ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan Pertanian

AGRO

MENGGALI POTENSI PERHIPTANI

Ironis sekali kiranya jika kita melihat masih banyaknya Saudara kita yang masih perlu uluran tangan karena himpitan ekonomi keluarga.  Masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, perampokan, pencurian dan berbagai masalah social lain yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan perbaikan ekonomi masyarakat.  Sebenarnya kita kaya akan Sumberdaya ekonomi yang belum optimal kita manfaatkan.  Potensi pertanian, peternakan, perkebunan sampai perikanan darat dan laut dari usaha Hulu sampai Hilir yang itu semua bisa kita kelola dengan kemampuan kita sendiri.

Penyuluh, selain menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya sampai pengolahan serta pemasaran sangat menguasai atau memungkinkan dilakukan oleh Penyuluh.  Untuk itu, perlu kiranya managemen strategi yang efektif dalam pengelolaan SDM dan SDA yang ada. 

Selain itu, berbagai teknologi terbaru juga dikuasai Penyuluh sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya yang diperoleh dari berbagai pelatihan, sehingga Penyuluh/ Perhiptani berpeluang menjadi terdepan dalam inovasi sector pertanian. 

Kerjasama antara Penyuluh, Petani dan Stake holders lain akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dimasyarakat.  Semua ini merupakan konsekuensi logis dari Tupoksi Penyuluh dalam membina petani dan keluarganya dimana selain memberikan saran juga memberikan solusi riil dari permasalahan yang dihadapi dengan merangkul petani sebagai mitra kerja. 

Dalam hal ini Perhiptani, sebagai organisasi profesi Penyuluh, berpeluang mengambil peran strategis dalam membawa kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Penyuluh sendiri pada khususnya. 

Salah satu elemen terpenting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah adalah dengan menumbuhkan perekonomian mikro.  Negara-negara yang memiliki perekonomian tangguh adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya sebagai entrepreneur/ Pengusaha.  Jepang dengan home industrinya, Singapura dengan jaringan usahanya, China, India, Malaysia merupakan sebagian kecil contoh Negara yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pesat, melalui pengembangan ekonomi mikro. 

Harapan kita, Perhiptani mampu mengambil peran untuk memulai perubahan sesuai kapasitas dan kemampuan.  Perubahan besar dimasyarakat akan terjadi dimulai dari perubahan kecil yang itu harus dilakukan segera, tidak hanya retorika.  Dengan potensi kualitas SDM dan SDA yang besar tersebut, melalui Perhiptani kita harapkan bisa menjadi pelopor/ pendorong perkembangan perekonomian mikro di masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sejahtera. 

Beberapa tahapan yang bisa dilalui adalah dengan Perencanaan usaha dengan road map usaha yang jelas dan luwes.  Hal ini bisa dilanjutkan dengan  pembagian tugas dengan system kerja yang jelas dan dikelola secara professional.  Selanjutnya pengoptimalan Sumberdaya yang ada sehingga pengelolaan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.  Tahap selanjutnya perlu kiranya perluasan usaha.

Dengan demikian, sekiranya keharmonisan seluruh Penyuluh akan lebih erat, peningkatan kesejahteraan Penyuluh dan stake holders nya terutama petani sebagai binaan.  Selain itu, Penyuluh juga memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pihak manapun sehingga mampu memperjuangkan cita-cita dalam kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Bagi pemerintah, adanya Perhiptani diharapkan program penyuluhan akan bisa dilaksanakan dengan cepat terserap, lebih efektif dan efisien serta adaptif dimasyarakat.  Selain itu, dampak lain adalah akan ada peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat, Sumber Daya Alam terkelola dengan lebih baik sesuai potensinya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, harapan kita Perhiptani mampu menjadi mitra kerja bagi Petani dan keluarganya sebagai binaan Penyuluh sehingga mampu saling mendorong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.  Penyuluh tidak hanya berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat luas. 

Hal lain yang kita harapkan adalah ketergantungan petani kita pada pihak lain terutama swasta asing bisa kita minimalisir.  Hal ini dengan tujuan ada penghematan devisa Negara dalam menjalankan usaha tani bahkan harapan kita bisa menyumbangkan devisa bagi Negara dengan cara peningkatan export. 

Ketika usaha telah berjalan dengan baik, seiring pertambahan dan pergantian penyuluh di instansi tempat bernaungnya Penyuluh, usaha ini bisa kita katakan bagaikan bola salju tergelinding yang makin lama makin membesar.  Dengan demikian harapan kita, tidak hanya kita yang menikmati hasil kerja keras kita, tapi juga tak hayal jika berharap usaha kita dinikmati anak cucu kita kelak.  Sangat disayangkan jika Perhiptani dengan Potensi sebesar ini, tidak kita manfaatkan dengan lebik bijak.

Harapan kita kehadiran Perhiptani membawa angin segar bagi Penyuluh, bagi penyuluhan dan bagi masyarakat.
Rudi Priono, Penyuluh Pertanian Kab. Jombang

 
pl3

PELATIHAN PEMANDU LAPANGAN (PL) III PADI TH.2011

SL-PTT merupakan Sekolah Lapangan bagi petani dalam menerapkan berbagai teknologi usahatani melalui penggunaan input produksi yang efisien menurut spesifik lokasi sehingga mampu menghasilkan produktivitas tinggi untuk menunjang peningkatan produksi secara berkelanjutan.
Dalam SL-PTT petani dapat belajar langsung di lapangan melalui pembelajaran dan penghayatan langsung (mengalami), mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji bersama berdasarkan spesifik lokasi.
Melalui penerapan SL-PTT petani akan mampu mengelola sumberdaya yang tersedia (varietas, tanah, air dan sarana produksi) secara terpadu dalam melakukan budidaya di lahan usahataninya berdasarkan kondisi spesifik lokasi sehingga petani menjadi lebih terampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi. Namun demikian wilayah diluar SL-PTT akan tetap dilakukan pembinaan peningkatan produksi sehingga produksi dan produktivitas tahun 2011 dapat meningkat.
Begitu besar peran dan harapan pada SL-PTT ini, maka penting untuk memastikan bahwa prosesnya berjalan baik, lancar dan sesuai dengan kaidah-kaidah sekolah lapangan. Dalam rangka ini pada tanggal 27 April sampai dengan 4 Mei 2011, Dinas Pertanaian Kabupaten Jombang mengadakan Pelatihan Pemandu Lapangan (PL) III SL-PTT padi tahun 2011. Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Drs. Suhardi, MSi. Dalam Sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan agar segenap petugas untuk terus menambah wawasan, bekerja keras dan memiliki strategi dalam menjalankan tugas.
Pelatihan yang dibiayai APBN ini diikuti 34 peserta, terdiri atas para penyuluh pertanian dan petugas POPT kecamatan sebagai calon pemandu lapangan SL-PTT. Dengan pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas dan kemampuan para calon pemandu lapangan SL-PTT padi pada inovasi teknologi, teknik kepemanduan, dan kaidah-kaidah sekolah lapangan. Dengan demikian akan meningkatkan kepercayaan para petugas pertanian dalam melaksanakan tugas kepemanduan SL-PTT padi tahun 2011 ini. (JL/posko)

   

GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) JOMBANG SIAP BERBADAN HUKUM (RADAR MOJOKERTO RABU 6 APRIL 2011)

Jombang - Setelah sukses dengan restrukturisasi Kelompok Tani Gabungan Kelompok Tani, diwujudkan kerjasama tiga dinas terkait (Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, dan Dinas Peternakan dan Perikanan), telah ditanda tangani MOU tiga dinas tentang kesepakatan dalam restrukturisasi Poktan Gapoktan