ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan Pertanian

POKTAN KARANGAN “LURUG” LeSOS

Tahukah anda bagaimana ekspresi unik petani Jombang menghadapi petugas LeSOS? Dan bagaimana strategi mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dilahan pertanian hingga produk anda masuk kategori organik?

 

WISMP 2 SIAPKAN PETANI BARENG LEBIH ADAPTIF

Sekolah Lapang Pengelolaan tanaman Terpadu atau lebih dikenal SLPTT dalam program WISMP 2 (Water Resources and Irigation Sector Management Program 2), hampir setiap tahun dilaksanakan oleh Pemerintah.  Tidak tanggung-tanggung, sarana yang diperbantukan pada petanipun tergolong lengkap.  Mulai dari benih, pupuk organik, pupuk hayati, pestisida hingga sarana pembelajaran dicukupinya.

   

PENDAMPINGAN GAPOKTAN PERCONTOHAN

Untuk mewujudkan Gapoktan Percontohan Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian melakukan kegiatan pendampingan ke lima Gapoktan yang diharapkan bisa menjadi model gapoktan Percontohan. Gapoktan Pojokkulon, gapoktan Kayen, gapoktan Sumbergondang, Gapoktan Balongsari dan Gapoktan Mentoro. Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim dinas pertanian bersama petugas pertanian di Kecamatan. Dari kegiatan pendampingan Gapoktan selanjutnya teridentifikasi beberapa hal yang terkait untuk mengembangkan kegiatan agribisnis di gapoktan.

   

TILIK PETUGAS DINAS PERTANIAN JEMBATAN KOMUNIKASI - TEMUKAN SOLUSI

Konsep dan perencanaan yang baik tidak akan dapat dilaksanakan tanpa proses pendampingan dan pembinaan secara langsung. Demikian juga, dinas tidak akan bisa membuat program dan rencana yang baik tanpa pemahaman kondisi nyata di lapangan. Untuk memperpendek jalur komunikasi antara dinas dengan petani, kelompoktani, Gapoktan dan petugas di lapangan, Kepala Dinas Pertanian lebih banyak turun ke lapangan. Bertemu langsung, mendengarkan aspirasi dari petani dan petugas lapangan. Bahkan agenda rapat koordinasi UPTD Pertanian Terpadu yang biasanya dilaksanakan di kantor-kantor BPP, semuanya dilaksanakan di lapangan baik di rumah pengurus Poktan-Gapoktan maupun di rumah petugas pertanian. . Kegiatan itu sendiri diberi nama Tilik Petugas.

   

KEMBANGKAN TOZIGA MELALUI PELATIHAN BIOFARMAKA

Biofarmaka atau Tanaman obat tradisional biasa dikenal dengan sebutan tumbuhan obat (herbal). Di Indonesia yang masyarakatnya sebagian besar masih hidup secara tradisional sangat mengenal dan familiar dengan berbagai jenis tanaman biofarmaka. Mereka mengolah tanaman ini sebagai obat-obatan tradisional. Tanaman biofarmaka dapat kita jumpai dengan mudah baik di kebun maupun hutan yang tumbuh secara liar. Dilain pihak, kebutuhan bahan baku obat sangat tinggi sehingga pemerintah menganjurkan budidaya tanaman biofarmaka sebagai tanaman komoditi wajib dipekarangan. Dalam pelestarian tanaman biofarmaka dapat disebut TOZIGA "Tanaman Obat Gizi Keluarga".