ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian POKTAN KARANGAN “LURUG” LeSOS

POKTAN KARANGAN “LURUG” LeSOS

E-mail Cetak PDF

Tahukah anda bagaimana ekspresi unik petani Jombang menghadapi petugas LeSOS? Dan bagaimana strategi mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dilahan pertanian hingga produk anda masuk kategori organik?

Kegiatan kali ini tak lepas dari peran Flipmas Legowo dalam melakukan pembinaan di Kelompok tani Karangan dan Banjarsari Kecamatan Bareng. Lembaga penelitian yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Jombang ini terus berupaya memperkuat keyakinan para calon petani organik Jombang bahwa resiko penggunaaan bahan kimia yang berlebih di lahan pertanian akan menyababkan dampak yang buruk bagi kesehatan, lingkungan serta produksi pertanian.

Kunjunggan Poktan organik Jombang ke Seloliman Kab. Mojokerto ini adalah dalam rangkaian pembinaan selama semusim untuk memberikan wawasan dan penjajakan sertifikasi produk organik. Banyak pula wawasan yang berkembang dari seluruh peserta. Beberapa contoh yang terjadi seperti dalam upaya petani mengganti pemakaian pestisida kimia dengan pestisida alami. Petani Jombang yang masih terbiasa menerapkan pengetahun teknologi yang diperoleh dari Dinas dibuat tercengang oleh petani organik Seloliman. Bagaimana tidak, petani disana telah menguasai ilmu dasarnya dengan kuat. Beberapa kandungan unsure kimia dari berbagai tanaman sekitar yang dimanfaatkannya diketahuinya secara detail. Hal ini lah yang membuat perkembangan teknis penyediaan sarana produksi berkembang pesat.

Hal ini sesuai dengan visi Dinas Pertanian Kab. Jombang yaitu Mewujudkan petani sejahtera melalui pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan yang disini adalah system pertanian berbasis organik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membanggun kerjasama dengan pihak akademisi untuk mengembangkan teknologi organik tersebut. Dari kegiatan ini, hal baru yg di jumpai oleh petani Jombang adalah teknologi sterilisasi lahan dari bahan kimia berbahaya yang dilakukan dengan melibatkan bakteri yang mampu mengonsumsi bahan/residu kimia dilahan. Menurut Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP salah satu anggota Flipmas Legowo menyatakan bahwa efektivitas pengaruh bakteri tentunya akan bisa dirasakan seiring perkembangan keadaan lingkungan yang memiliki ekosistem yang semakin seimbang. Seluruh hama penyakit dan permasalahan teknis budidaya lain diupayakan dengan menyeimbangkan ekosistem. Mulai Wereng Batang Coklat (WBC), walang sangit, penggerak batang, potong leher hingga tikus diupayakan dikendalikan secara ramah lingkungan.

Dengan adanya kegiatan tersebut banyak peserta yang akhirnya lebih sadar akan bahaya dalam pengunaan pestisida kimia sekaligus pengaruhnya pada kesehatan, kelestarian lingkungan dan produktifitas pertanian.
(Linda Krisdiana - PKL SMKN Mojoagung)

 

 

 

 

 

 

Add comment

Security code
Refresh