ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan Pertanian

OPTIMALKAN PETANI PENGAMAT UNTUK PANTAU HAMA PENYAKIT TANAMAN

Untuk memantau perkembangan hama penyakit tanaman, petugas POPT memiliki petak

 

MADZHAB PENYULUHAN JOMBANG

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Jombang Drs. H Suyanto menandaskan bahwa Kabupaten

   

LOMBA KINERJA KELOMPOK SARANA MENUJU KELOMPOK TANI MANDIRI

Kegiatan rekstrukturisasi Poktan

   
penyuluh

PELATIHAN PEMUDA - PEMUDI TANI PERSIAPKAN KAPASITAS SDM MASA DEPAN

Dinas Pertanian Kab. Jombang sesuai Misi pertama Meningkatkan Sumberdaya Petani dan Aparatur terus berupaya meningkatkan SDM Petani melalui Pelatihan pemuda tani di P4S Bareng.  Berbagi keterampilan telah diberikan dalam pelatihan tersebut dengan tenaga pelatih yang ahli dibidangnya.

Pelatihan di P4S Sedulur Tani, Ds.Banjaragung, Kec. Bareng.

Tanggal 27, 28 Mei 2011 terdiri dari :    13 Orang dari Kecamatan Bareng
13 Orang dari Kecamatan Mojowarno
14 Orang dari Kecamatan Ngoro

Tanggal 29, 30 Mei 2011 terdiri dari :     14 Orang dari Kecamatan Bandar Km
13 Orang dari Kecamatan Gudo
13 Orang dari Kecamatan Diwek

Tanggal 13, 14 Juni 2011 terdiri dari : 14 Orang dari Kecamatan Mojoagung
13 Orang dari Kecamatan Wonosalam
13 Orang dari Kecamatan Kesamben

Tanggal 15, 16 Juni 2011 terdiri dari : 14 Orang dari Kecamatan Sumobito
13 Orang dari Kecamatan Jogoroto
13 Orang dari Kecamatan Peterongan

Pelatihan di P4S Mitra Tani, Dsn.Sumberwinong, Ds.Banjardowo, Kec.Jombang

Tanggal 18, 19 Juli 2011 terdiri dari :     13 Orang dari Kecamatan Perak
13 Orang dari Kecamatan Jombang
14 Orang dari Kecamatan Megaluh

Tanggal 20, 21 Juli 2011 terdiri dari :     14 Orang dari Kecamatan Ploso
13 Orang dari Kecamatan Plandaan
13 Orang dari Kecamatan Ngusikan

Tanggal 26, 27 September 2011 terdiri dari :     13 Orang dari Kecamatan Tembelang
13 Orang dari Kecamatan Kabuh
14 Orang dari Kecamatan Kudu

Adapun materi yang diberikan adalah sebagai berikut:

I.    MATERI  Pelatihan Pemuda-Pemudi Tani di P4S Tahun 2011

1.    Dinamika Kelompok (Manajemen Kepemimpinan)    (Sutopo, SP)
2.    Pupuk Bokashi, MOL                        (Ismail Fahmi)
3.    Kemitraan dan Budidaya Bayam, dll.            (Ir.Gatot Djohar S.)
4.    Kemitraan dan Budidaya Kangkung, dll.        (Madrawi)
5.    Agens Hayati (Mikoriza Plus)                (Ir. Arif Wibowo)
6.    Praktek Bokashi, MOL dan Mikoriza Plus        (Hadi Suryanto, SP.)

II.    MATERI  Pelatihan Pengurus Gapoktan PUAP                                            

1.    Manajemen Kepemimpinan
2.    Manajemen Keuangan / Akutansi
3.    Kemitraan / Agribisnis
4.    Teknologi Informasi
Diharapkan para alumni pelatihan bisa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya dalam menjalankan usahanya di lokasi masing-masing.

Rudi Priono

   
AGRO

MENGGALI POTENSI PERHIPTANI

Ironis sekali kiranya jika kita melihat masih banyaknya Saudara kita yang masih perlu uluran tangan karena himpitan ekonomi keluarga.  Masih banyaknya pengangguran, kemiskinan, perampokan, pencurian dan berbagai masalah social lain yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan perbaikan ekonomi masyarakat.  Sebenarnya kita kaya akan Sumberdaya ekonomi yang belum optimal kita manfaatkan.  Potensi pertanian, peternakan, perkebunan sampai perikanan darat dan laut dari usaha Hulu sampai Hilir yang itu semua bisa kita kelola dengan kemampuan kita sendiri.

Penyuluh, selain menguasai keterampilan dalam pengelolaan usaha pertanian secara luas seperti bercocok tanam, berternak, perikanan bahkan dari penyediaan sarana prasarananya sampai pengolahan serta pemasaran sangat menguasai atau memungkinkan dilakukan oleh Penyuluh.  Untuk itu, perlu kiranya managemen strategi yang efektif dalam pengelolaan SDM dan SDA yang ada. 

Selain itu, berbagai teknologi terbaru juga dikuasai Penyuluh sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya yang diperoleh dari berbagai pelatihan, sehingga Penyuluh/ Perhiptani berpeluang menjadi terdepan dalam inovasi sector pertanian. 

Kerjasama antara Penyuluh, Petani dan Stake holders lain akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dimasyarakat.  Semua ini merupakan konsekuensi logis dari Tupoksi Penyuluh dalam membina petani dan keluarganya dimana selain memberikan saran juga memberikan solusi riil dari permasalahan yang dihadapi dengan merangkul petani sebagai mitra kerja. 

Dalam hal ini Perhiptani, sebagai organisasi profesi Penyuluh, berpeluang mengambil peran strategis dalam membawa kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan Penyuluh sendiri pada khususnya. 

Salah satu elemen terpenting dalam pengembangan perekonomian suatu wilayah adalah dengan menumbuhkan perekonomian mikro.  Negara-negara yang memiliki perekonomian tangguh adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya sebagai entrepreneur/ Pengusaha.  Jepang dengan home industrinya, Singapura dengan jaringan usahanya, China, India, Malaysia merupakan sebagian kecil contoh Negara yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pesat, melalui pengembangan ekonomi mikro. 

Harapan kita, Perhiptani mampu mengambil peran untuk memulai perubahan sesuai kapasitas dan kemampuan.  Perubahan besar dimasyarakat akan terjadi dimulai dari perubahan kecil yang itu harus dilakukan segera, tidak hanya retorika.  Dengan potensi kualitas SDM dan SDA yang besar tersebut, melalui Perhiptani kita harapkan bisa menjadi pelopor/ pendorong perkembangan perekonomian mikro di masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi sehingga membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sejahtera. 

Beberapa tahapan yang bisa dilalui adalah dengan Perencanaan usaha dengan road map usaha yang jelas dan luwes.  Hal ini bisa dilanjutkan dengan  pembagian tugas dengan system kerja yang jelas dan dikelola secara professional.  Selanjutnya pengoptimalan Sumberdaya yang ada sehingga pengelolaan bisa dilakukan dengan efektif dan efisien.  Tahap selanjutnya perlu kiranya perluasan usaha.

Dengan demikian, sekiranya keharmonisan seluruh Penyuluh akan lebih erat, peningkatan kesejahteraan Penyuluh dan stake holders nya terutama petani sebagai binaan.  Selain itu, Penyuluh juga memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pihak manapun sehingga mampu memperjuangkan cita-cita dalam kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Bagi pemerintah, adanya Perhiptani diharapkan program penyuluhan akan bisa dilaksanakan dengan cepat terserap, lebih efektif dan efisien serta adaptif dimasyarakat.  Selain itu, dampak lain adalah akan ada peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat, Sumber Daya Alam terkelola dengan lebih baik sesuai potensinya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, harapan kita Perhiptani mampu menjadi mitra kerja bagi Petani dan keluarganya sebagai binaan Penyuluh sehingga mampu saling mendorong dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.  Penyuluh tidak hanya berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani, tetapi juga sekaligus meningkatkan kesejahteraannya sendiri dan masyarakat luas. 

Hal lain yang kita harapkan adalah ketergantungan petani kita pada pihak lain terutama swasta asing bisa kita minimalisir.  Hal ini dengan tujuan ada penghematan devisa Negara dalam menjalankan usaha tani bahkan harapan kita bisa menyumbangkan devisa bagi Negara dengan cara peningkatan export. 

Ketika usaha telah berjalan dengan baik, seiring pertambahan dan pergantian penyuluh di instansi tempat bernaungnya Penyuluh, usaha ini bisa kita katakan bagaikan bola salju tergelinding yang makin lama makin membesar.  Dengan demikian harapan kita, tidak hanya kita yang menikmati hasil kerja keras kita, tapi juga tak hayal jika berharap usaha kita dinikmati anak cucu kita kelak.  Sangat disayangkan jika Perhiptani dengan Potensi sebesar ini, tidak kita manfaatkan dengan lebik bijak.

Harapan kita kehadiran Perhiptani membawa angin segar bagi Penyuluh, bagi penyuluhan dan bagi masyarakat.
Rudi Priono, Penyuluh Pertanian Kab. Jombang