ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian PENYULUH JOMBANG MAKSIMALKAN PERAN BPP

PENYULUH JOMBANG MAKSIMALKAN PERAN BPP

E-mail Cetak PDF

Penyuluh Pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bahwa penyuluh adalah pahlawan pertanian Indonesia. Hal ini karena, peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. Rumah penyuluh pertanian adalah Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Sesuai dengan Permentan No.03/ Permentan/SM.200/2018 Balai Penyuluhan Pertanian berfungsi sebagai tempat pertemuan para penyuluh, Pelaku Utama, dan Pelaku Usaha. Balai Penyuluhan Pertanian merupakan pos simpul koordinasi (posko) pembangunan Pertanian berbasis kawasan.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah menegaskan BPP harus ditingkatkan kapasitasnya seiring dengan tantangan revolusi industri 4.0 sektor pertanian dengan melengkapi prasarana dan sarana penyuluhan, meningkatkan pelayanan kepada petani, dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyuluh pertanian.

Dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dan BPP, DPD Perhiptani Kab. Jombang  menyelenggarakan kegiatan Temu tugas penyuluh pertanian pada tanggal 19 Juni 2019 di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Jogroto.

Temu tugas merupakan pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam lingkup pertanian. Temu tugas menjadi wahana untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan serta sikap Penyuluh Pertanian. Peningkatkan kinerja penyuluh pertanian diperlukan berbagai aspek diantaranya dukungan informasi teknologi tepat guna, bimbingan dalam melakukan pendampingan yang efektif dan efisien, pembinaan mental serta pengorganisasian di dalam melaksanakan tugas sebagai Penyuluh Pertanian.

Temu tugas yang dihadiri oleh Kepala Bagian Kelembagaan Penyuluhan dan Ketenagaan BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Joko Samiyono, SP,MM, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Temu tugas mengambil tema besar tentang peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan BPP dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional. Mengangkat permasalahan yang sesuai dengan masanya,dengan tekad  kuat untuk mendukung pembangunan pertanian, dapat berswasembada pangan, sampai terwujud lumbung pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Jombang berjumlah 140 Orang, terdiri dari 78 orang PNS , 62 THL-TBPP. Setiap penyuluh pertanian membina wilayah rata rata 2-3 desa. Kedepan, jumlah penyuluh semakin berkurang Karenan banyak yang purna tugas “ lanjut Kadis Pertanian.

Kepala Bidang Kelembagaan Penyuluhan dan Ketenagaan, Joko Samiyono, SP, MM memotivasi seluruh penyuluh pertanian di kabupaten Jombang untuk meningkatkan etos kerja, dan profesionalisme.” Dengan mengingatkan kembali fungsi dan peran penyuluh pertanian, Penyuluh pertanian harus melakukan persiapan sebelum melakukan penyuluhan , mengoptimalkan pelaksanaan serta mengevaluasi kegiatan penyuluhan” kata Bapak Joko.

Rangkaian kegiatan penyuluhan pertanian  dipertanggungjawabkan dengan dokumen sebagai barang bukti. Dokumen – dokumen ini dapat diajukan sebagai sebagai bahan penilaian angka kredit dan kenaikan pangkat bagi penyuluh pertanian.

Penyuluh pertanian dan BPP menjadi ikon kegiatan penyuluhan pertanian. Penyediaan sarana prasara penyuluhan yang memadai baik bagi penyuluh pertanian dan BPP perlu diperhatikan oleh pengambil kebijakan. (Andja)

 

 

Add comment

Security code
Refresh