ANDA BERADA DI: Depan Berita Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan Pertanian

PENYULUH JOMBANG MAKSIMALKAN PERAN BPP

Penyuluh Pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bahwa penyuluh adalah pahlawan pertanian Indonesia. Hal ini karena, peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. Rumah penyuluh pertanian adalah Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Sesuai dengan Permentan No.03/ Permentan/SM.200/2018 Balai Penyuluhan Pertanian berfungsi sebagai tempat pertemuan para penyuluh, Pelaku Utama, dan Pelaku Usaha. Balai Penyuluhan Pertanian merupakan pos simpul koordinasi (posko) pembangunan Pertanian berbasis kawasan.

 

BPP JOGOROTO : BPP MODEL MASA KINI

BPP Jogoroto merupakan salah satu BPP yang ada di Kabupaten Jombang. BPP Jogoroto terletak di dusun Dongeng, Desa Jarak Kulon Kecamatan Jogoroto yang dipimpin oleh seorang koordinator BPP Anasrul Hakim, SP. Sejak tahun 2012 di bangun dan diserahkan pengelolaannya oleh Pemerintah daerah kepada Dinas Pertanian. Bangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jogoroto didirikan pada Tahun 2013 memiliki areal seluas 9.900 M2 dengan fungsi penggunaan 2.500 M2 untuk lahan bangunan dan sisanya untuk lahan percontohan.

   

JERUK NIPIS YANG SEMAKIN MENIPIS

‘Pasar jeruk, pasar jeruk’ teriak kencang dari sopir bis ketika mendekati wilayah Perak. Terdengar keren. PASAR JERUK PERAK. Begitu turun, dan melihat anda akan terkejut karena yang anda lihat bukanlah pasar jeruk seperti dalam bayangan. Jeruk yang begitu terkenal di Perak, jangan dibayangkan jeruk manis nan segar yang sedap dimakan. Jeruk di sini adalah jeruk nipis yang memiliki nama ilmiah Citrus Aurantifolia yang bercita rasa asam, berbentuk bulat atau lonjong, dan berwarna hijau dan kekuningan.

   

Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu

Tikus sawah (Rattus argentiventer) termasuk hama utama pada tanaman padi. Kerusakan tanaman dan kehilangan hasil produksi akibat serangan hama ini sangat merugikan bahkan bisa sampai mengakibatkan gagal panen/ puso. Seringkali petani menjadi geram dan resah tidak berdaya akibat serangan binatang pengerat ini pada areal pertanaman padi mereka. Kasus kerusakan tanaman padi yang disebabkan oleh serangan hama tikus selalu menjadi permasalahan tersendiri yang dihadapi petani. Serangan hama tikus ini bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi, mulai dari masa persemaian  (fase vegetatif) hingga fase generatif. Seperti yang terjadi pada areal persawahan padi di Kelompok Tani Ketapanglor Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu pada musim tanam padi gadu MK I tahun 2018 ini. Hamparan hijau tanaman padi seluas kurang lebih 40 Ha terancam dengan adanya serangan binatang pengerat ini. Serangan sudah mulai terjadi sejak tanaman padi masih dalam masa persemaian dan pada saat tanaman padi sudah pindah tanam.

   

Kaderisasi Pemuda Tani

Krisis generasi petani mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Jombang termasuk di kecamatan Tembelang. Pengurus dan anggota kelompoktani yang ada hampir 95% adalah usia produktif diatas 40 tahun dengan pendidikan yang terbilang masih rendah. Minat pemuda untuk terjun dalam dunia pertanian masih minim, hal ini  disebabkan profesi petani masih dipandang tak menjanjikan saat ini. Padahal jika dicermati peluang untuk sukses di bidang pertanian cukup luas dan bisa diandalkan. Dinas Pertanian kabupaten Jombang senantiasa mengupayakan merangkul generasi muda tani agar konsisten memajukan dunia pertanian. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan pelatihan pemuda pemudi tani di beberapa lokasi, termasuk diantaranya di desa Rejosopinggir kecamatan Tembelang, tepatnya di lokasi P4S Meri Rejeki.Harapan besar tertumpu pada kegiatan ini agar mengembalikan gairah dan minat pemudatani di bidang pertanian. Membekali pemuda tani dengan ilmu, ketrampilan dan wawasan terkait pertanian secara luas.