ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu

Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu

E-mail Cetak PDF

Tikus sawah (Rattus argentiventer) termasuk hama utama pada tanaman padi. Kerusakan tanaman dan kehilangan hasil produksi akibat serangan hama ini sangat merugikan bahkan bisa sampai mengakibatkan gagal panen/ puso. Seringkali petani menjadi geram dan resah tidak berdaya akibat serangan binatang pengerat ini pada areal pertanaman padi mereka. Kasus kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh serangan hama tikus selalu menjadi permasalahan tersendiri yang dihadapi petani. Serangan hama tikus ini bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa persemaian  (fase vegetatif) hingga fase generatif. Seperti yang terjadi pada areal persawahan padi di Kelompok Tani Ketapanglor Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu pada musim tanam padi gadu MK I tahun 2018 ini. Hamparan hijau tanaman padi seluas kurang lebih 40 Ha terancam dengan adanya serangan binatang pengerat ini. Serangan sudah mulai terjadi sejak tanaman padi masih dalam masa persemaian dan pada saat tanaman padi sudah pindah tanam. Umur tanaman padi pada saat ini di areal persawahan Kelompok Tani Ketapanglor rata-rata berkisar antara umur 24 HST sampai 35 HST. Serangan hama tikus masih terus terjadi ditandai dengan adanya  kerusakan tanaman padi. Banyak petani mulai resah karena serangan hama tikus ini. Maka dari itu pengurus Kelompok Tani beserta Perangkat Dusun setempat dan petugas penyuluh pertanian melakukan koordinasi untuk diadakan acara pertemuan musyawarah untuk mengambil tindakan pemecahan permasalahan ini.

Kegiatan pertemuan dihadiri oleh Pengurus Kelompok Tani, Perangkat Dusun, Tim Penyuluh, dan para petani / anggota Poktan Ketapanglor. Kegiatan pertemuan Kelompok Tani dilaksanakan secara rutin setiap bulannya. Dalam kegiatan pertemuan terkahir ini dibahas tentang beberapa hal. Salah satunya adalah mengenai persiapan turun tanam padi gadu MK I. Selain itu dalam pertemuan ini disepakati juga bahwa akan diadakan kegiatan pengendalian hama tikus secara massal berupa pengumpanan menggunakan racun tikus / rodentisida.

Sesuai kesepakatan bersama pada kegiatan pertemuaan Kelompok Tani yang telah diadakan sebelumnya, maka pada awal bulan Mei ini dilaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus secara massal. Adapun bentuk kegiatan pengendalian yang dilakukan adalah pengumpanan dengan menggunakan rodentisida / racun tikus. Pengendalian hama tikus dengan menggunakan rodentisida / racun tikus ini termasuk pengendalian secara kimiawi. Rodentisida diberikan melalui atau umpan untuk membunuh hama tikus. Umpan diletakkan di habitat utama tikus, di lubang-lubang persembunyiannya dan juga di sepanjang pematang sawah.

Selain cara pengendalian secara kimiawi seperti yang telah dilaksanakan oleh Kelompok Tani Ketapanglor ini masih ada banyak cara lain untuk pengendalian hama tikus. Adapun cara pencegahan dan pengendalian hama tikus adalah sebagai berikut :
1.Tanam serempak
Penanaman tanaman padi hendaknya dilakukan secara serempak. Adapun rentang waktu sampai tutup tanam dalam satu hamparan sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Hal ini bertujuan untuk membatasi ketersediaan pakan padi generatif sehingga tidak terjadi perkembangbiakan hama tikus secara terus-menerus.
2.Sanitasi habitat tikus
Yaitu kegiatan membersihkan semak-semak yang tumbuh pada habitat tikus seperti area tanggul, pematang sawah, parit, dan saluran pengairan.
3.Memperkecil ukuran pematang
Pematang sawah sebaiknya dibuat rendah dan tidak terlalu lebar agar tidak menjadi sarang tikus.
4.Gropyokan
Gropyokan bia dilakukan secara massal / bersama-sama seluruh petani dalam 1 hamparan dengan cara menggali sarang, pemukulan, penjeratan, pengoboran malam, pemburuan dengan anjing dan lain2.
5.Fumigasi / pengemposan
Yaitu pengendalian hama tikus dengan pengasapan pada celah / sarang tikus. Setelah dilakukan pengasapan pada lubang / sarang lalu ditutup rapat supaya tikus mati.
6.Linear trap barrier system (LTBS)
LTBS berupa bentangan pagar plastik / terpal setinggi antara 60-70 cm, ditegakkan dengan ajir bambu setiap jarak 1 m, dilengkapi dengan bubu perangkap setiap jarak 20 m dengan pintu masuk tikus berselang-seling arah.
7.Menggunakan musuh alami
Musuh alami hama tikus adalah binatang pemangsa seperti burung hantu, burung elang, kucing, anjing, ular dan lain-lain.
8.Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian secara kimiawi yaitu pengendalian menggunakan pestisida kimia khusus untuk tikus, yaitu racun tikus / rodentisida. Rodentisida diberikan melalui makanan atau umpan untuk membunuh hama tikus. Cara ini bisa dilakukan jika populasi tikus sangat tinggi dan tidak memungkinkan dikendalikan dengan cara lainnya. (Deny Murtanti Tim TIK Kudu)

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh