jombang, menyampaikan paparannya tentang kunci sukses pembangunan pertanian di Jawa Timur.
Dalam pengantar paparannya Bupati Suyanto, mengatakan nilai tukar petani di jawa Timur masih rendah, bahkan paling rendah diantara propinsi-propinsi di pulau Jawa. Ini artinya secara rata-rata apa yang diperoleh petani masih lebih rendah dari nilai yang dikeluarkan oleh petani.
Melanjutkan paparannya orang nomor satu di jajaran Pemkab Jombang itu mengatakan, persoalan mendasar dalam pembangunan pertanian adalah masih lemahnya kelembagaan kelompoktani. Masih banyak daerah Kabupaten Kota, di Jawa Timur yang belum berhasil melakukan revitaslisasi kelembagaan kelompoktani. Kelompktani masih dibuat berbasis alamat petani. Restrukurisasi kepengurusan kelompoktani juga tidak pernah dilakukan. “Akibatnya adalah apabila ditotal luas jalan raya, luas pekarangan, luas persawahan masih lebih luas jumlah pengajuan RDKK, ini dampak dari kelompoktani yang tidak pernah merestrukturisasi diri dan tidak melakukan update data” ujar Suyanto.
Suyanto mengingatkan, dalam melakukan revitalisasi kelompoktani juga tidak boleh asal-asalan. Harus dilandasi oleh semangat partisipasi dan pemberdayaan. Top down dan asal tunjuk saja justru akan menghilangkan ruh dari pemberdayaan kelompoktani. “Karenanya revitalisasi kelompoktani harus mengedepankan proses yang benar, “ Tegas Bupati Jombang.
Menurut Suyanto, persoalan lain pembangunan pertanian, yaitu rendahnya rata-rata kepemilikan tanah (0,3ha). Budidaya model apapun tidak akan bisa mensejahterakan petani. Karena itu upaya yang bisa dilakukan untuk mendongkrak kesejahteraan petani adalah dengan pengolahan hasil pertanian. Dan difersikasi budidaya pertanian.
Lebih lanjut, Bupati Suyanto juga mengingatkan petani jangan hanya sebagai obyek untuk menggelontorkan proyek saja baik APBN maupun APBD ujung-ujungnya nasib petani tetap saja nasib tidak berubah.
Menyinggung penurunan produksi pertanian pada tahun 2009, Bupati tidak sepakat untuk menjadikan iklim sebagai alasan, bagaimanapun rekayasa teknologi masih memungkinkan untuk mensiasati fenomena iklim. “Karenannya perlu kajian yang mendalam untuk mendapatkan jawaban yang pas, salah satunya adalah mengkaji proporsi yang tepat penggunaan pupuk organik dan pupuk an organik, bagaimanapun dengan kondisi tanah yang ada masih diperlukan pupuk an organik untuk memenuhi target produksi pangan” papar Suyanto.
Dalam kesempatan yang sama, Nimanto (Ketua Demisioner KTNA Jatim), mengtakan, Kabupaten Jombang telah melakukan upaya yang luar biasa dalam melakukan revitalisasi kelompoktani, sementara di Kabupaten lain masih banyak kelompok-kelompok fiktif yang dibuat hanya untuk menggaet proyek dari pemerintah. Pria asal Bondowoso yang telah menduduki anggota DPRD Bondowoso 5 periode itu berharap dengan terpilihnya Suyanto sebagai ketua KTNA Jatim, bisa memberikan pengalamannnya untuk pemberdayaan kelompoktani di Jawa Timur.

 

Add comment