ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian SEMANGAT TERAPKAN JAJAR LEGOWO

SEMANGAT TERAPKAN JAJAR LEGOWO

E-mail Cetak PDF

Kelompoktani Mlerep yang berada di desa Ketapangkuning kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang merupakan salah satu kelompoktani yang cukup diandalkan sebagai pemasok kebutuhan tanaman pangan di wilayah kecamatan Ngusikan. Hal ini dikarenakan letak strategisnya yang berada di kisaran lahan dengan irigasi teknis yang dalam waktu satu tahun dapat melakukan budidaya sampai dengan

tiga kali. Yakni terdiri dari tanam padi dua kali pada musim penghujan  dan musim kemarau I. Sedangkan di musim kemarau II menanam palawija berupa tanaman jagung atau kedelai.

Berdasarkan potensi diatas sangat diperlukan sekali terobosan teknologi budidaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Salah satunya adalah dengan menggunakan system tanam, yakni system tanam jajar legowo atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘Jarwo’  oleh petani setempat.

Beberapa tahun terakhir system tanam jajar legowo ini sudah mulai dikembangkan menggunakan pola jarwo 2:1, 4:1, dan 5:1 dan 7:1. Untuk jarak tanam yang digunakan adalah 35 x 17,5 x 10 cm. Rata-rata petani menggunakan varietas Ciherang, Cibogo, dan IR-64. Dan umur bibit saat ditanam berkisar antara 15 – 20 hari setelah semai.

Keunggulan yang diperoleh dari system tanam jarwo adalah populasi tanaman lebih banyak dibandingkan system tanam konvensional, intensitas sinar matahari yang diterima tanaman menjadi lebih banyak, turbulensi udara lebih bagus, memudahkan akses masuk ke lahan saat melakukan perawatan tanaman (pemupukan, penyiangan dan pengendalian OPT).

Meskipun demikian ternyata penerapan sistem jajar legowo ini belum bisa diterapkan secara menyeluruh  karena keterbatasan Sumber Daya Manusia terutama tenaga tanam yang belum terbiasa dan terlatih menerapkan sistem tanam ini. Selain itu sistem ini juga membutuhkan jumlah tenaga tanam yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem konvensional (ubinan) serta membutuhkan waktu tanam yang lebih lama.

Permasalahan dan kendala diatas tidak begitu saja menyurutkan semangat beberapa petani yang telah menerapkannya karena kenyataannya sistem tanam ini terbukti mampu meningkatkan hasil produksi. (Deny-PPL Ngusikan)

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh